
Keesokan Hari.
Mereka sekarang tengah berada di Bandara untuk melakukan perjalanan ke Paris selama 1 minggu.
"Bunda, Ayah, Mami, Papi, Kak, Ferry, Indah. Kami berangkat dulu ya! Kalian jaga kesehatan disini" ucap Vila sembari memeluk mereka bergantian.
"Iya sayang, kalian hati hati ya! Kita semua menunggu kabar baik dari kalian" ucap Mami sembari tersenyum dan membalas pelukan Vila.
"Iya sayang... Kalian juga jaga kesehatan disana ya. Kami selalu mendoakan yang terbaik untuk rumah tangga kalian" ucap Bunda membalas pelukan Vila.
"Kalian hati hati ya Nak! Kamu tolong jagain Vila Nis. Ayah percaya sama kamu" ucap Ayah sembari membalas pelukan Vila dan menatap Denis.
"Iya Ayah, Denis bakal jagain Vila" ucap Denis menatap Ayah sembari tersenyum.
"Iya Ayah, Ayah tolong jagain Bunda Yah! Jangan biarin Bunda kesepian dirumah sendirian" ucap Vila sembari menatap Bunda nya. Bunda hanya tersenyum.
"Iya sayang... Ayah janji gak bakal buat Bunda kamu kesepian" ucap Ayah tersenyum menatap Putri nya itu.
"Kakak juga! Tolong jagain Ayah sama Bunda. Awas aja kalau sampai Ayah sama Bunda kenapa napa" ancam Vila menatap kakaknya tajam.
__ADS_1
"Iya dek, kakak pasti bakal jagain mereka kok! Kamu tenang saja disana" ucap Ferry sembari tersenyum.
"Vil Gue titip ponakan ya" ucap Indah menggoda Vila. Vila yang mendengar itu wajahnya langsung memerah.
"Apaansi Ndah! Loe jagain Mami sama Papi ya" ucap Vila mengalihkan topik.
"Pasti Vil! Loe tenang aja disana. Intinya kita semua menunggu kabar baik dari kalian, oke" ucap Indah sembari tersenyum manis.
"Denis kamu tolong jaga menantu kesayangan Papi ini! Awas saja kalau menantu Papi sampai kenapa napa" ancam Papi menatap Denis tajam.
'Eh buset... Papi apaansi! Anak nya siapa yang diancam siapa huh' gumam Denis dalam hati.
"Iya Papi Denis bakal jagain istri Denis dengan baik kok! Dan untuk masalah cucu. Denis akan berusaha semaksimal mungkin" ucap Denis sembari memeluk pinggang Vila mesra. Vila yang mendengar ucapan Denis hanya merasa jijik.
"Iya sayang... Jangan lupa" ucap Bunda tersenyum bahagia. Vila hanya mengangguk dan berlalu meninggalkan mereka.
'Apa apaansi semua orang menginginkan cucu! Sedangkan hubungan Gue aja hanya didasari dengan kebohongan' gumam Vila dalam hati memejamkan mata nya.
'Gue harus gimana? Sampai kapan pun Gue gak bakal kasih mahkota Gue ke orang kaya dia' gumam nya lagi sembari masuk kedalam pesawat.
__ADS_1
"Loe kenapa? Kok bengong gitu?" tanya Denis saat melihat Vila melamun. Vila tidak mengubris kata kata Denis, dia hanya menatap keluar jendela sembari memikirkan nasib nya yang entah bagaimana. Denis yang melihat itu tidak ambil pusing dan langsung memasang hansed dikedua telinga nya sembari memejamkan mata nya.
'Duh gimana nih? Kata kata Denis selalu aja menghantui telinga Gue! Nyesek banget" gumam Vila dalam hati sembari meneskan air mata.
'Gue memang gak sayang sama dia! Tapi sebagai perempuan. Gue ngerasa kalau Gue itu gak pantes buat dia' gumam Vila air mata nya semakin deras.
'Semua orang mengira bahwa hubungan kami baik baik saja! Tapi nyata nya tidak sama sekali' batin nya menjerit. Tak terasa dia pun memejamkan mata nya, karena kantuk yang melanda.
Setelah 2 jam perjalanan, mereka telah sampai di Paris. Denis merasakan pesawat akan mendarat, langsung membuka mata nya. Dia melihat Vila yang sedang tidur berbantal kan besi dijendela. Dengan segera dia memiringkan kepala Vila dibahu nya.
"Loe cantik juga Vil! Pandai masak lagi" gumam Denis sembari memperhatikan wajah Vila.
"Ahh apa apaansi Gue! Kenapa ngomong jadi ngelantur gini" gumam nya lagi sambil memukul mukul kepala nya pelan. Vila yang merasa terganggu karena ada goyangan dikepala nya langsung mengerjap ngerjap kan mata nya.
"Kita udah sampe?" tanya Vila sembari menegakkan kepala nya.
"Sudah! Ayo turun!" sahut Denis sembari beranjak duluan. Dan diikuti oleh Vila.
-
__ADS_1
-
-