Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Mengambil pesanan cincin


__ADS_3

Keesokan Hari.


Kamar Vila.


Vila telah mengajukan Izin selama 2 minggu, alasan dia karena ada acara keluarga. Padahal hanya untuk menuju hari H.


"Apa dua minggu engga terlalu lama ya" gumam Vila sembari menatap langit langit kamarnya.


"Ah tapi ini kan persetujuan dua keluarga! Pasti Denis juga ambil cuty kantor selama dua minggu juga" gumam Vila lagi.


"Haa~" menghela nafas. "Besok Lusa Gue bakal nikah!" gumam nya sembari memejamkan matanya.


Saat ia ingin tidur, tiba tiba ponselnya berdering tertera nama Kulkas. Ia pun segera mengangkatnya.


"Hallo.... Ada apa?" tanya Vila saat sudah mengangkat telpon.


"Loe siap siap sekarang! Gue bakal jemput Loe untuk ngambil pesenan cincin" ucap Denis dan langsung mematikan ponselnya.


"Dasar kulkas dingin.... Main seenaknya aja tutup telpon" gumam Vila kesal.


Vila segera beranjak dari kasurnya menuju kamar mandi, untuk bersiap siap.


***


Kamar Denis.


Denis juga sudah mengajukan cuty selama 2 minggu. Kini dia sedang berdiri dibalkon kamar.


"Haa~" menghela nafas. "Lusa Gue bakal nikah! Clara andai aja Loe gak selingkuh dari Gue! Mungkin Lusa kita yang akan menikah" gumam Denis sembari menghisap rokoknya.


"Loe apa kabar Clar, Gue kangen sama Loe" gumam Denis sembari memejamkan mata nya.


"Loe sekarang lagi dimana Clar, Gue masih cinta sama Loe!! Argghh" teriak Denis frustasi.


"Ah iya Mami kan bilang kalau hari ini jemput cincin" gumam Denis. "Yaudah Gue telpon dia dulu ah" gumam Denis sembari berjalan masuk kekamar. Lalu, mengambil ponsel nya untuk menghubungi Vila. Setelah berbicara ditelpon dia langsung memutuskan sambungannya dan bersiap siap untuk menjemput Vila.


***


Kediaman Alexander.


"Assalamu'alaikum" ucap Denis saat sudah berada didepan rumah Vila, sembari mengetuk pintu.


"Wa'alaikumsalam , silahkan masuk den! Nyonya sedang didalam" ucap Bibi sembari mempersilahkan Denis masuk.


"Terimakasih Bi" ucap Denis sambil berjalan masuk.

__ADS_1


"Selamat siang Tante" sapa Denis saat menghampiri Bunda sedang menonton.


"Siang sayang... Sini duduk dulu nak" sahut Bunda sembari tersenyum. Denis hanya mengangguk dan tersenyum.


"Bi tolong buatin minum ya" teriak Bunda. Bibi hanya mengangguk sembari membuatkan minumannya.


"Mau jemput Vila ya?" tanya Bunda menatap Denis.


"Iya Tant, Denis disuruh Mami buat jemput Vila. Soalnya kita mau ambil pesenan cincin kemarin" jelas Denis sembari menatap Bunda. Bunda hanya mengangguk paham.


"Silahkan diminum Den" ucap Bibi sembari meletakkan minuman dan camilan dimeja. Denis hanya mengangguk dan tersenyum. alu, Bibi kembali kedapur.


"Ayo diminum sayang" ucap Bunda sembari tersenyum. Denis hanya mengangguk dan membalas senyum Bunda.


"Udah... Ayo" ucap Vila tiba tiba datang.


"Sayang.... Kamu gak boleh kaya gitu! Yang sopan dong! Denis kan calon suami kamu nak" ucap Bunda sembari menasehati Vila.


"Iya Bun!! Udah buru Nis. Kita pergi dulu ya Bun! Assalamu'alaikum" ucap Vila sembari mencium punggung tangan Bunda nya.


"Kita pergi dulu Tant, Assalamu'alaikum" ucap Denis sembari mencium punggung tangan Bunda.


"Wa'alaikumsalam sayang.... Kalian hati hati ya" ucap Bunda sembari tersenyum. Mereka hanya mengangguk dan berlalu meninggalkan rumah.


Setelah menempuh perjalanan ± 20 menit, mereka telah sampai di Toko Mas. Dimana mereka memesan cincin kemarin.


