Suamiku Chef Idolaku

Suamiku Chef Idolaku
62. Rencana


__ADS_3

Malam ini Nindi kembali diajak oleh Indra untuk bertemu dengan rekan bisnisnya. Seperti biasa, Nindi berpenampilan sangat menggoda. Ternyata bisnis kali ini Indra sedang bertransaksi dengan orang tersebut.


Jika dengan Bos yang dilayani oleh Nindi waktu itu, Indra sebagai pembeli dan menyodorkan Nindi untuk mendapatkan harga khusus. Sedangkan untuk setiap pertemuan lainnya yang membawa serta Nindi itu Indra sebagai penjual.


Kali ini mereka meraup keuntungan yang sangat besar karena barang yang dibeli oleh orang yang mereka temui kali ini berjumlah fantastis.


Nindi dengan anggunnya turun dari mobil dan tangannya bergelayut manja di lengan Indra. Dia sangat menikmati momen seperti ini, layaknya Nyonya besar yang dihormati banyak orang.


Transaksi dilakukan dengan sangat lancar, hingga pada saat koper yang berisi uang sudah mereka terima, ada beberapa orang yang mengepung mereka.


"Angkat tangan!"


"Anda sudah kami kepung. Serahkan diri kalian sekarang juga!"


Ekspresi kaget disuguhkan Nindi dan Indra saat mereka semua menodongkan senjata ke arah mereka. Reflek mereka berdua mengangkat tangannya sesuai dengan perintah mereka.


"Ka-kalian siapa?" tanya Indra yang ketakutan hingga gagap saat berbicara.


"Kami polisi. Anda ditahan karena tertangkap telah menjual narkoba. Silahkan ikut kami ke kantor polisi untuk proses selanjutnya!"


Tangan Indra dan Linda di borgol oleh polisi dan mereka dikawal oleh beberapa polisi dengan menaiki mobil polisi.


Ternyata pembeli tersebut adalah seorang polisi yang sedang menyamar. Padahal selama ini Indra dan tim nya sudah sangat selektif dan selalu mencari tahu tentang calon pembelinya. Indra tidak menjual barang tersebut pada sembarangan orang. Karena dia tidak ingin tertangkap oleh polisi.


Naasnya pembeli kali ini yang ternyata seorang polisi telah menyusun siasat dengan sangat rapi. Orang tersebut yang merupakan calon pembeli mengaku sebagai pengusaha perusahaan XXX dan Indra percaya karena orang yang bertugas mencari tahu seluk beluk tentang calon pembelinya itu benar-benar membuntuti dan mencari tahu di kantornya, dan memang benar-benar seperti yang dilaporkannya pada Indra. Tapi entah kenapa ternyata orang tersebut adalah seorang polisi.


Indra, Linda dan orang-orang yang bekerja dengannya pun ikut ditahan oleh polisi. Mereka semua digiring ke kantor polisi dan ternyata sudah banyak wartawan dari berbagai media yang menunggu mereka di kantor polisi.


Dengan sekejap Indra dan Linda menjadi bahan pembicaraan karena Indra sang pengusaha yang merangkap sebagai penjual narkoba dikalangan atas.


Ternyata dalang dari tertangkapnya Indra adalah istri Indra sendiri. Selama ini Indra membayar orang untuk membuntuti Indra dan mengumpulkan bukti perselingkuhan dan bisnisnya dalam penjualan narkoba serta penyelewengan dana perusahaan milik keluarga istri Indra.

__ADS_1


Rasti, yang merupakan istri Indra sangat cerdik. Dia membuat rencana tersebut seolah-olah dia tidak ikut serta dalam tragedi penangkapan Indra, Linda dan komplotannya. Dan polisi yang menyusun strategi hebat tersebut hingga bisa menangkap Indra dan komplotannya sekarang ini tepat waktu.


......................


"Sayang... bukannya itu Nindi ya?" Caramel bertanya pada Raymond pada saat mereka sedang melihat berita di TV sambil makan.


Kali ini, Caramel meminta agar Raymond memasakkannya makanan yang spesial dan memintanya untuk disuapi di depan TV. Jadilah sekarang Raymond menyuapi Caramel dan dirinya sendiri.


Manja sekali bukan Caramel? Itu dia lakukan agar selalu mendapatkan perhatian dari Raymond. Layaknya anak-anak yang ingin diperhatikan orang tuanya.


Caramel tak ingin jika perhatian Caramel berkurang padanya karena kehadiran Clara. Padahal Raymond tidak pernah memperhatikan Clara sejak kejadian Caramel salah paham waktu itu.


