Suamiku CEO Dingin

Suamiku CEO Dingin
Malam Pertama


__ADS_3

Kamar Vila.


Kini mereka tengah berada dikamar Vila. Vila duduk didepan meja rias untuk membersihkan sisa sisa make up nya.


"Loe mandi duluan sana! Gue masih bersihin sisa sisa make up Gue" ucap Vila menatap Denis dari pantulan kaca yang sedang berbaring diatas kasurnya. Denis tidak menjawab dan langsung beranjak kekamar mandi.


Setelah Vila selesai membersihkan make up nya. Kini ia ingin membuka resleting gaun dipunggung nya. Namun, tangan nya tidak sampai.


Denis yang baru selesai mandi dengan menggunakan baju santai nya, melihat Vila yang kesusahan untuk membuka resleting nya dengan segera dia menghampiri dan membantu Vila.


"Kalau gak bisa sendiri gak usah sok gengsi" ucap Denis dingin sembari membukakan resleting gaun Vila. Vila yang mendengar itu terkejut. Saat Denis membuka resleting gaun Vila, terekspos lah putih mulus punggung Vila. Dengan susah payah dia menelan saliva nya.


"Buruan mandi Loe sono!" ucap Denis sembari mengatur nafas nya yang tidak stabil. Vila yang melihat itu pun merasa aneh. Namun, dia tidak memikirkannya dan berlalu mengambil baju ganti. Lalu, masuk kedalam kamar mandi.


"Gue kenapa gak bisa nahan diri banget sih! Dasar bodoh" gumam Denis mengerutuki kebodohannya. "Mending Gue tidur" gumam nya lagi sembari membaringkan tubuhnya diatas kasur.


Vila yang baru selesai mandi, dia ingin membaringkan tubuhnya yang lelah karena seharian berdiri. Namun, saat dia melihat Denis yang sudah tertidur diatas kasurnya. Dia langsung kebingungan untuk tidur dimana.


"Duh Gue harus tidur dimana nih? Masa iya disofa" gumam Vila sembari melirik sofa yang kecil.

__ADS_1


"Dan gak mungkin juga Gue tidur disamping dia! Duh gimana ya? Ah apa Gue ke kamar tamu aja" gumam nya sembari ingin berjalan keluar kamar.


"Ah tapi gak mungkin, pasti Bunda bakalan nanya" gumam nya sambil berjalan masuk lagi.


"Yaudah lah Gue coba bangunin Denis aja! Siapa tahu dia mau tidur dibawah" gumam nya sembari mendekati kasur.


"Denis.... Denis... " panggil Vila menatap badan Denis. Namun, Denis tidak bergerak. Dengan kesal Vila langsung menggoyangkan kuat badan Denis.


"Denis... Ayo bangun!! Loe tidur dibawah!" ucap Vila menggoyang goyangkan badan Denis.


"Apaansi Loe? Gangguin orang tidur aja! Loe aja sono yang tidur dibawah! Gue gak bisa!" ucap Denis kesal sembari memunggungi Vila.


"Yaudah kalau gak bisa tidur disini aja! Kasur Loe kan gede!" ucap Denis yang masih memunggungi Vila.


"Gak! Enak aja Loe. Mau ambil kesempatan dalam kesempitan" ucap Vila kesal.


"Terserah Loe! Udah diem Gue ngantuk!" ucap Denis kembali tidur. Dengan terpaksa Vila tidur disamping Denis. Dan membuat bantal guling diantara mereka.


"Ini pembatasannya! Loe gak boleh melewati ini" ucap Vila sembari meletakkan bantal guling ditengah tengah mereka. Namun, Denis hanya diam tanpa mengubris kata kata Vila. Dan Vila berfikir "Mungkin sikulkas udah tidur" fikirnya dan langsung memejamkan matanya.

__ADS_1


***


Pagi Hari.


Saat Bunda ingin mengajak Vila dan Denis untuk sarapan bersama. Bunda disuguhkan dengan pemandangan yang sangat menyejukkan hati. Bagaimana tidak Bunda melihat mereka tengah tidur sambil berpelukan. Bunda kembali menutup pintu nya dan berjalan kemeja makan.


***


Meja Makan.


"Bagaimana Bun? Mereka sudah bangun?" tanya Ayah saat melihat Bunda kembali kemeja makan.


"Mereka masih tidur Yah! Kita makan duluan aja" sahut Bunda sembari tersenyum senang.


-


-


-

__ADS_1


__ADS_2