Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Sadar


__ADS_3

Sudah 3 minggu Denis dirawat dirumah sakit, namun belum ada juga tanda tanda ia akan sadar.


Usia kandung Vila juga sudah memasuki bulan ke 5. Vila dengan setia menemani suami nya dirumah sakit. Walaupun Ayah nya telah melarang karena takut terjadi apa apa dengan kandungan nya. Namun, Vila bersikeras menolak nya.


Pukul 22:00. Didalam ruangan VIP dimana Denis dirawat.


Vila terus menerus mengajak Denis mengobrol. Namun, lagi lagi Denis tidak menjawab nya. Kantuk pun melanda mata Vila, perlahan lahan Vila membaringkan tubuhnya disamping Denis.



Setelah Vila membaringkan tubuhnya disamping Denis, ia langsung memeluk tubuh Denis sambil memejamkan mata nya. Namun, tiba tiba ada tangan yang menyelip dibelakang leher Vila.


Vila yang merasa terusik, langsung membuka matanya. Saat ia menoleh kearah Denis ia melihat Denis sedang tersenyum manis kearah nya.


Vila langsung memeluk erat tubuh Denis sambil menangis.


"Kamu kenapa nangis sayang?" tanya Denis.


"Kamu jahat! Kamu tidur lama sekali, aku sama calon anak kamu rindu sama kamu hiks hiks hiks" tangis Vila pecah.


"Ah masa iya sih? Kaya nya aku bentar deh tidur nya" kata Denis sambil tersenyum.


"Kamu gak tau, aku udah kaya orang gila mikirin kamu! Jangan kaya gini lagi! Aku mohon! Aku takut kamu bakal tinggalin aku hiks hiks hiks" kata Vila.


"Sttttt, kamu gak boleh ngomong kaya gitu! Aku selalu ada kok buat kamu" hibur Denis.


"Janji jangan tinggalin aku kaya gini lagi hiks hiks hiks" kata Vila langsung memeluk Denis erat.


"Iya sayang, oh iya calon anak papa apa kabar sayang? Mama jahat ya sama kamu? Pasti kerjaan nya nangis mulu kan?" tanya Denis sambil mengusap perut Vila yang sudah buncit itu.


"Papa yang jahat! Biarin mama nangis terus, papa tidur selama 3 minggu pa. Kasihan mama gak dapat sentuhan dari papa" jawab Vila dengan menirukan suara anak kecil.


"Yaudah sini biar papa kasih sentuhan hangat buat mama kamu" kata Denis langsung mencium bibir Vila sekilas.


"emang mama kamu gak mau cari papa baru buat kamu nak?" tanya Denis lagi.


"Papa ngomong apasi? Mama itu gak mungkin lah cari papa baru buat aku! Orang mama sangat mencintai papaku" jawab Vila junior lagi.


"Sama dong kaya papa! Papa sangat mencintai mama kamu" kata Denis.


"Yaudah papa janji dong! Jangan buat kaya gini lagi! Mama khawatir banget tau pa, sama papa! Papa nakal banget sih" kata Vila dengan cemberut.


"Iya sayang papa janji gak bakal ulangin ini lagi! Udah sekarang ayo kita tidur sayang! Kasihan dedek nya diajak begadang" kata Denis.


"Iya sayang" kata Vila langsung memeluk erat tubuh Denis.


Tak butuh waktu lama Vila terlelap sambil memeluk tubuh Denis. Namun, Denis belum tidur.

__ADS_1


"Makasih sayang! Kamu udah setia nunggu aku selama ini. Padahal aku sudah menyuruhmu untuk bersama Ricko" gumam Denis sambil mencium kepala Vila.


Setelah mengucapkan itu, Denis langsung memejamkan mata nya kembali.


Pagi hari, mereka masih tidur dalam keadaan Vila memeluk Denis.


Mami sudah tiba dirumah sakit bersama Indah dengan membawa bekal sarapan untuk Vila.


"Sayang... Ayo bangun! Kamu sarapan dulu nak" perintah Mami sambil mengoyangkan tubuh Vila.


"Eummhh iya Mi" kata nya sambil melepas tangan nya dari perut Denis. Lalu, duduk.


"Eh Mi, semalam Mas Denis udah sadar Mi" kata Vila dengan tersenyum lebar.


Mami yang mendengar itu langsung menyerngitkan keningnya bingung.


"Sayang... Kamu yang sabar ya nak! Denis belum sadar nak" kata Mami sambil mengelus kepala Vila.


"Engga Mi, semalam kami mengobrol kok" kata Vila lagi.


"Tidak sayang, mungkin semalam kamu hanya bermimpi nak! Kamu jangan terlalu memikirkan nya sayang! Ingat sama kandungan kamu. Denis pasti akan baik baik saja" kata Mami prihatin.


