Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Ke aktifitas kembali


__ADS_3

Keesokan harinya.


Ade sudah kembali keaktifitasnya yaitu kembali kekantor nya. Begitu juga dengan Adel kembali kekampusnya.


Kantor Adelard Wijaya Group.


Ade sedang berada diruangannya. Berkutat dengan berkas yang selama ini menumpuk. Namun, tiba tiba ada yang masuk dengan sangat tidak sopan.


"Maaf pak, saya sudah melarang mba Natalia! Tapi dia tetep kekeh untuk masuk" ucap sekretaris Ade.


"Baiklah, tidak masalah! Silahkan lanjutkan pekerjaanmu" perintah Ade. Sekretarisnya mengangguk dan berjalan keluar.


"Sayang... Maafkan aku! Laki laki kemarin ada produser sekaligus pamanku" ucap Natalia langsung memeluk Ade dari belakang.


Dia adalah Natalia! Mantan pacar dari Ade. Ade yang dulu sangat mencintai Natalia. Namun, sangat disayangkan ternyata orang yang sangat ia cintai telah selingkuh dibelakangnya.


"Lepasin! Ngga usah panggil panggil aku sayang! Diantara kita udah tidak ada hubungan apa apa lagi! Dan silahkan keluar!" bentak Ade.


"Tapi aku sangat mencintai kamu! Aku tau kamu hanya cinta sama aku, iya kan?" sahut Natalia dengan PD nya.


"Jangan terlalu percaya diri! Aku sekarang sama sekali tidak mencintaimu! Aku hanya mencintai istriku" ujar Ade.


"Istri? Kamu sudah menikah?" tanya Natalia tidak percaya.


"Iya! Aku sudah menikah! Dan jangan pernah menjadi benalu didalam rumah tanggaku" jawab Ade tajam.


"Ngga! Kamu pasti bohongkan? Kamu berkata seperti itu biar aku pergi ajakan? Hiks... " ucap Natalia sambil menangis.


"Aku tidak berbohong! Istriku adalah Adelia Putri Sanjaya. Kamu juga pernah bertemu dengan dia" ucap Ade.


"Siapa? Siapa wanita yang telah merebutmu dariku? Dan kapan aku bertemu dengannya? Hiks hiks" tanya Natalia.


"Kalian bertemu saat kamu tercyduk dengan pria lain sedang bermesraan" ucap Ade.


"Tapi bukannya dia menjawab kalau dia sepupumu?" tanya Natalia heran.


"Dia bukan sepupuku! Melainkan istriku! Dia tidak mengakuinya karena saat itu kami tidak saling mencintai. Kami telah dijodohkan dari kecil! Silahkan kamu keluar! Atau mau aku panggilin security?" ucap Ade.


"Tapi... " ucap Natalia.

__ADS_1


"Keluar!!!" bentak Ade. Natalia kemudian keluar dengan tangis yang pecah. Semua karyawan yang melihat itu hanya heran. Namun, tidak ada yang berani bertanya.


'Aku akan merebutmu kembali Ade! Aku tidak akan membiarkan siapapun merebutnya dariku! Termasuk kau!' batin Natalia sambil menghapus air mata nya dengan kasar.


-------------------------------------------------------------


Kampus Institute Teknologi Bandung.


"Gimana bulan madunya? Eh btw kado yang aku kasih kamu pake kan?" tanya Aurel sambil menaik turun kan alisnya.


"Ih apaansi Rel! Kamu ngasih kado aneh deh! Kan jadinya kak Ade ngga bisa nahan nafsunya" kesal Adel.


"Lah kan tujuan aku memang itu! Jadi kamu udah ngga perawan lagi dong?" tanya Aurel. Adel mengangguk malu.


"Yeayy... Sebentar lagi aku pasti akan punya keponakan" ucap Aurel sambil terkekeh.


"Amin... Doain aja" ucap Adel sambil tersenyum. "Eh btw gimana hubungan kamu sama kak Rangga?" tanya Adel.


"Oh si playboy cap kadal? Itu... Aku kasih dia tantangan buat ngerubah sifatnya! Toh itukan buat kebaikan rumah tangga kami kelak" ucap Aurel santai.


