
Pukul 08:00 Wib.
Denis terbangun dari tidurnya karena merasakan haus dikerongkongan nya. Saat ingin bangun tiba tiba Vila semakin mengeratkan pelukan nya. Dia langsung memiringkan badannya sembari menyelipkan anak rambut Vila kebelakang telinga nya. yang menutupi wajah Vila.
"Dasar Loe! Semalem aja bilang nya jangan ada yang melewati batas. Eh malah dia yang meluk meluk orang" gumam Denis sembari tersenyum melihat wajah Vila.
Vila merasa ada yang menyentuh kulitnya dan langsung mengerjap ngerjapkan matanya. Denis yang melihat itu langsung kembali memejamkan matanya.
"Huaa" teriak Vila saat sudah membuka mata nya dan melihat Denis disamping nya. Denis yang mendengar teriakan Vila langsung membuka matanya dan menatap Vila kesal.
"Apaansi Loe! Pagi pagi teriak kaya gitu. Ntar disangka Bunda kita ngapa ngapain lagi" ucap Denis sembari menatap Vila kesal.
"Loe yang apa apaan! Kenapa Loe tidur dikamar Gue? Sambil meluk Gue kaya bantal guling lagi" ucap Vila menatap Denis sembari menyipitkan mata nya.
"Pala Loe peang! Gue nih sekarang SUAMI LOE! Dan untuk masalah meluk, Loe yang meluk Gue kaya bantal guling bukan Gue" ucap Denis penuh penekanan sembari beranjak dari kasur.
"Eh" kaget Vila. "Oh iya ya. Duh **** banget sih Gue! Kok bisa lupa sih" ucap Vila sembari memukul kepala nya pelan. Vila langsung beranjak dari kasurnya untuk membuka gorden jendela.
"Udah siang aja, jam berapa sih" ucap Vila sembari membuka gorden jendela. Lalu, melirik jam beker yang ada meja samping kasurnya.
"Ya ampunnnn.... Udah jam 8 lewat" teriak Vila saat melihat jam menunjukkan pukul 08:33 wib.
__ADS_1
"Loe tuh hobby banget teriak ya!" ucap Denis setelah keluar dari kamar mandi. Sembari menatap Vila kesal. Vila hanya diam sembari berjalan kekamar mandi.
"Selamat pagi Bunda" ucap Denis saat sudah berada dibawah dan menghampiri Bunda yang sedang menonton tv.
"Pagi sayang... Loh Vila nya dimana nak?" tanya Bunda sembari menatap Denis.
"Vila masih diatas Bun! Sebentar lagi juga Vila akan turun" ucap Denis sembari menatap Bunda tersenyum.
"Yaudah kamu sarapan dulu sana! Pasti kamu laper kan nak?" ucap Bunda tersenyum.
"Iya Bun, yang lain pada kemana Bun? Kok gak kelihatan" ucap Denis sembari menatap sekitar.
"Oh yasudah Bun, Denis sarapan dulu ya" ucap Denis sembari berjalan kearah meja makan.
"Selamat pagi Bunda" ucap Vila saat berada dibawah dan duduk disamping Bunda nya.
"Pagi sayang... Gimana tadi malem sayang?" ucap Bunda menggoda Vila.
"Gimana apanya Bun? Tadi malem Vila ya tidur" ucap Vila menatap Bunda nya heran. "Oh iya Ayah sama yang lain dimana Bun? Kok gak kelihatan ya?" ucap Vila melihat sekitar.
"Ayah kamu ya sudah berangkat kekantor lah nak tadi pagi sama kakak kamu. Untuk Mertua kamu mereka juga sudah pulang tadi pagi" ucap Bunda menatap Vila.
__ADS_1
"Loh kenapa Vila engga Bunda bangunin sih? Nanti Vila dicap jelek lagi sama Mami nya Denis" ucap Vila cemberut.
"Gimana mau dibangunin! Orang kamu tidurnya nyenyak banget sama Denis" ucap Bunda tersenyum.
'Duh mati Gue! Pasti Bunda tadi pagi lihat kami tidur sambil berpelukan' gumam Vila dalam hati.
"Sudah sana kamu sarapan! Suami kamu sudah duluan kemeja makan" ucap Bunda menatap Vila. Vila hanya mengangguk sembari berjalan kearah meja makan.
***
Meja Makan.
Denis telah selesai sarapan. Namun, Vila baru saja muncul dimeja makan. Denis langsung beranjak dari duduk nya.
"Siap sarapan ada yang mau Gue omongin! Gue tunggu dikamar" ucap Denis sebelum benar benar pergi. Vila hanya mengangguk dan duduk dimeja makan. Setelah selesai makan, Vila langsung menuju kamarnya.
-
-
-
__ADS_1