"Tidak Mi, aku tidak bermimpi! Aku yakin itu semalam kenyataan! Sayang ayo bangun! Bilang sama Mami kalau kamu udah sadar! Dan aku gak mimpi hiks hiks hiks" perintah Vila kembali terisak.


"Sudah sayang jangan menangis! Ingat kandungan kamu" kata Mami sambil memeluk Vila. Indah juga tak kuasa menahan air mata nya. Ia tau bagaimana rasanya berada diposisi Vila saat ini.


"Janga nangis sayang! Kamu gak mimpi kok semalam" tiba tiba suara Denis yang masih lemah, terdengar ditelinga mereka.


"Sayang... Kamu sudah sadar nak? Alhamdulillah ya Allah! Terimakasih ya Allah" ucap Mami merasa bersyukur.


"Indah cepetan panggil dokter! Mami akan mengabari mereka tentang kabar bahagia ini" kata Mami lagi, sambil menelfon besan nya.


Setelah selesai menelfon, Mami kembali ketempat Denis.


"Sayang, mana yang sakit nak? Apa masih ada yang sakit dikepala kamu?" tanya Mami dengan meneteskan air mata haru bahagia.


"Denis udah baik baik aja kok Mi, ini semua berkat do'a kalian" jawab Denis sambil tersenyum.


"Permisi! Mari pak Denis saya periksa dulu" ucap dokter tiba tiba datang.


Vila langsung beranjak dari kasur, dan membiarkan Denis diperiksa oleh dokter.


"Bagaimana keadaan suami saya dok? Dia udah baik baik aja kan?" tanya Vila tak sabaran.


"Alhamdulillah bu Vila, keadaan suami ibu sekarang sudah baik baik saja" jawab dokter sambil tersenyum.


"Alhamdulillah" ucap mereka bersamaan.

__ADS_1


"Dok apa suami saya boleh makan daging ayam?" tanya Vila.


"Boleh bu" jawab dokter sambil tersenyum. "Baiklah kalau begitu saya permisi dulu ya" pamit dokter.


"Iya dok, terimakasih" kata Mami. Dokter mengangguk dan berlalu meninggalkan ruangan Denis.


"Kamu dengar sayang? Aku sudah baik baik saja! Jadi kamu tidak usah khawatir lagi" kata Denis sambil tersenyum.


"Iya! Tapi kamu gak boleh kaya gini lagi, INI PERINTAH Hiks hiks hiks" kata Vila penuh penekanan sambil menangis haru bahagia.


"Iya iya sayang, aku gak bakal ulangin lagi" kata Denis pasrah. Padahal ini juga tidak keinginan dia untuk dirawat dirumah sakit berminggu minggu. Namun, istrinya selalu mengatakan itu.


Mami dan Indah hanya tersenyum bahagia melihat pasutri yang lagi kasmaran ini.


Tak butuh waktu lama besan dan suami nya pun tiba dirumah sakit, dan langsung menuju ruangan Denis.


"Assalamu'alaikum" ucap mereka saat masuk kedalam ruangan.


"Wa'alaikumsalam" jawab mereka.


"Kamu sudah sadar sayang? Alhamdulillah ya Allah" kata Bunda tersenyum bahagia.


"Iya Bun alhamdulillah" jawab Denis.


"Sayang kamu makan dulu nak! Kasihan dedek bayi nya belum makan. Kan Mami sudah membawa makanan itu" perintah Denis.


"Kamu mau makan apa sayang?" tanya Vila.


"Aku makan makanan rumah sakit lah yank" kata Denis.


"Kamu mau aku masakin ayam semur kesukaan kamu gak? Atau opor ayam?" tawar Vila.


"Udah gak usah yank! Nanti kamu capek lagi" tolak Denis. Vila langsung memolotkan mata nya.


"Yaudah aku makan semur ayam masakan kamu saja yank" kata Denis.


"Yaudah aku pulang dulu! Ntar aku kesini lagi! Aku bakal suapin suami tercinta aku" kata Vila dengan senyum bahagia.


Semua yang melihat itu hanya tersenyum bahagia.


"Ferry antar adik kamu tuh" perintah Ayah.


"Iya Yah" kata Ferry.


Mereka langsung keluar ruangan.


Sepeninggalan mereka, Papi langsung memberitahu Denis siapa dalang dibalik kecelakaan itu.

__ADS_1


Denis kaget sambil mengepalkan tangan nya. Berani sekali dia ingin mencelakakan istri dan calon anakku fikirnya. Namun dia juga merasa lega karena Clara sudah dipenjara dan ditahan seumur hidupnya.


Mami dan Indah tak kalah kaget nya, mendengar apa yang dikatakan oleh Papi. Mereka tidak menyangka bahwa mantan kekasih kakak nya tega melakukan hal sebejat itu. Hanya demi keinginan nya terkabul.


__ADS_2