Suamiku Chef Idolaku

Suamiku Chef Idolaku
101 Surprise!!!


__ADS_3

Clara merasa sangat senang setiap harinya. Dia setiap harinya merasa jika hidupnya bertambah bahagia dan merasakan cintanya semakin bertambah pada Zayn.


Kedua orang tua Clara sedang dalam masa penyelidikan berkenaan dengan dana perusahaan tempat dia bekerja serta kasus pencemaran nama baik Raymond Xavier dan Zayn juga dilayangkan oleh tim kuasa hukum keluarga Xavier.


"Clara, tolong bilang sama Zayn dan Raymond agar Papa dan Mama bisa dibebaskan dari tuduhan mereka. Jika mereka tidak mencabut laporan itu, maka semakin memberatkan Papa dan Mama. Masalah kami sudah banyak, apa kamu tega jika kami lebih lama tinggal di dalam jeruji besi? Di sini menyeramkan, di sini dingin dan sangat menyedihkan," Mama Clara mengiba pada Clara sewaktu Clara menemuinya di penjara.


"Tolonglah kami Clara... kamu adalah anak kami satu-satunya yang selalu akan menjadi anak kami. Maafkan kami jika kami melukai perasaanmu, karena semua yang kami lakukan adalah untuk kamu. Kami ingin kamu mendapatkan yang terbaik dalam hidupmu," Papa Clara menyambung ucapan permintaan Mama Clara.


Papa dan Mama Clara memang tinggal di dalam jeruji besi untuk menunggu hasil sidang mengenai dana perusahaan yang diduga mengalir ke rekening Papa dan Mama Clara.


Papa Clara hanya seorang kepala keuangan di perusahaan besar dan sudah berpuluh-puluh tahun bekerja di sana. Kini dia hanya bisa berusaha agar dia bisa bebas dari penjara.


Pagi tadi sewaktu Zayn sedang bekerja, Clara yang berada di dalam apartemennya menerima telepon dari penjara. Mereka mengabarkan bahwa Mama dan Papa Clara ingin bertemu dengan Clara sekarang juga.


Sebenarnya Clara tidak mau berkunjung ke penjara tanpa adanya Zayn bersamanya, karena Zayn sudah mewanti-wanti Clara setiap akan berangkat bekerja. Zayn tidak mau Clara kembali terluka jika dia bertemu dengan kedua orang tuanya.


Namun, Clara ingin menemui kedua orangtuanya karena pihak penjara mengatakan jika itu adalah permintaan terakhir mereka.


Anak mana yang akan bisa tenang jika kedua orangtuanya mengatakan seperi itu pada anaknya. Tanpa pikir panjang lagi, Clara segera berangkat ke penjara menggunakan taksi online.


Dia merahasiakan kepergiannya untuk menemui kedua orangtuanya dari Zayn karena Clara tau jika Zayn pasti akan marah padanya apabila dia tidak mematuhi larangannya.


"Aku tidak bisa janji Pa, Ma. Bukannya Clara tidak mau, Clara sangat mau sekali Mama dan Papa bisa kembali bebas seperti dulu. Hanya saja Clara tidak bisa memintanya pada Raymond ataupun Om Nathan. Pasti mereka tidak akan menyetujui permintaanku karena perbuatan kita yang sangat menyinggung mereka," Clara berkata dengan menatap penuh dengan kesedihan pada Mama dan Papanya.


"Apa kamu sudah tidak menganggap kami sebagai orangtuamu Clara?" tanya Mama Clara dengan wajah mengiba pada Clara.


"Ma... Pa... kalian akan tetap jadi orangtuaku sampai kapanpun. Clara tidak akan pernah melupakan kalian. Jadi mohon jangan tuduh Clara seperti itu," suara Clara bergetar menahan tangisnya ketika berbicara dengan kedua orangtuanya.


"Kalau begitu buktikan pada kami. Keluarkan kami dari tempat ini," ucap Papa Clara dengan tegas.


"Kalau begitu restui kami. Nikahkan Clara denganku," tiba-tiba terdengar suara Zayn yang mendekati mereka.


Ternyata Zayn tidak begitu saja meninggalkan Clara sendirian di apartemen. Zayn meminta salah satu bodyguard dari keluarga Xavier untuk menjaga Clara.


Dan bodyguard tersebut segera melapor pada Zayn ketika Clara pergi dengan tergesa-gesa keluar dari apartemen mereka. Setelah diikuti oleh mereka, ternyata Clara mengunjungi kedua orangtuanya di penjara.


Zayn segera lari keluar dari kantor setelah mendapat kabar dari bodyguard yang menjaga Clara bahwa Clara menemui kedua orangtuanya di penjara.

__ADS_1


Zayn mendengar semua obrolan Clara dengan kedua orangtuanya. Dia berusaha meredam amarahnya agar tidak emosi menghadapi kedua orang tua Clara yang memaksa Clara untuk menuruti permintaan mereka.


"Bagaimana? Apa kalian mau menuruti persyaratanku untuk menikahkan kami sekarang juga?" Zayn kembali menanyakan persyaratan yang diajukannya.


Papa dan Mama Clara saling menatap, mereka sama-sama diam untuk berpikir. Kemudian mereka saling menatap kembali dan saling mengangguk.


"Baiklah, kami merestui kalian asalkan kami bisa bebas dari tempat ini," jawab Papa Clara.


Zayn tersenyum. Dan dengan segera dia memanggil pihak-pihak terkait untuk menikahkan mereka pada saat itu juga.


Berbeda dengan Zayn dan Clara, kini Caramel sedang sangat bahagia karena semua kemauannya selalu dituruti oleh Raymond. Bahkan keinginan sekecil apapun Caramel tidak pernah hingga merajuk ataupun bersedih karena tidak mendapatkannya.