"Iya Sayang itu seperti Nindi dan Indra. Kenapa mereka ditangkap polisi ya?" Raymond menyuapi Caramel sambil memperhatikan tayangan berita yang menampilkan wajah Indra dan Nindi.


"Hah? Apa? Narkoba?" Caramel kaget mendengar berita di televisi yang menyebutkan Indra beserta Nindi dan komplotannya tertangkap basah sedang bertransaksi narkoba.


"Ckckck... Indra... Indra... kena juga kamu akhirnya," Raymond terkekeh melihat Indra dan Nindi diborgol tangannya.


"Iiih malah ketawa, kasihan tuh Indra," Caramel menepuk bahu Raymond.


"Hah, beneran?" Caramel menyingkirkan tangan Raymond dari hidungnya.


Raymond mengangguk sambil menyuapkan suapan terakhir ke mulut Caramel dan dirinya sendiri.


"Mmmm... Sayang, kamu gak gitu kan?" Caramel melihat Raymond dengan tatapan sendu.


"Sayang, aku tuh cinta banget sama kamu. Aku gak mungkin bisa tanpa kamu. Lalu buat apa aku dengan yang lain?" tangan Raymond yang sudah menaruh piringnya di atas meja, kini tangannya meraih tangan Caramel dan mengecup punggung tangan dan telapak tangan Caramel dengan penuh rasa sayang.


"Sungguh beruntungnya diriku memiliki suami sepertimu, Raymond Xavier," Caramel mengucapkannya dengan nada puitis sehingga membuat Raymond terkekeh dan mengambil tubuh Caramel untuk dipangkunya saking gemasnya dengan istrinya itu.


"Ck, kalian mesra-mesraan di luar, kasihan yang lihat. Di kamar sana biar gak bikin ngiler," suara Zayn mengalihkan kejahilan Raymond pada Caramel yang sedang berada di pangkuannya.

__ADS_1


"Ngapain kesini?" Raymond dengan tatapan kekesalannya menatap Zayn yang masih berdiri tidak jauh dari mereka.


"Disuruh Om Nathan sama Tante Grace buat ajak kalian ke acara yang diadakan di hotel sekarang," jawab Zayn sambil berjalan mendekati sofa.


"Jangan duduk. Kamu langsung pulang aja," Raymond mengusir Zayn.


"Sayang, iiih... gak sopan," Caramel menepuk tangan Raymond.


Zayn terkekeh mendengar Raymond yang masih sama seperti dulu jika sedang kesal padanya.


"Habisnya dia ganggu aja sih," Raymond mencebik kesal.


"Ngapain Zayn Daddy sama Mommy nyuruh kita ke sana?" tanya Caramel tanpa mempedulikan Raymond yang sedang kesal.


Zayn menggeleng dan berkata,


"Aku hanya ditugaskan untuk menjemput kalian berdua sekarang."


Caramel mengernyitkan dahinya dan menoleh menatap Raymond. Dan Raymond pun menggeleng tidak tahu apa maksud dan tujuan dari Daddy dan Mommy nya.


Raymond mengambil ponselnya dan menghubungi nomer Daddy nya, namun tidak ada jawaban dari Daddy nya. Karena tidak mendapatkan jawaban dari Daddy nya, Raymond menghubungi Mommy nya. Sayangnya Mommy nya pun tidak mengangkat teleponnya.


Namun beberapa detik kemudian ada suara notifikasi pesan pada ponsel Raymond. Dan ketika Raymond membuka pesan itu, dia bertambah heran karena Mommy Grace hanya mengirim pesan agar Raymond dan Caramel segera datang ke hotel dengan Zayn yang sudah menjemput mereka.


Raymond memperlihatkan pesan Mommy Grace pada Caramel dan dengan segera Caramel turun dari pangkuan Raymond menuju ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian.


"Ada apa sih sebenarnya Zayn? Gak biasanya Mommy sama Daddy ngadain acara mendadak gini." tanya Raymond bingung pada Zayn.


"Aku gak tau, tapi kamu harus hati-hati aja sama Clara, sepertinya dia sedang mendekati kembali Mommy Grace," jawab Zayn dengan memperingatkan Raymond.


"Sial! Apa sekarang ini dia sedang ada di sana?" tanya Raymond dengan kesalnya pada Zayn.

__ADS_1


"Aku gak ngerti pastinya gimana. Tapi tadi aku mendengar sedikit Tante Grace menyebut nama Clara sewaktu telepon dengan seseorang, mungkin saja itu Clara," jawab Zayn dengan wajah seriusnya.


Ada apa ini sebenarnya? ucap Raymond dalam hati sambil berpikir keras tentang apa yang terjadi.


__ADS_2