Suamiku Chef Idolaku

Suamiku Chef Idolaku
43. Mama Papa-nya Dave


__ADS_3

"Hahahahahaha....," tawa menggema dalam ruangan kantor itu.


Pak Sarno dan Revan tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan polos Dave yang begitu lucu menurut mereka. Sedangkan Caramel hanya nyengir mendengar pertanyaan Dave karena Caramel tahu jika Raymond pasti marah.


Dan benarlah, Caramel melihat wajah suaminya itu yang sudah bertanduk. Caramel heran, kenapa Raymond sampai semarah itu padahal Dave masih sangat kecil untuk tahu masalah itu.


"Sayang, senyum dong," Caramel mendekati suaminya dan bergelayut manja pada lengannya, berharap suaminya itu akan luluh padanya.


Raymond melirik istrinya yang terlihat sangat imut dengan muka yang menggemaskan. Niatnya dia ingin memberikan pelajaran pada istrinya dengan dia mendiamkannya, namun apa daya, pesona Caramel lebih tinggi dibandingkan keegoisannya.


Apa boleh buat, Raymond tidak bisa menolak pesona istrinya itu.


Daripada aku tersiksa dan tidak mendapatkan jatah makan malamku di kamar, mendingan aku turunin dulu deh egoisku kali ini. Ngalah sama istri cantik dan seksi apa salahnya? Salah egoku jika aku tidak mendapatkan jatahku nanti. Ok sayang, bersiaplah malam nanti kau akan aku hukum, Raymond membatin dengan smirk yang timbul di bibirnya.


"Sayang... sayang... kenapa?" tanya Caramel heran melihat suaminya yang diam dengan seringaiannya dan meliriknya.


"Aku gak marah, tapi siapkan dirimu nanti malam," bisik Raymond di telinga Caramel dengan lembut, namun mampu membuat Caramel merinding.


Caramel menoleh melihat wajah suaminya yang tersenyum menggoda dan mengedipkan sebelah matanya pada Caramel.


Caramel bergidik ngeri, dia tahu apa artinya itu. Dia berharap kali ini dia akan tetap bisa beraktifitas, dia tidak ingin seperti kejadian waktu itu yang berkali-kali dibuat lemas oleh Raymond sehingga tidak ada tenaga sama sekaki untuk berjalan, seolah tulang-tulangnya remuk.


Mampus, bisa-bisa aku dibuat tak berdaya lagi. Aaaaah... tidaaaaak....


"Onty... Onty... atu mau dendon uncle ladi," seru Dave yang kini sudah bangkit dari tempat duduknya.


"Gendong Uncle?" tanya Caramel ragu.


Dave mengangguk-anggukkan kepalanya. Sambil mengangkat kedua tangannya ke atas dengan muka polos dan lucunya itu dia berlonjak-lonjak sambil berkata,


"Dendon... dendon... dendon Ucle... dendon..."


Caramel kembali nyengir melihat ke arah suaminya. Namun di luar dugaan Caramel karena Raymond tersenyum senang melihat tingkah Dave yang bisa berdekatan dengannya.


Raymond menggendong Dave layaknya anaknya sendiri. Dave sangat senang hingga dia teriak kegirangan dan bertepuk tangan.


"Udah... udah sana main rumah-rumahan bertiga mumpung ada yang jadi anaknya. Biar gak main rumah-ruamahannya cuma kuda-kudaan doang," ucap Pak Sarno sambil terkekeh.


"Nah betul tuh, sana main di luar, ceritanya sedang rekreasi bertiga," Revan pun ikut menimpali sambil terkekeh juga.

__ADS_1


Raymond terhipnotis oleh mata Dave yang sangat lucu menurutnya. Biasanya Raymond akan marah-marah tiap kali di ledek oleh Pak Sarno dan Revan, tapi kali ini dia malah tersenyum dengan menatap Dave dan sesuai dengan perkataan Revan dan Pak Sarno, Raymond mengajak Caramel dan Dave keluar untuk bermain bersama.


Tangan kiri Raymond menggendong Dave dan tangan kanannya menggandeng tangan Caramel. Mereka berjalan layaknya sebuah keluarga yang bahagia.


Ada kalanya mereka tertawa bahagia bersama. Raymond menggendong Dave dengan beberapa model. Kada g Dave digendong ala model pesawat, kadang dipanggul, bahkan Dave duduk di belakang kepala Raymond dengan kedua kakinya berada di samping kanan dan kiri kepala Raymond.


Wow... amazing ini mah, seorang Raymond yang dikenal cuek dan dingin bisa menjadi seorang Ayah idaman. Hah, idaman? Gawat, ini mah idaman semua orang, anak-anak, gadis remaja sampai ibu-ibu pasti pada ngantri kalau ada Ayah sekeren dia. Aaah... suamiku hot daddy banget deh..., Caramel membatin ketika melihat Raymond berkejar-kejaran dengan Dave di taman.


"Wah kalau Papanya kayak gitu, aku mau deh jadi mama sambungnya," ucap wanita yang berdiri tidak jauh dari Caramel berada.


"Ngawur, emang gak punya istri tuh orang?" tanya wanita yang ada di sebelahnya.


"Buktinya mereka cuma berdua aja. Keren banget gak sih?" ucap wanita yang berniat menjadi istri Raymond.


