
Malam hari pukul 19:00.
Kediaman Alexander.
Setelah melakukan makan malam bersama. Kini mereka sedang berada diruang keluarga.
"Gimana nak? Apa keputusan kamu?" ucap Ayah sembari menatap Vila. Bunda dan Ferry hanya diam sembari menyimak percakapan antara Ayah dan Putri tersebut.
"Sudah Yah! Vila setuju untuk menikah dengan anak dari sahabat Ayah itu, tapi Vila maunya public jangan ada yang tahu Yah" ucap Vila sembari menatap Ayahnya.
"Baiklah nak, kalau itu yang kamu mau! Ayah akan membicarakan ini ke sahabat Ayah besok" ucap Ayah sembari tersenyum senang.
"Yaudah kalau gitu Vila keatas dulu ya Yah, Bun, Kak" ucap Vila sembari beranjak dari duduknya menuju kamarnya.
"Iya sayang" ucap Bunda. Ayah dan Ferry hanya mengangguk sembari tersenyum.
"Yah apa kita gak terlalu keras untuk memaksa Vila menikah" ucap Bunda sembari menatap Suaminya.
"Engga Bun! Ayah yakin ini adalah yang terbaik buat Vila" ucap Ayah sembari tersenyum menatap Bunda.
"Bun, Yah, Ferry keatas dulu ya! Ada tugas yang belum selesai" ucap Ferry sembari beranjak dari duduknya.
"Iya sayang! Kamu jangan kemaleman ya tidurnya" ucap Bunda memperingati Putranya. Ayah hanya tersenyum mendengarnya.
__ADS_1
***
Kediaman Wijaya.
Setelah makan malam, mereka langsung menuju keruang keluarga. Tak lama Papi membuka suara.
"Tadi Denis sudah memutuskan untuk menikahi anak sahabat kita Mi. Cuma Denis mau acaranya hanya keluarga inti saja yang hadir" ucap Papi menatap Mami dengan tersenyum senang.
"Alhamdulillah, betul nak?" ucap Mami sembari tersenyum menatap Denis.
"Iya Mi" ucap Denis dengan tersenyum.
"Yeay bentar lagi aku bakal ada temen, kakak ipar hehe" ucap Indah sembari tersenyum senang.
"Mami apa apaansi! Nikah aja belum, udah minta cucu aja" ucap Denis kesal.
"Haha kan sebentar lagi nak" ucap Papi ikut menggoda Denis.
"Ah Denis keatas dulu! Masih ada tugas yang belum Denis selesaiin" ucap Denis beralasan. Sembari beranjak dari duduknya. Mereka hanya mengangguk sembari tersenyum melihat tingkah Denis.
"Papi juga kekamar ya, soalnya Papi mau bahas perihal perjodohan mereka" ucap Papi sembari beranjak dari duduknya menuju kamarnya.
"Yasudah kamu kembali juga kekamar nak! Mami mau nyusulin Papi kamu" ucap Mami sembari tersenyum dan beranjak dari duduknya. Indah hanya mengangguk sembari tersenyum. Dan beranjak menuju kamarnya.
__ADS_1
***
Kamar Papi & Mami.
Setelah sampai didalam kamar, Papi langsung menghubungi nomer calon besannya.
"Hallo Gas, ada apa?" ucap Pak Edy saat sudah mengangkat telpon.
"Hallo Dy, maaf malam malam begini mengganggu kamu. Ini aku cuma mau bahas perihal perjodohan anak kita" ucap Pak Bagas.
"Ah iya aku juga Ada yang mau aku bahas Gas. Ini Putriku mintanya pernikahannya public jangan ada yang mengetahuinya, bahkan yang datang hanya boleh keluarga inti saja! Apa kamu keberatan?" ucap Pak Edy.
"Sama sekali tidak keberatan Dy, soalnya Putraku juga meminta seperti itu" ucap Pak Bagas.
"Baiklah kalau gitu, setelah anak kita Wisuda nanti. Kita langsung atur segala persiapannya ya" ucap Pak Edy.
"Iya baiklah Dy, aku tutup dulu! Maaf sudah mengganggu kamu" ucap Pak Bagas.
"Ah tidak sama sekali Gas, yasudah kalau begitu" ucap Pak Edy. Mereka pun langsung mengakhiri obrolannya. Setelah memutuskan sambungannya mereka pun memilih untuk tidur.
-
-
__ADS_1
-