"Sayang, apa kamu menginginkan sesuatu?" Raymond bertanya pada Caramel ketika mereka sedang berjalan-jalan di pagi hari.


"Mmm... apa ya?" tampak Caramel sedang berpikir.


"Aku cuma pengen dekat sama kamu aja Daddy," dengan manjanya Caramel mengucapkannya.


Raymond terkekeh mendengar permintaan dari istrinya. Saking gemasnya Raymond pada istrinya itu maka semakin eratnya tangan Raymond melingkar pada pinggang Caramel.


"Tapi... tapi pasti aku akan ditinggal sendiri di rumah karena kamu dan Mommy Grace gak ngebolehin aku ikut ke restoran," Caramel kembali merajuk dan berwajah kesal menginginkan untuk ikut bekerja.


"Tapi aku ingin ikut setiap hari....," Caramel semakin merajuk.


Raymond terkekeh, dia semakin gemas melihat istrinya yang semakin menggemaskan dan manja ketika dia sedang hamil.


"Mmm... sebenarnya aku ada kejutan untukmu Mommy....," ucap Raymond dengan menghadap Caramel dan menatapnya dalam.


"Kejutan? Apa?" tanya Caramel dengan antusias dan mata yang berbinar.


Raymond mendekat pada telinga kanan Caramel hingga membuat Caramel merasakan desiran aneh ketika nafas Raymond menerpa kulitnya.


"Nanti pasti akan Daddy kasih tau asal Mommy mau berdandan cantik setelah ini," jawab Raymond dengan berbisik di telinga kanan Caramel.


Seketika Caramel tersadar dari khayalannya tentang apa yang akan dilakukan oleh Raymond ketika hembusan nafasnya menyapu kulitnya.


"Kita mau ke mana?" tanya Caramel dengan kikuk.

__ADS_1


Raymond tersenyum, dia tahu jika pikiran istrinya sedang travelling memikirkan ritual mereka. Raymond memang suka sekali menjahili istrinya semenjak hamil, karena istrinya selalu meminta terlebih dahulu dan meminta lebih, sehingga membuat Raymond bertambah senang dengan kehamilan istrinya itu.


"Yuk sekarang kita mandi dan berdandan yang sangat cantik, setelah itu kita berangkat. Ok Mommy?!" ucap Raymond sambil mengajak Caramel menuju kamar mereka.


"Wow.... so pretty... so beautiful baby!" seru Raymond pada saat melihat Caramel yang berdiri dari tempat duduk meja rias setelah dia memoles wajahnya.


Sangat natural, sangat fresh dan tetao cantik seperti biasanya. Caramel tersenyum malu dan senang mendapatkan pujian dari suaminya.


Raymond menggandeng mesra pinggang Caramel seperti biasanya dan memakaikannya scarf di mata Caramel ketika mereka sudah duduk di dalam mobil.


"Seperti dejavu," ucap Caramel sambil terkekeh mengingat saat itu bersama dengan Raymond.


Raymond menyetel lagu-lagu klasik agar Caramel dan bayi yang ada dikandungannya bisa rileks di dalam mobil meskipun mata Caramel sedang ditutup.


"Yuk sayang kita turun," Raymond membantu Caramel turun dari mobil dan menuntunnya untuk sedikit saja berjalan menuju lokasi yang Raymond tuju.


Dengan perlahan Raymond membuka scarf yang menutup mata Caramel.


"Surprise.......!!!!!" teriak semua orang yang ada di situ.


Caramel kaget dan telapak tangannya menutup mulutnya merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Di depannya kini ada sebuah bangunan dengan desain unik namun sangat indah yang berada disebelah restauran milik Raymond dengan bertuliskan 'Caramel Cake&Bakery'.


Seketika Caramel memeluk tubuh Raymond yang berada di sebelahnya dengan menitikkan air matanya.


"Thank you Daddy. Terima kasih sudah membuatkan ini untukku," ucap Caramel ketika sudah mengurai sedikit pelukannya dan menatap wajah Raymond yang sangat senang melihat Caramel sedang terharu oleh kejutannya.


"You're welcome Baby. Sekarang kita akan tetap bisa bersama. Di dalam sana sudah ada tempat beristirahat untuk Mommy and my son," ucap Raymond sebelum mencium mesra bibir Caramel yang sudah sejak lama menjadi candu baginya.


Semua orang bersorak melihat kemesraan Raymond dan Caramel. Termasuk dengan kedua orang tua Raymond dan Caramel yang sangat senang dan bersyukur melihat anaknya bahagia dengan pernikahannya.


Begitupula dengan Daddy Nathan dan Mommy Grace yang tidak bisa mengungkapkan kebahagiaan mereka melihat anak dan menantunya bisa tetap bersatu meskipun sering sekali mereka berdua menghadapi ujian dalam pernikahan mereka yang masih seumur jagung itu.


"Raymond.... Caramel...," Zayn memanggil Raymond dan Caramel dari dalam gedung party yang ada di restoran tersebut sedang bersiap untuk acara pesta pernikahan mereka yamg berkonsep outdoor and indoor.


Semua tempat di situ diperuntukkan pesta pernikahan Zayn dan Clara. Mereka berdua sedang bahagia karena akhirnya mereka bisa bersatu dalam ikatan pernikahan meskipun dalam keadaan hamil.

__ADS_1


"Ayo coba kalian tangkap bunganya. Satu... dua... tiga...," ucap Zayn dan Clara yang sedang melemparkan buket bunga pernikahannya pada orang-orang yang bersiap menangkap di belakang mereka.


"Yeeee.... aku dapat....!!!"


__ADS_2