
Ade sedang mandi, sedangkan Adel sedang mem-packing pakaian yang akan ia bawa pindah kerumah mertua nya.
***
"Kau sedang apa?" tanya Ade. Keluar dari kamar mandi, dengan mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil.
"Mencuci kak" jawab Adel jengkel. Ade langsung menyerngitkan keningnya heran.
"Ngga liat nih, aku lagi beresin baju baju buat pindah kerumah Mama" kata Adel lagi.
"Biasa aja dong! Mau aku bantuin ngga?" tanya Ade.
"Ngga perlu! Orang udah mau selesai kok" jawab Adel. "Eh tapi bentar, kakak tadi panggil diri kakak dengan sebutan aku? Ngga salah tuh" ujar Adel sambil tertawa.
"Del" panggil Ade. "Hmm" dehem Adel masih fokus dengan merapikan pakaian nya dikoper.
"A-aku mau minta maaf" ucap Ade. Adel langsung menatapnya dengan tatapan bertanya.
"Minta maaf untuk apa kak? Oh kalau untuk masalah Mba Natalia, aku udah maafin. Kalau kakak mau balikan juga ngga papa" ucap Adel sambil terkekeh.
"Bukan itu! Lagian siapa juga yang mau balikan sama wanita ular kaya gitu" bantah Ade.
"Jadi untuk apa?" tanya Adel lagi.
__ADS_1
"Untuk ucapan kasar aku waktu itu" sahut Ade.
"Oh itu, udah aku maafin kok! Tenang aja, aku orangnya ngga pendendam hihi" ucap Adel sambil tersenyum.
"Kalau udah maafin, kenapa selamam ngga izinin aku tidur dikasurmu?" tanya Ade heran.
"Oh itu, yaiyalah ngapain juga kita satu ranjang! Aku ngga mau sempit sempitan" ujar Adel beralasan sambil berjalan duduk ditepi ranjang.
"Tapi kan aku suamimu" kata Ade.
"Suami sementara maksud kakak?" ujar Adel tersenyum getir.
"Ah maafkan aku! Lupakan yang telah aku ucapkan waktu itu! Mari kita perbaiki hubungan kita menjadi lebih baik, untuk mempertahankan rumah tangga kita" pinta Ade dengan menatap kedua bola mata bulat Adel lekat lekat.
"Baiklah, aku setuju" sahut Adel santai. "Udah selesai nih, yuk turun!" ujar Adel. Ade tersenyum dan mengiyakan perkataan Adel. Dan segera mengangkat koper berisi pakaian Adel.
***
"Sayang, kamu tidak boleh menangis! Datanglah kemarin, pintu selalu terbuka lebar untukmu" sahut Mama membalas pelukan anaknya dan meneteskan air mata juga.
"Iya Ma, Adel pasti akan sering sering kesini" ucap Adel sambil melepaskan pelukan nya. Dan beralih memeluk Papa nya.
"Pa, Adel pamit! Papa jagain Mama ya. Dan Papa juga harus jaga kesehatan" perintah Adel memeluk Papa nya dengan menangis.
__ADS_1
"Iya sayang, Papa akan jaga Mama dan jaga kesehatan Papa" sahut Papa membalas pelukan putrinya.
"Kamu harus jadi istri yang baik ya nak! Patuh sama suami kamu! Kelak kamu akan menjadi seorang Ibu nak" perintah Papa seraya melepaskan pelukan nya. Dan menatap putrinya lekat lekat.
"Iya Pa, Ma. Adel janji akan jadi anak yang seperti Mama dan Papa inginkan! Adel sayang kalian" ucap Adel menangis semakin menjadi. Mama nya langsung mengusap pundak putrinya itu.
"De, Papa sama Mama titip Adel sama kamu nak! tolong kamu jaga Adel, bahagiakan dia! Jangan membuatnya kecewa nak" pinta Papa dengan menepuk pelan pundak menantunya itu.
"Pasti Pa, Ma! Papa sama Mama tenang saja! Ade akan menjaga dan membuat Adel bahagia bersama Ade. Ade tidak akan pernah mengecewakan nya" ujar Ade sambil menggenggam hangat tangan Adel.
"Iya Papa sama Mama percaya sama kamu! Ingat dalam rumah tangga pasti ada masalah rumit yang akan datang silih berganti kerumah tangga kalian! Papa harap kalian bisa menyelesaikan nya dengan kepala dingin dan secara dewasa! Permasalah itu harus diselesaiin secara baik baik" ucap Papa menjelaskan.
"Iya Pa, kami akan saling percaya satu sama lain! Dan tidak akan membiarkan pelakor masuk kedalam hubungan kami" ujar Adel tersenyum dengan polosnya.
"Pinter sayang! Jangan kasih cela sedikit pun buat para para pelakor yang ingin menjamah suamimu" sahut Mama semangat.
"Kalau ini Mama sangat setuju" timpal Vila, yang tak lain adalah ibumertua nya.
Mereka memang sedang menunggui Adel dan Ade untuk pulang bersama mereka.
"Tenang sayang! Mama akan potong titid Ade kalau dia berani berani main belakang sama mantu Mama yang cantik ini" sambung Vila mengusap sayang kepala Adel. Perkataan Vila mengundang gelak tawa mereka. Kini keluarga mereka diliputi dengan haru bahagia.
"Yaudah kita pulang dulu Lis, kamu tenang saja! Aku akan menjaga putrimu. Karena aku juga sangat menyayangi nya" kata Vila memeluk Lisa, sahabat karibnya. Dan sekarang sudah berstatus menjadi besan.
__ADS_1
"Iya Vil, makasi ya kamu udah baik sama aku dan anakku" ujar Lisa membalas pelukan Vila.
"Shuttt!! Ngomong apa sih, Udah seharusnya aku seperti itu Lis. Lagian Adel juga udah menjadi anakku" kata Vila sambil terkekeh dan melepaskan pelukan nya. Lisa hanya membalas nya dengan senyuman bahagia nya.