Suamiku Chef Idolaku

Suamiku Chef Idolaku
51. Rencana licik


__ADS_3

Nindi kini menikmati hari-harinya bersama Indra. Istri Indra memang tidak mengekangnya, karena istrinya sudah mempunyai rencana sendiri untuk menghancurkan Indra dan juga Nindi.


Istri Indra tahu jika Indra mempunyai banyak wanita, namun mereka tidak seperti Nindi yang menjadi duri dalam daging Indra, Nindi lebih banyak menghabiskan uang Indra dibandingkan dengan wanita-wanita yang lain.


"Sekarang kalian bersenang-senanglah, nikmati kebebasan kalian sebelum masa kehancuran kalian tiba," seringai licik tersungging di bibir istri Indra yang sedang duduk di dalam mobilnya melihat Indra yang sedang berpelukan mesra bersama dengan Nindi di depan pintu rumah mereka.


Istri Indra melajukan mobilnya dengan perasaan yang tak tentu. Antara sakit hati karena dibohongi serta diselingkuhi selama bertahun-tahun dan bahagia karena akhirnya dia bisa lepas dari laki-laki parasit yang menggerogoti harta keluarganya.


"Kamu udah siap kan?" tanya Indra pada Nindi.


Kini tangan Indra sudah menjelajah paha Nindi yang memakai rok pendek dan dalam posisi menyingkap. Entah sengaja atau tidak, yang diketahui oleh Indra adalah sesuatu yang menyenangkan.


Nindi mengerlingkan matanya menggoda, dan disambut oleh tangan Indra yang kini telah bergerilya menjelajah akses masuk pintu gerbang milik Nindi.


Suara yang keluar dari mulut Nindi yang mengisyaratkan kenikmatan lolos begitu saja saat jari jemari Indra mengobrak abrik miliknya. Indra memang sangat pandai sekali membuat Nindi merasa puas, demikian juga Indra yang merasa puas dengan pelayanan dari Nindi. Indra merasakan keprofesionalan dalam pelayanan yang diberikan oleh Nindi padanya.


Tak hanya berhenti disitu saja, karena kini Indra bertahap menyentuh dan memainkan bagian-bagian sensitif dari tubuh Nindi yang lumayan sudah lebih mulus berkat uang yang diberikan oleh Indra.


Indra membayar mahal atas pelayanan Nindi yang tentu saja harus dia rawat tubuhnya agar Indra tidak lari darinya, karena istri Indra sebenarnya lebih cantik dan lebih mulus daripada Nindi, karena perawatan yang dia lakukan sangat mahal dan berkelas.


Indra juga sangat mencintai istrinya, secara istrinya wanita yang cantik, kaya dan berkelas. Di rumah pun istrinya juga selalu memuaskannya, dan itu sebelum istrinya tau tentang kelakuan Indra di luar rumah.

__ADS_1


Setelah mengetahui kelakuan Indra dengan banyak wanita, terutama mempunyai wanita peliharaan yang bernama Nindi, tentu saja istrinya sangat murka dan tidak mau melayaninya lagi dengan sejuta alasan dia menghindari Indra.


Nindi sangat berbeda dari Caramel yang memang badannya terawat dan kulit dan wajahnya yang cantik karena belum terjamah oleh makhluk yang bernamakan lelaki.


Raymond lah yang pertama kali menjamah tubuh Caramel. Dialah pemenangnya, dia yang memiliki dan menjamah tubuh Caramel untuk pertama kali dan seterusnya, hanya dirinya, bukan untuk orang lain. Jadi Raymond akan sangat marah jika ada yang menyentuh Caramel nya, istrinya yang berhasil menaklukan hati dinginnya selama ini.


Nindi tidak mau kalah dengan Indra yang berhasil mengobrak-abrik pertahanannya. Suara lenguhannya berhasil lolos dan itu membuat Indra tersenyum puas.


Indra berhenti setelah Nindi mencapai titik kenikmatannya hingga mengeluarkan cairan kenikmatannya. Indra tersenyum sangat puas melihat tubuh Nindi yang bergetar. Dia merasa sangat bangga bisa membuat Nindi seperti itu.


