Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Makan siang bersama


__ADS_3

Tak beberapa lama, Denis dan Papi sudah tiba dipekarangan rumah. Dengan segera mereka mengetuk pintu.


"Assalamu'alaikum" ucap mereka sambil mengetuk pintu.


Bibi yang dirumah mendengar suara ketukan pintu dari luar, dengan segera membukakan pintu.


"Wa'alaikumsalam Tuan, Aden silahkan masuk" sahut Bibi sembari mempersilahkan mereka masuk.


"Ibu dimana bi?" tanya Papi sambil duduk dimeja makan.


"Nyonya dan Nona Vila ada dikamar Tuan, setelah memasak mereka langsung ke kamar, untuk membersihkan diri" jawab Bibi.


"Baiklah, terimakasih bi" kata Papi dengan tersenyum.


"Sama sama Tuan, saya permisi dulu" pamit Bibi, dan diangguki oleh mereka.


Tak lama Mami turun, dengan pakaian rapi dan wangi.


"Hai, kalian sudah datang" sahut Mami sembari duduk disamping Papi.


"Sudah Mi" jawab Papi sambil tersenyum.


"Mi, Vila dimana? Kok belum turun?" tanya Denis dengan menatap Mami nya.

__ADS_1


"Aku disini sayang" kata Vila tiba tiba datang dan langsung menghampiri Denis. Denis langsung mengembangkan senyum nya.


"Indah mana Mi? Kok tidak kelihatan?" tanya Papi menatap Mami.


"Indah masih dikamar nya Pi, sebentar lagi juga turun" jawab Mami dengan tersenyum.


"Apa perlu Vila panggilin Pi?" tanya Vila menatap mertua nya itu.


"Tidak usah sayang, paling Indah bentar lagi juga turun" jawab Papi menatap menantu nya dengan tersenyum.


"Hai all, maaf Indah terlambat ya?" ucap Indah tiba tiba datang. lalu, menghampiri mereka.


"Tidak apa apa sayang, ayo duduk" perintah Papi dengan tersenyum menatap Putri cantik nya itu.


Setelah selesai makan, mereka langsung bercanda bersama. Sebelum Papi dan Denis kembali ke kantor.


"Masakan kamu makin hari makin enak ya yank" gombal Denis menatap Vila.


"Yeuh gombalan maut kakak ipar, gausah hanyut dalam gombalannya" sahut Indah sambil terkikik. Papi dan Mami pun tertawa mendengar ucapan Indah.


"Sayang kamu tidak boleh seperti itu nak, ntar Vila termakan sama kata kata kamu lagi" kata Mami dengan menatap Indah.


"Iya sayang, kamu tidak boleh seperti itu. Denis memang tidak menggombal tapi memang kenyataan! Masakan mantu Papi makin hari memang makin enak" kata Papi dengan membela Denis.

__ADS_1


"Gausah percaya Vil, Papi juga gitu dulu waktu ngerayu Mami. Ya tidak Mi?" tanya Indah tertawa sambil menatap Mami nya.


"Iya sayang, ternyata dibalik gombal maut mereka ternyata ada sesuatu. Pasti mereka akan meminta sesuatu kepada kita" kata Mami menatap Papi sambil tertawa.


"Ah Mami sama Indah apa apaansi, meracuni pikiran istri Denis saja" kesal Denis menatap mereka. Mereka hanya tertawa melihat wajah Denis yang sedang kesal.


"Kamu gausah percaya sama kata kata Indah sayang, dia itu jomblo jadi iri sama kemesraan kita" kata Denis dengan senyum kemenangan. Mami dan Papi tertawa melihat adu mulut antara adik dan kakak tersebut.


"Is apaansi kak, Gue jomblo bukan berarti gak laku ya! Banyak nih yang mau sama Gue, cuma Gue tolak semua" ucap Indah percaya diri.


"Yaelah yang mau sama Loe doang, cuma tukang sayur, noh didepan" ejek Denis sambil tertawa puas.


"Papi, Mami lihat tu kakak lucknut! Bisa nya ejek Indah mulu. Loe kenapa bisa jatuh cinta sih sama gunung es kaya gini" ucap Indah kesal dengan menatap Denis. Vila hanya tersenyum.


"Sudah sudah, ayo Denis kita berangkat lagi ke kantor!" perintah Papi menatap Denis. Denis menjawab dengan anggukan kepala. Mereka langsung berjalan kedepan.


"Yaudah kita berangkat dulu ya, Mi, Mantu Papi, Putri Papi" pamit Papi dengan kepada mereka. Mami langsung mencium punggung tangan suami nya, dan dibalas dengan mencium kening sang istri tercinta. Begitu juga dengan Indah dan Vila, mencium punggung tangan Papi mereka.


"Denis juga berangkat ya Mi, Sayang, Indah adik terlucknut" pamit Denis kepada mereka. Vila langsung mencium punggung tangan suaminya, dan dibalas dengan mencium kening sang istri tercinta. Setelah itu Denis langsung mencium punggung tangan Mami nya. Indah yang kesal mendengar ucapan sang kakak, hanya membuang pandangan nya.


"Kakak cuma bercanda Indah sayang" kata Denis sambil mengusap kepala adiknya itu. Mereka yang melihat itu hanya tersenyum bahagia.


"Yasudah kita berangkat dulu, Assalamu'alaikum" pamit Papi menatap mereka.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam, kalian hati hati ya" ucap Mami dan diangguki oleh mereka. Mereka pun berlalu meninggalkan rumah.


__ADS_2