Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Bahagia


__ADS_3

Bali.


Pukul 08:00 Wib.


Aku membuka mata, karena sinar matahari menyilaukan mataku. Aku lihat kesamping, Kak Ade masih enggan untuk membuka matanya. Aku menatap lekat lekat wajahnya. "Sangat Tampan" hanya itu yang keluar dari mulutku. 'Aku tak menyangka, malam itu aku telah memberikan kehormatanku kepadanya' batinku sambil tersenyum.


"Lebih baik aku mandi terlebih dahulu, terus pesan makanan deh! Baru bangunin Kak Ade" kataku ingin beranjak dari kasur. Baru satu kakiku turun, aku merasa kesakitan diarea sensitifku.


"Aw aw... Sakittt" rintihku. Dan itu langsung membuat Kak Ade terbangun.


"Sayang kamu kenapa? Apa yang sakit?" tanya nya panik.


"Anu... Ini, ini yang sakit Kak" sahutku sambil menunjuk kebawah. Omg, jujur saja aku sekarang sangat malu.


"Yaudah, kamu mau mandikan? Kita mandi bareng aja" ujar Kak Ade.


"Tapi... " ucapanku terjeda karena Kak Ade sudah lebih dulu menggendong tubuhku. Dan aku hanya bisa pasrah.


***


"Kak, kita makan diluar yuk! Sekalian kita kepantai" ajakku. Kami telah selesai mandi. Dan kami sedang duduk diranjang, dengan kepala Kak Ade bersandar dipundakku.


"Yaudah ayo" sahutnya sambil menarik tanganku.


"Indah ya kak, pemandangannya" ujarku sambil melihat nuansa dari luar Restaurant hotel.


"Iya indah, tapi indahan wajah kamu lah" gombalnya sambil tersenyum.


"Uwekk... Gombal" ujarku sambil tertawa.

__ADS_1


"Ngga gombal sayang! Serius" sahutnya.


"Iyain biar kelar" ujarku. 10 menit menunggu, akhirnya pesanan yang kami pesan pun tiba. Kami langsung menyantap makanan masing masing, sesekali kami saling menyuapi.


'Huftt... Andai kita bisa terus seperti ini Kak, pasti aku rasa aku lah orang yang paling bahagia. Tapi, sayang ini ngga akan bertahan lama' batinku sambil tersenyum kecut.


***


"Ayo kak, kita berenang! Mata kakak jangan jelalatan ya, lihat bule bule lagi berenang" perintahku dengan cemberut.


"Ya ngga la! Mending kakak jelalatannya sama tubuh kamu" sahutnya tersenyum nakal.


"Tau ah, yuk berenang" ajakku sambil berlari dengan hati senang, sesekali aku menyiramkan air kewajah Kak Ade.


"Jangan disiram! Kamu tuh ya" ucapnya sambil memelukku dari belakang. Kami pun bercanda canda bersama! Kami bagaikan orang yang baru mengenal cinta, tapi aku sangat sangat bahagia. Walaupun hanya sesaat, yang penting aku pernah bahagia bersamanya.


Tak terasa waktu sudah hampir petang. Aku menyudahi berenang kami, karena perutku juga sudah sangat lapar, karena diair seharian.


"Yasudah ayo" sahutnya sambil menggenggam kembali tanganku.


***


"Kak kita pesan makanan aja ya? Ngga usah keluar, aku cape" ujarku. Aku memang sangat lelah hari ini.


"Iya sayang... Yaudah kakak turun dulu! Mau pesan makanan, kamu istirahat gih" perintah nya, dia pun melenggang keluar.


"Ahhh... Andai ini selamanya, mungkin aku akan menjadi orang yang sangat bahagia didunia ini" ucapku frustasi.


"Aku sudah mencintai nya, sikap kak Ade kadang seolah olah menggambarkan kalau dia mencintaiku, tapi sayang itu tidak yang sebenarnya" gumanku sambil menangis.

__ADS_1


Ceklek... pintu terbuka, dan memperlihatkan Kak Ade.


"Kamu kenapa nangis? Badan kamu sakit sakit semua ya? Yaudah sini aku pijitin" ujarnya ingin memijat kakiku. Tapi, aku justru langsung memeluk nya. Dan menangis sejadi jadinya.


"Aku takut... Aku takut kakak ninggalin aku seperti yang kakak bilang waktu itu" ucapku sambil menangis.


"Hey... Kamu ngomong apasi? Mana mungkin aku meninggalkan orang yang sangat aku cintai" ujarnya sambil mengusap punggungku.


"Sudahku katakan, maafkan atas segala ucapanku waktu itu. Aku juga sudah bilang, ayo kita mulai dari awal. Eh ternyata kamu ngga paham! Malah ngira aku bakal tinggalin kamu, seperti kataku waktu itu" sambungnya lagi.


"Aku takut kakak tinggalin aku, saat aku sudah hamil dan melahirkan anak kakak" ucapku sambil menatapnya.


"Engga sayang! Itu ngga bakalan terjadi! Aku hanya mencintai kamu sekarang dan selamanya. Jadi ngga usah berfikir kaya gitu ya" ucapnya sambil mencium keningku.


Bel pintu berbunyi, pertanda pelayan hotel sudah datang mengantarkan makanan kami. Dengan segera kak Ade beranjak dan membuka pintu.


"Ayo makan dulu! Katanya laper" ucap Kak Ade.


"Iya kak" sahutku sambil tersenyum senang. "Kakak ngga bakal tinggalin aku kan?" tanyaku lagi.


Cupp... Kak Ade mencium sekilas bibirku. "Engga sayang, ngga akan! Aku janji sama kamu. Aku ngga akan tinggalin kamu hanya untuk wanita lain, kecuali maut" sahutnya.


"Aku mencintai kakak, sangat mencintai" kataku dengan wajah memerah.


"Aku juga Mencintaimu, lebih dari siapa pun" sahutnya. "Yaudah ayo makan! Setelah itu kita mulai lagi olahraga malamnya" ucapnya sambil tersenyum nakal. Aku mengangguk dan tersenyum.


Setelah selesai makan, kami langsung melakukan olahraga malam. Hanya terdengar suara desahan dua insan yang sedang dimabuk cinta. Setelah selesai bergulat, kami tidur dalam posisi saling memeluk.


-------------------------------------------------------------

__ADS_1


Hallo readers, selamat hari merdeka! 17 Agustus 1945. Merdeka Merdeka Merdeka 🇲🇨🇲🇨🇲🇨


Jangan lupa dukungan kalian ya! Like, komentar dan vote.


__ADS_2