"Bangeeeet. Duda aja keren, apalagi perjakanya, pasti wow banget," ucap wanita satunya disertai kekehan mereka berdua.


"Liat aja pasti nanti bisa aku taklukan," ucap wanita yang berminat pada Raymond tadi dengan percaya dirinya.


Mendengar percakapan mereka, darah Caramel mendidih. Dia memang cemburu tiap kali Raymond di dekati dengan wanita lain, tapi dia tidak pernah mengakuinya.


"Dave... Papa..!" teriak Caramel sambil melambai-lambaikan tangannya.


Mendengar teriakan Caramel , Dave dan Raymond menoleh, mereka mengikuti Caramel melambaikan tangan mereka ke arah Caramel.


Raymond menunduk dan membisikkan sesuatu pada Dave. Kemudian Dave berlari kearah Caramel sambil merentangkan kedua tangannya dan berseru, "Mama.....!"


Kedua wanita tersebut tampak syok melihat dan mendengar adegan ibu dan anak itu. Caramel dengan bangganya menangkap tubuh Dave dan menciuminya hingga Dave tertawa karena kegelian.


Raymond tertawa dan mendekat pada mereka, kemudian Raymond ikut merangkul keduanya dan menciumi pipi Caramel dan Dave bergantian.


"Papa...," seru Caramel sambil memeluk suaminya.


Padahal jarak mereka hanya beberapa sentimeter saja, tapi Caramel sengaja memanggil Raymond dengan sebutan Papa disetai seruan yang lantang agar kedua wanita tadi mengerti bahwa pria yang dipeluk Caramel ini mempunyai istri.


Raymond tertawa mendengar Caramel memanggilnya Papa, serasa mereka benar-benar main rumah-rumahan. Raymond tidak mengerti tujuan Caramel sebenarnya memanggil Raymond dengan sebutan Papa hanya untuk memberitahukan pada semua orang bahwa Raymond adalah suaminya. Sedangkan Raymond hanya menganggap mereka sedang main rumah-rumahan.


Dave ikut memeluk mereka berdua dan menyerukan panggilan mereka.


"Mama... Papa..."

__ADS_1


Raymond dan Caramel tertawa melihat Dave yang masuk dalam pelukan mereka dan memanggil mereka Mama dan Papa, seolah menjadi semangat untuk mereka berdua.


"Yeaaaay... ini Mama dan Papa Dave. Yeaaaay...," Dave melonjak-lonjak kegirangan.


Wanita-wanita tadi hanya bisa bengong melihat kesempurnaan keluarga yang ada di depan mereka. Suami yang tampan, keren dan berkelas dengan istri yang cantik dan seksi sekaligus anak mereka yang sangat lucu. Siapapun akan iri dengan mereka, terlihat sempurna dan sangat bahagia.


"Chef, ada orderan untuk menu yang baru, kita belum berani membuatnya," ucap Rudi si koki senior di hadapan Raymond.


"Menu baru? yang tadi pagi saya bikin?" tanya Raymond heran.


"Iya Chef," jawab Rudi.


"Siapa yang mengeluarkan menu itu hari ini? Menu itu belum saya demo kan pada kalian, bagaimana kalian bisa membuatnya?" seru Raymond kesal.


"Maaf Chef, tiba-tiba Pak Anto membawa orderan menu yang baru Chef," Rudi menjawab dengan menundukkan kepalanya, takut melihat reaksi kemarahan Raymond.


"S**t!! Pak Anto... Pak Anto... Pak Anto, kenapa selalu dia yang menggangguku," ucap Raymond penuh emosi.


Caramel menutup telinga Dave, karena dia takut jika Dave mendengar umpatan dan kemarahan dari Raymond.


"Sayang, udah deh masakin aja sebentar, kita tunggu di sini ya. Aku sama Dave main di sini," Caramel membujuk Raymond agar dia bisa menghentikan kemarahannya.


"Tapi dia seenaknya aja, belum diperintah udah main jual-jual aja," kesal Raymond.


"Itu bisa kamu selesaikan nanti, yang penting sekarang tamu tidak boleh kecewa. Toh ada kamu yang bisa memasaknya," bujuk Caramel pada Raymond.


"Baiklah, tapi kamu sama Dave ikut aku ke dalam," perintah Raymond pada Caramel.


"Tapi-"


"Gak ada tapi-tapian sayang... aku gak mau ya kamu di sini digodain atay diliatin cowok lain," Raymond menggandeng tangan Caramel dan menggendong Dave.


Setelah itu Caramel dan Dave menunggu Raymond yang sedang memasak dari kejauhan namun masih terlihat jelas aksi Raymond yan luarrr biasa menurut Caramel.


"Yeaaaay Papa keyeeeen...," teriak Dave sambil lonjak-lonjak dari bangku tempatnya berada saat ini.


Raymond tertawa mendengar anak seharinya itu memuji keterampilannya dalam mengolah makanan.


Setelah mereka selesai, mereka juga makan bersama di restoran, tepatnya di ruang VIP. Setelah kenyang, mereka berniat mengembalikan Dave pada Daniel karena Dave sudah mulai mengantuk.

__ADS_1


Akhirnya mereka menemukan Dave yang sedang memancing, dan mereka memberikan Dave kembali pada Daniel.


"Mama... ayo pulang," pinta Dave ketika ada dalam gendongan Daniel.


__ADS_2