"Playboy? Tantangan? Maksudnya apasi?" tanya Adel heran.


"Iya, pas dia ajakin aku makan direstaurant! Tiba tiba ada yang ngecup pipi dia! Dan yang lebih parahnya lagi, dia minta aku jauhi Rangga! Aku sih dengan senang hati menyedekahkan nya" ucap Aurel sambil tertawa.


"Terusss........ Nungguin ya?" tanya Aurel tertawa terbahak bahak.


"Sialan lo! Gue serius ini" kesal Adel menimpuk Aurel pelan dengan bukunya.


Iya iya! Terus gue bilang deh kedia, gue kasih lo waktu buat ngebuktiin kalau lo udah berubah! Dan waktunya itu sampai gue lulus kuliah! Dan lagi gue minta sama dia buat jangan ngehubungin gue Dan temuin gue" ucap Aurel santai.


"Astagaa... Segitunya Rel?" tanya Adel tak percaya.


"Yaiyalah! Orang kaya gitu Mah, harus diberi pelajaran" ucap Aurel sambil tersenyum.


"Iya juga sih" Adel mangguk mangguk mengerti.


"Hai Del, kamu udah kembali?" tanya Reyhan tiba tiba datang.


"Eh hai Rey, iya aku kemarin sampainya! Dan baru mulai hari ini masuk kuliah" jawab Adel sambil tersenyum.

__ADS_1


"Baguslah! Nanti siang kamu ada waktu ngga?" tanya Reyhan.


"Memangnya kenapa Rey?" tanya balik Adel.


"Mmm aku mau ajak kamu makan siang bareng! Itu pun kalau kamu ada waktu" ucap Reyhan.


'Duh gimana nih? Gue kan udah punya suami! Tapi dia kan ngga tau! Segan banget kalau nolak. Yaudah deh ini yang terakhir' batin Adel.


"Del... Kalau ngga bisa, ngga papa kok" ucap Reyhan tersenyum kecut.


"Ah iya, aku mau kok Rey. Nanti pulang dari kampus kita makan siang bareng ya" ucap Adel sambil tersenyum.


"Ah syukurlah! Kalau gitu, aku kebangku aku dulu ya" pamit Reyhan sambil tersenyum senang. Adel hanya mengiyakan nya saja.


"Heh Del, lo jangan terlalu dekat deh sama Reyhan! Ingat lo itu udah punya laki! Mending kalau lo mau pergi makan siang bareng Reyhan, Lo izin dulu sama Suami lo! Gue ingetin ya, Kak Ade itu orangnya cemburuan" ucap Aurel mengingatkan.


"Iya iya, gue bakal izin dan ingat semua ucapan lo barusan" ucap Adel sambil tersenyum.


Pukul 12:15.


Jam kuliah sudah selesai! Aurel pamit pulang duluan dengan mengendarai mobil Lamborghini hitamnya.


"Ayo Del" ajak Reyhan.


"Bentar Rey, aku telfon orangtua aku dulu! Izin dulu. Oke" ucap Adel berbohong. Reyhan hanya mengangguk dan tersenyum. Kemudian Adel menjauh dari Reyhan.


"Hallo sayang, kamu sudah pulang? Aku akan menjemputmu" ucap Ade dibalik telfon.


"Hallo kak, iya aku udah pulang! Cuma... Aku mau makan siang bareng temen aku dulu. Bole ya?" pinta Adel.


"Loh kenapa harus makan siang sama temen kamu? Jadi kamu ngga mau makan siang bareng aku?" tanya Ade.


"Ngga gitu kak! Aku udah nerima ajakan dia, segan dong kalau ditarik kembali. Boleh ya" pinta Adel dengan suara manja.


"Baiklah, sekali ini saja! Lain kali tidak boleh!" perintah Ade.


"Iya sayang... Makasih ya muachh" ucap Adel sambil mencium dari ponsel. "Aku tutup dulu sayang... Byee" ucap Adel lagi sambil memutuskan sambungannya.


"Yaudah Rey, yuk" ajak Adel. Rey mengangguk lalu tersenyum senang.

__ADS_1


-------------------------------------------------------------


Jangan lupa like komentar dan vote nya.


__ADS_2