Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Dekat


__ADS_3

Mereka telah tiba dikediaman Wijaya. Adel dan Ade langsung berjalan menuju kamar Ade untuk membereskan pakaian mereka.


"Kak aku susun semua baju kita disini ya? Kakak keberatan ngga kalau digabung?" tanya Adel.


"Ngga papa. Udah gabung aja! Lagian kita kan udah suami istri" sahut Ade santai. Adel hanya mangguk mangguk dan merapikan pakaian mereka.


"Del kamu ada kefikiran ngga, buat bulan madu?" tanya Ade.


"Bulan madu? Aelah kak, ngga usah ngaco deh! Mana ada fikiran aku sampai segitu jauh" ucap Adel cuek.


"Itu ngga berfikiran jauh Del, wajar bae lah bulan madu buat pengantin baru" kata Ade.


"Ngga deh, aku engga! Kalau kakak mau bulan madu, pergi aja! Aku besok mau masuk kuliah" ucap Adel cuek.


"Secepat itu Del? Kita kan masih berstatus pengantin baru" kata Ade tidak percaya.


"Bagi keluarga kita memang pengantin baru kak, tapi bagi teman kampusku ngga! Mereka kan ngga tau kalau aku udah nikah. Termasuk Reyhan juga" ucap Adel sambil berjalan mendekati Ade.


"Reyhan?" ulang Ade dengan nada tak bersahabat.


"Iya Reyhan, sahabat aku" ucap Adel sambil tersenyum.


"Kamu jangan terlalu dekat sama dia! Ingat statusmu sudah bersuami" ucap Ade tegas.


"Yaya, aku ingat kak. Kakak tenang aja" ucap Adel santai. "Yaudah kak, aku tidur dulu ya, ngantuk! Kalau kakak ngantuk, kakak tidur disofa aja. Sofanya juga lumayan gede" ucap Adel sambil menunjuk kesofa yang berada dikamar Ade. Ade yang mendengar itu serasa tidak percaya. 'Astagaa... Siapa yang punya kamar, siapa juga yang memerintah' batin Ade sambil merebahkan tubuhnya disofa.


***


Pukul 19:00 Wib.

__ADS_1


Mereka melangsungkan makan malam bersama. Selang 20 menit berlalu, mereka telah selesai makan, dan melanjutkan berbincang diruang keluarga.


"Ade, Adel duh nama kalian itu hampir sama loh! Itu memang tandanya kalian berjodoh" ucap Mama sembari tersenyum.


"Mama bisa aja" ucap Adel tersipu malu.


"Ada apa Ma? Apa ada yang ingin Mama dan Papa bahas?" tanya Ade.


"Ada sayang, Mama ingin menanyakan perihal bulan madu kalian. Kalian ingin berbulan madu dimana?" tanya Mama balik.


'Yes yes yes' batin Ade tersenyum senang.


"Ah tidak perlu repot repot pergi bulan madu Ma, toh sama saja sama dikamar" tolak Adel.


"Loh kenapa Del? Bulan madu itu sangat penting untuk pengantin baru! Mama sama Mama kamu sudah memesan tiket keberangkatan kalian ke Bali" ucap Mama sembari tersenyum.


"Yaudah Ma, kalau sudah dipesan apa boleh buat" ucap Ade tersenyum senang didalam hatinya.


"Kapan berangkatnya Ma?" tanya Adel.


"Besok lusa sayang" sahut Mama.


"A-apa? Besok lusa Ma? Apa itu tidak terlalu cepat Ma" ujarku dengan wajah memelas.


"Tentu saja tidak sayang! Semoga kalian cepat diberi keturunan ya" ucap Mama.


"Ma... A-apa boleh Adel mengandung saat sudah wisuda?" tanyaku ragu ragu.


"Lo kok nanya nya seperti itu Del? Jujur Mama kecewa dengan pertanyaanmu itu! Kalau kamu bertanya boleh tidak nya Mama akan menjawab tidak boleh! Karena kami para orang tua menikahkan kalian karena ingin segera menimang cucu! Tapi, sudahlah semua keputusan ada ditangan kamu" ucap Mama tersenyum getir.

__ADS_1


"Maafkan Adel Ma, Adel tidak bermaksud ingin mengecewakan Mama! Adel hanya takut hamil sekarang" ucapku sambil menangis.


"Jangan menangis nak! Apa yang kamu takutkan sayang? Usiamu juga sudah terbilang cukup untuk mengandung nak. Apa kamu tidak ingin menjadi seorang ibu?" tanya Mama.


"Tentu saja aku sangat ingin menjadi seorang ibu Ma. Maafkan Adel Ma, Adel akan menjadi istri dan ibu yang baik kelak" ucapku langsung menghambur kepelukan ibu mertuaku.


"Shuttt... Sudah sayang! Sekarang ayo kalian istirahat! Ade bawa istrimu keatas. Kamu juga jangan terlalu memikirkan perihal anak. Kamu pasti tau apa yang terbaik untukmu" ucap Mama sambil mengusap usap punggungku.


"Iya Ma, Adel istirahat dulu ya Ma, Pa" pamitku sambil tersenyum.


"Iya sayang" ucap Mama.


***


"Bagaimana ini kak? Maafkan aku! Jujur saja aku memang belum siap" ucapku sambil menangis.


"Shuttt!! Sudah sudah, jangan jadikan itu beban fikiranmu. Kakak ngerti dengan perasaanmu" ucapnya langsung mendekap tubuhku kepelukannya. Aku tidak menolak, karena saat ini aku memang membutuhkan sandaran.


"Jangan pergi bersama wanita lain, jika aku belum siap memuaskan nafsu kakak" pintaku membenamkan wajahku didada bidangnya.


"Tidak akan sayang! Aku akan menunggumu sampai kamu siap. Sekarang mending kamu tidur! Tidak usah memikirkannya, itu akan membuatmu sakit nantinya" ucapnya sambil mencium keningku. Dan menggiringku menuju ranjang. Lalu, dia ingin kembali kesofa.


"Mau kemana kak? Disini aja! Maafkan aku, tidak seharusnya aku meminta kita tidur terpisah seperti ini" ucapku menggenggam tangannya.


"Tidak apa apa, kakak akan tidur disofa saja" ucapnya mencoba melepaskan tangannya. Aku langsung menggeleng cepat.


"Tidur disini! Aku pengen tidur sambil meluk kakak" pintaku.


"Baiklah" ucapnya sambil merebahkan tubuhnya disampingku. Dan aku langsung memeluk erat tubuhnya. Membenamkan wajahku didada bidangnya.

__ADS_1


-------------------------------------------------------------


Jangan lupa mendukung author, dengan memberikan like, komentar dan vote nya. 😘😍❤


__ADS_2