"Siang Mba... Kita mau ambil pesenan cincin minggu lalu. Atas nama Denis Wijaya" sahut Denis sembari menatap Karyawan tersebut.


"Baik lah Mas, Mba. Sebentar saya ambilkan dulu" ucap Karyawan Toko. Lalu, mengambilkan pesenan cincin mereka.


"Ini Mas, Mba. Totalnya xxx" ucap Karyawan tersebut, sembari memberikan cincin itu. Denis langsung memberikan kartu ATM nya.


"Terimakasih Mas, Mba... Ditunggu kedatangan selanjutnya" ucap Karyawan tersebut sembari tersenyum. Denis hanya mengangguk dan tersenyum.


"Kami permisi Mba" ucap Vila sembari tersenyum. Mereka pun pergi meninggalkan Toko tersebut.


"Kita makan dulu!" ucap Denis sembari menjalankan mobilnya. Vila hanya diam sambil menatap keluar jendela.


***


Caffe.


"Loe mau pesen apa?" tanya Denis saat sudah sampai dicaffe.


"Terserah" jawab Vila dengan malas, sembari memainkan ponselnya. Denis langsung memesan makanan nya.

__ADS_1


"Gue ke toilet dulu" ucap Vila sembari beranjak dari duduknya. Denis hanya diam.


Setelah keluar dari dalam toilet, tiba tiba ada yang memanggil nama Vila.


"Vilaaa" teriak seseorang dari belakang. Vila langsung menoleh.


"Ricko... Kenapa Ric?" tanya Vila sembari menatap Ricko.


"Kebetulan kita ketemu, kita makan bareng yuk" aja Ricko dengan tersenyum. "Oh iya Loe kesini bareng siapa? Pasti temen Loe yang dikampus kemarin kan?" tanya Ricko lagi.


'Duh Gue jawab apa ni? Ah iya Gue bilang bareng sepupu aja' gumam Vila dalam hati.


"Hey Vil... Loe kok bengong" ucap Ricko membuyarkan lamunan Vila.


"Ah iya Ric, eh maksud Gue. Gue gak lagi bareng sama temen Gue, tapi sama sepupu Gue" ucap Vila tersenyum paksa.


"Oh gitu! Kenalin dong... Yaudah yuk kita samperin sepupu Loe itu" ucap Ricko sembari menarik tangan Vila. Vila hanya pasrah dengan tarikan Ricko. "Dimana sepupu Loe duduk?" tanya Ricko sembari menatap Vila.


"Ituuu" ucap Vila menunjuk kearah Denis. Mereka segera menghampiri Denis.


"Hai Gue Ricko temen Vila sekaligus calon pacarnya" ucap Ricko sembari menyodorkan tangan nya kearah Denis dan tersenyum senang. Denis yang mendengar itu langsung melihat keasal suara. Tanpa membalas jabatan tangan Ricko. Vila yang mendengar itu langsung melototkan mata nya, sembari tidak enak dengan sikap Denis.


'Duh mati Gue, Ricko lagi apa apaansi" gumam Vila dalam hati.


"Ah sorry ya Ric, dia memang gitu" ucap Vila merasa tidak enak.


"Gapapa kok Vil, Gue juga punya kok sepupu yang kaya sepupu Loe ini" ucap Ricko sembari menarik tangan nya kembali. Denis yang mendengar itu langsung menatap Vila tajam. Vila yang melihat itu hanya acuh.


"Yaudah kita makan yuk" ajak Vila menatap Ricko dengan tersenyum.


"Tapi Gue belum pesen" ucap Ricko menatap Vila.


"Ngapain pesen? Ini aja makanan nya banyak banget. Makan ini aja" ucap Vila santai sembari mencomot camilannya. Denis yang mendengar itu langsung menatap tajam Vila.


"Emang gapapa Vil? tanya Ricko sembari menatap Denis.


"Udah gapapa makan aja" jawab Vila santai. Ricko hanya mengangguk dan memakan camilan nya.


'Dasar cewek gak tahu diri! Udah dibeliin pake ajak pacar nya segala lagi. Gak modal amat' gumam Denis dalam hati sembari menatap Vila tak suka.


'Rasain Loe! Emang enak dikerjain" gumam Vila dalam hati sembari tersenyum senang.


Setelah selesai makan, Mereka pun berpisah. Denis langsung mengantarkan Vila pulang.


-

__ADS_1


-


-


__ADS_2