
Tadinya Zayn datang ke Villa karena disuruh oleh Daddy Nathan dan Mommy Grace untuk melihat keadaan Raymond dan Caramel di sana. Mereka tahu jika Raymond malam itu mengajak Caramel ke Villanya, karena seperti yang pastinya diketahui Raymond juga bahwa mereka tidak lepas dari pengawasan orang tuanya.
Zayn bingung antara mau menunggu atau balik. Karena bisa dipastikan jika dia menunggu, pastinya dia akan baper melihat kedua pasangan suami istri yang sedang menjalankan ritual mereka itu, pasangan yang selalu menebarkan kebaperan karena kemesraan mereka di mana pun mereka berada.
Setelah berpikir beberapa menit, akhirnya Zayn memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar Villa tersebut untuk beberapa saat meninggalkan pasangan suami istri itu.
Sedangkan Clara masih berusaha mencari tahu tentang keberadaan Raymond hingga dia mengunjungi kediaman orang tua Raymond.
Sayangnya usaha Clara untuk bisa masuk ke dalam rumah utama keluarga Xavier gagal karena para penjaga dengan berbadan kekar itu tidak memperbolehkan Clara masuk.
"Kalian jangan lancang. Biarkan aku masuk atau aku akan melaporkan kalian pada Om Nathan dan Tante Grace," Clara mengancam para penjaga yang tidak gentar sekalipun dengan gertakannya.
"Kami hanya menjalankan perintah. Tuan dan Nyonya sedang tidak ada di rumah sekarang jadi anda tidak bisa masuk ke dalam rumah. Dan yang bisa masuk ke dalam hanya keluarga Xavier saja," ucap salah satu penjaga dengan tegas.
"Kalian bodoh! Aku akan segera menjadi keluarga Xavier. Saat itu terjadi, kalian akan menyesal! Ingat itu!" Clara meninggalkan kediaman Xavier dengan amarah karena merasa terhina dengan perkataan penjaga tersebut.
......................
Setelah merasa bosan berkeliling sendiri tanpa tujuan, Zayn kembali ke Villa Raymond. Ternyata Raymond dan Caramel sudah berada di ruang santai sedang menonton TV.
"Duh pengantin baru sukanya lari-larian," sindir Zayn ketika masuk ke dalam ruangan tersebut.
Seketika Raymond dan Caramel menoleh ke arah Zayn yang sedang berjalan mendekati mereka.
"Ck, Ngapain ke sini?" terlihat raut tidak suka Raymond ketika melihat Zayn datang mengganggu acara berduanya dengan istrinya.
"Kamu kira aku suka melihat kalian bermesraan?" Zayn duduk dengan memasang raut muka kesal karena mendengar ucapan Raymond.
"Terus ngapain?" tanya Raymond ingin tahu.
__ADS_1
"Disuruh Tante sama Om liat keadaan kalian," jawab Zayn sambil memakan cemilan yang ada di meja.
"Emangnya kita anak kecil apa?" Raymond mulai kesal dengan jawaban Zayn.
"Kalian mau honeymoon? Kalau honeymoon sekalian yang jauh biar bebas tugas. Tapi kalau hanya liburan, besok sudah saatnya kalian pulang," Zayn menirukan Daddy Nathan ketika berbicara.
Caramel terkekeh mendengar Zayn yang menirukan Daddy Nathan. Buru-buru Raymond membekap mulut istrinya itu dengan telapak tangannya. Karena dia tidak ingin orang lain membuat tertawa senang istrinya. Maunya hanya dia saja yang bisa membuat istrinya tertawa, senang dan bahagia.
"Udah sana pulang. Besok kita bakal balik pulang," Raymond beranjak dari duduknya dan menggendong tubuh Caramel masuk ke dalam kamar.
Zayn terkekeh melihat sikap sepupunya itu. Dia sudah menduga jika kedatangannya pasti tidak diinginkan oleh Raymond, tapi dia harus menjalankan perintah atasannya, yaitu Nathaniel Xavier, Daddy dari Raymond Xavier.
Akhirnya Zayn pulang sendiri tanpa Raymond ataupun Caramel. Padahal Zayn berencana akan menginap di sana dan pulang besok pagi dengan mereka, namun Raymond mengusirnya.
Sedangkan Caramel hanya bisa menuruti Raymond, karena dia tidak ingin membuat Raymond kesal ataupun marah. Biarlah Zayn pulang karena Caramel yakin jika Zayn sangat mengerti Raymond.
