Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Kesal


__ADS_3

Setelah sampai di Restaurant terbesar di Paris. Mereka langsung duduk di Restaurant tersebut. Denis langsung memanggil Pelayan.


"Yes sir, what do you want to order?" ucap Pelayan menghampiri mereka sembari memberikan buku menu nya. Denis langsung mengambil nya dan melihat lihat nya bersama Vila.


"Loe mau pesen apa?" tanya Denis menatap Vila.


"Gue mau Beef Burguignon aja" ucap Vila sembari menunjuk nya. Denis mengangguk dan langsung memesan kan nya.


"Cemilan nya apa?" tanya Denis sembari memperlihatkan beberapa camilan.


"Crepes aja Nis" ucap Vila sembari tersenyum. Denis menggangguk dan membalas senyum Vila.


"I want to order Beef Burguignon and Coq Au Vin (bahasa prancis) and the desert Crepes two servings" ucap Denis sembari memberikan buku menu nya kembali.


"Alright sir, miss, wait a minute" ucap Pelayan sembari berjalan meninggalkan mereka.


Setelah menunggu beberapa menit! Pesanan yang dipesan mereka pun tiba. Mereka langsung melahap tanpa ada yang bersuara. Tak butuh waktu lama mereka telah selesai makan siang. Dan langsung memakan hidangan penutup nya. Saat sedang asyik memakan camilan mereka. Tiba tiba ada seseorang yang memanggil Vila sembari menghampiri nya.


"Vila... Loe Vila kan?" tanya seseorang tersebut sembari menghampiri mereka.


"Iya, Gue Vila! Loe siapa?" sahut Vila bingung. Denis yang melihat kedatangan cowok hati nya mulai panas.


"Gue Reno! Reno temen SMA Loe dulu" ucap Reno sembari tersenyum senang.


"Reno... " panggil Vila sembari mengingat. "Oh iya Reno yang fakboy itu ya" ucap Vila sembari tertawa.

__ADS_1


"Ah Loe bisa aja! Gue gak fakboy ya! Gue cuma suka deketin cewek aja" ucap Reno sembari tertawa. "Eh btw Loe kok disini? Apa sekarang Loe tinggal disini juga? Terus ini cowok siapa?" tanya Reno menatap Denis.


"Oh iya dia sepupu Gue, kita disini karena ada urusan" ucap Vila tersenyum manis. Denis yang mendengar Vila mengatakan bahwa dia sepupu nya. Begitu merasa kesal dan menatap Vila tajam.


"Oh sepupu Loe! Gue kira dia pacar Loe" ucap Reno sembari tersenyum. "Oh iya hai Gue Reno temen deket Vila waktu SMA" ucap Reno sembari menjulurkan tangan nya. Denis hanya acuh dan sibuk memakan camilan nya dengan kasar.


"Ah maaf ya Ren, dia memang begitu! Ayo duduk dulu" ucap Vila merasa tidak enak.


"Gapapa Vil" ucap Reno menarik tangan nya kembali dan duduk disamping Vila.


"Oh iya Loe kok disini sih?" ucap Vila menatap Reno.


"Gue kan ikut orang tua Gue kesini! Gue juga ngampus disini" ucap Reno sembari tersenyum. "Ah gak nyangka Gue kita bisa ketemu lagi Vil" ucap Reno sembari tersenyum senang.


"Haha iya nih Ren, btw Loe udah ada calon istri yang tepat belum? Soalnya kan kerjaan Loe mainin cewek mulu" ucap Vila sembari tertawa.


Denis merasa tidak dianggap dan hati nya yang mulai merasa panas. langsung beranjak dari duduk nya. Membuat mereka bingung.


"Ah maaf Ren, dia memang begitu! Kalau gitu Gue pamit dulu ya. Byee" ucap Vila sembari beranjak dari duduk nya dan mengejar Denis.


"Vil Gue minta nomer ponsel Loe!" teriak Reno. Namun, Vila tidak mendengar nya.


"Ah lain kali aja deh! Mudah mudahan lain kali bertemu lagi" gumam Reno senyum senang. "Vila tunggu Gue! Gue bakal dapetin Loe" gumam nya lagi sembari beranjak dari duduk nya.


"Loe gak sopan banget sih!" ucap Vila saat mereka berada di Lift.

__ADS_1


"Gak sopan gimana maksud Loe? Loe yang gak sopan! Kenalin suami sendiri malah bilang nya sepupu! Pake mesra mesraan didepan Gue lagi" ucap Denis kesal tanpa menatap Vila. Vila yang mendengar itu langsung menyerngitkan kening nya heran.


'Ngomong apasi sikutub? Gak jelas banget! Kenapa tiba tiba dia kesal kaya gini? Pake ngomong suami lagi. Kesambet apa tu ya' gumam Vila dalam hati. Dia tidak menyadari bahwa pintu Lift sudah terbuka. Denis yang melihat Vila bengong dengan segera menyadarkan nya.


"Kalau mau melamun, jangan disitu! Masih banyak orang yang mau menaiki lift" ucap Denis sembari berjalan duluan.


"Eh" kaget Vila dan langsung keluar dari lift.


"Tadi pas di lift Loe kenapa tiba tiba ngomong gitu?" ucap Vila saat mereka sudah berada dikamar.


"Memang Gue ngomong apa?" ucap Denis berpura pura lupa.


'Duh kenapa tadi Gue gak bisa ngontrol emosi sih! Sampai sampai keceplosan gitu' gumam Denis dalam hati.


"Ah udah lah gak ada!" ucap Vila kesal sembari berjalan ke kasur sembari membaringkan tubuhnya. Tak butuh waktu lama dia pun tertidur. Denis yang melihat Vila kesal hanya tersenyum, Dan ikut membaringkan diri nya dikasur.


'Sorry Vil, Gue masih belum tahu sama perasaan Gue sendiri! Apa Gue sudah Cinta sama Loe? Apa hati Gue masih untuk Clara' gumam Denis menatap wajah Vila.


'Tapi Loe tenang aja! Gue bakal secepatnya kok mastiin pemilik sesungguhnya hati Gue' gumam Denis lagi sembari mengelus pelan pipi Vila.


'Tapi kenapa Gue gak suka saat Loe deket sama cowok lain dan tersenyum senang! Sedangkan ke Gue engga' gumam Denis Sembari memejamkan mata nya. Tak butuh waktu lama dia pun masuk kedunia mimpi.


-


-

__ADS_1


-


__ADS_2