Nindi tidak mau kalah dengan Indra. Dengan segera tangan Nindi meraih celana Indra dan membuka resletingnya. Dikeluarkannya ular milik Indra yang membuatnya merasakan kenikmatan selama ini.


Setelah teramat sangat puas diperlakukan seperti itu oleh Nindi, Indra menarik tubuh Nindi dan mulai menaikinya. Seringai kepuasan dan kenikmatan terbit dari bibir Indra dan Nindi, terlihat jelas pada wajah mereka rasa ingin menikmati yang lebih dari sekedar itu saja.


Indra dan Nindi saling bergantian memandu jalannya permainan mereka. Tentu saja mereka sangat lihai dalam bidang ini dan tidak ada yang mereka lewatkan sedikitpun.


Sungguh bebas mereka melakukannya seperti layaknya suami istri. Tidak ada orang yang menggangu mereka, seperti sekarang ini, mereka melakukannya di ruang tamu. Sangat nyaman dan tidak takut apapun. Tidak tahu saja mereka jika istri Indra sudah mengetahui semua perbuatan mereka.


"Kamu ingat kan nanti kita akan pergi kemana?" tanya Indra yang masih menikmati sensasi kenyamanan bersama Nindi.


"Terserah kamu mau bawa aku kemana sayang, aku pasti menemanimu," jawab Nindi dengan suara manja yang sangat menggoda.

__ADS_1


Akhir-akhir ini memang Indra sering menginap di rumah Nindi karena dia merasa terabaikan oleh istrinya. Sebenarnya Indra merasa jika istrinya telah berubah karena sepertinya istrinya itu selalu menghindarinya.


Indra takut jika istrinya berselingkuh darinya, oleh karena itu Indra mengutus seseorang untuk mengawasi kegiatan istrinya. Namun sayangnya, gerakan dari Indra sudah terbaca oleh istrinya.


Orang suruhan Indra melaporkan bahwa istrinya hari-harinya dihabiskan untuk bekerja dan berkumpul dengan teman-teman perempuannya. Jika istrinya tidak berada di rumah, dia menginap di rumah orang tuanya.


Sempurna, sangat sempurna. Semua laporan dari orang suruhan dari Indra tersebut tidak ada yang mencurigakan, bahkan Indra tersenyum senang karena keraguannya terhadap istrinya tidak terbukti.


Tidak tahu saja Indra jika orang suruhan dari Indra itu sudah dibayar tiga kali lipat oleh istri Indra agar melaporkan pada Indra sesuai dengan yang diinginkan oleh istri Indra.


"Yuk kita mandi dulu, setelah itu kita berangkat. Persiapkan dirimu yang cantik," Indra menempelkan bibirnya sekilas di bibir Nindi setelah itu dia mengajak Nindi berjalan menuju kamar mandi di kamar mereka dan mereka sedikit mengulang hal-hal yang menjadi candu untuk mereka, kemudian mereka beristirahat dengan berendam di dalam bathub bersama.


Setelah kegiatan mereka yang memakan waktu sekitar dua jam di kamar mandi selesai, mereka segera bersiap dan berangkat menuju lokasi yang telah ditentukan.


Sesuai dengan janji Nindi pada Indra, sekarang ini dia berdandan sangat menggoda. Nindi memakai pakaian yang sangat minim, dengan belahan bagian depan yang sangat rendah, dan kain yang melekat sempurna di tubuhnya membuat Nindi seperti wanita yang siap untuk menggoda siapapun.


"Perfect baby! Yuk kita berangkat," Indra membawa Nindi ke suatu tempat yang telah dia janjikan bersama seseorang yang akan dia temui.


Ternyata Indra membawa Nindi ke suatu vila dan hanya ada seorang pria di dalamnya dan beberapa penjaga yang bersenjatakan pistol di luaran vila. Mereka bertugas menjaga dan mengamankan vila dari jangkauan orang asing.


Indra dan Nindi disambut hangat oleh pria tersebut. Pria yang berkisar umur lima puluh tahun itu memandang Nindi penuh minat dan itu diketahui oleh Indra. Indra tersenyum licik dan dia berharap rencananya akan berhasil.

__ADS_1


__ADS_2