"Sayang, kasihan Zayn," Caramel mencoba merayu Raymond agar tidak kesal dengan Zayn.
Seketika bibir Caramel mengatup ke dalam setelah mendengar ucapan Raymond. Dia sadar jika suaminya akan susah dibujuk jika sudah marah, dan satu-satunya cara membujuknya hanya dengan menyenangkannya seperti biasanya.
Raymond meletakkan tubuh Caramel di atas ranjang, dan dia pun berada di samping Caramel. Raut muka Raymond yang masih sedikit kesal itu membuat Caramel mendapatkan ide untuk mengembalikan mood suaminya agar kembali seperti sebelum Zayn datang.
Caramel bangun dari tidurnya membuat Raymond heran, dia menatap Caramel penuh tanya, dan Caramel pun tahu arti dari tatapan itu. Dengan segera Caramel mengatakan,
"Aku ke kamar mandi dulu Sayang, tunggu sebentar, ok?" Caramel mengerlingkan matanya nakal sebagai kode agar Raymond menunggunya.
Raymond terkesiap melihat tingkah nakal Caramel yang menggodanya. Selama ini dia tidak pernah terang-terangan seperti itu untuk menggodanya.
Sesuai instruksi, Raymond menunggu Caramel dengan harap-harap cemas, dia penasaran mengapa istrinya itu menyuruhnya untuk menunggunya. Raymond menyandarkan punggungnya di kepala ranjang.
__ADS_1
Dan dia melepaskan kaosnya karena seperti kebiasaannya jika tidur selalu tidak memakai atasan. Kini terlihatlah jelas perut kotak-kotak penuh otot milik Raymond.
Ceklek!
Caramel tertegun melihat sosok di depannya. Sungguh pahatan yang sempurna menurut Caramel. Dilihatnya objek di depannya itu tanpa berkedip, sampai ada suara yang membuatnya tersadar.
"Come here Baby!" Raymond melambaikan satu tangannya ke arah Caramel dan satu tangannya lagi berada di belakang kepala dengan posisi duduk bersandar di kepala ranjang.
Caramel tersenyum melihat posisi nakal suaminya itu.
"Apa anda menggoda saya Tuan?" tanya Caramel dengan candaannya.
"Hanya untuk istriku, bukan untuk yang lain," Raymond mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Caramel.
Caramel terkekeh, namun kini Caramel pun mencoba menggoda Raymond sesuai dengan rencananya. Caramel berjalan mendekat pada Raymond dengan perlahan membuka bathrobe nya, dan seketika mata Raymond membelalak dan terbitlah senyum di bibir Raymond.
Ternyata Caramel memakai lingerie warna merah dengan bahan yang sangat tipis beraksenkan renda yang menerawang sehingga bagian tubuh tertentu dapat dilihat oleh Raymond.
Lingerie itu diberikan oleh Mommy Grace beberapa hari yang lalu. Dan memang malam itu sewaktu akan berangkat ke hotel, Caramel sengaja memakainya karena dia mengira mereka akan menginap di hotel dan itulah saat yang tepat untuk memakai lingerie pemberian dari Mommy Grace.
Dan sekarang benda keramat itu benar-benat berguna. Raymond terpanah dan sangat tergoda oleh tubuh Caramel yang hanya berbalutkan lingerie tersebut.
Dengan tingkah nakal dan menggoda Caramel mendekati Raymond yang sudah siap menerkamnya. Namun hanya tinggal beberapa langkah saja Caramel menghentikan langkahnya, dia ragu jika Raymond akan bermain sekali saja dengannya, karena melihat tatapan lapar dan mendambanya itu membuat Caramel menelan salivanya sendiri, ketakutan. Sudah bisa dipastikan jika Raymond akan mengajaknya bermain hingga mereka lupa waktu.
"Sini dong Sayang, masa' cuma peluk guling aja?" Raymond mengedipkan matanya kembali menggoda Caramel.
"OMG kenapa suamiku jadi pria penggoda seperti ini?" Caramel terkekeh melihat tingkah genit suaminya.
"Khusus untuk istriku tercinta. Ayo dong, masa' suamimu ini dibiarkan begini aja?" Raymond melebarkan kakinya ke samping kiri dan kanan.
__ADS_1
Dan itu membuat Caramel semakin terkekeh, dia tidak menyangka suaminya seorang Raymond Xavier yang terkenal dingin dan cuek bisa genit dan nakal seperti pria penggoda malam ini.
"Come here Baby! Akan ku buat kamu men-de-sah sepanjang malam!" Raymond menekankan per katanya.