Suamiku Chef Idolaku

Suamiku Chef Idolaku
55. Misunderstanding


__ADS_3

"Ca, bisa tolong anterin ke kantor gak? Ini banyak orderan yang masuk, sepertinya yang lain juga pada sibuk, pada rame tuh di restoran outdoor," seorang Bartender senior meminta pertolongan pada Caramel.


"Ok Kak Rendra, sini aku bawain, ke kantor kan?" Caramel memastikan tujuannya.


"Maaf loh Ca, ups... Bu Bos," ucap Rendra sambil terkekeh.


"Apaan sih Kak. Karena aku baik hati dan tidak sombong, aku akan mengantarkan minuman ini dengan selamat sampai tujuan," Caramel tersenyum lebar menampakkan deretan giginya.


Rendra masih saja terkekeh sambil meracik minuman mendengar ucapan dari Caramel.


Caramel berjalan dari bar menuju kantor melalui kitchen, dan dia tidak melihat suaminya berada di sana.


Caramel langsung membuka pintu kantor dan matanya terbelalak melihat sosok yang dicarinya tadi berada di dalam kantor bersama seorang wanita yang pakaiannya sangat ketat.


Raymond berhadapan dengan wanita tersebut dan menundukkan pandangannya,sedangkan wanita tersebut melingkarkan kedua tangannya pada leher Raymond.


Prang....


"Raymond Xavier..... beraninya kamu! Awas ya gak ada jatah buatmu malam ini!" Caramel berteriak dan tidak sengaja menjatuhkan gelas-gelas yang ada di tray karena kaget melihat suaminya seperti itu di dalam kantor tanpa ada orang lain.


Raymond kaget mendengar suara istrinya dan dia menghadap ke depan, tepat di depannya ada istrinya yang berwajah penuh amarah dan air matanya yang sudah menetes di pipinya.


"Sayang...," Raymond menghempaskan tangan wanita tadi yang sedang memakaikan dasi pada kerah Raymond.


Caramel lari berpapasan dengan Pak Sarno yang akan masuk ke dalam kantor.


"Kenapa Chef?" tanya Pak Sarno yang melihat Chef Raymond mengejar Caramel.


"Gawat," jawaban singkat yang keluar dari mulut Raymond sambil berlari mengejar Caramel.


Sedangkan wanita tadi tersenyum penuh kemenangan dan berkata,


"Akan kudapatkan kau kembali Raymond Xavier."


Kali ini sepertinya Caramel tidak akan mudah percaya dengan Raymond. Buktinya dia sudah melayangkan ancamannya.


Raymond berlari mecari Caramel di semua tempat yang kemungkinan menjadi tempat persembunyiannya. Namun Caramel benar-benar tidak ada. Bahkan keamanan yang sudah dihubungi untuk mencegat Caramel apabila keluar dari area tersebut tidak ada yang melapor menemukan Caramel.


Rusak sudah harapan Raymond tentang malam yang indah nanti sepulang mereka bekerja. Raymond menelusuri setiap arena permainan dan bertanya pada karyawan yang berada di sana, namun jawaban mereka sama, mereka tidak tahu dimana Caramel berada.


Mata Raymond menangkap sosok Zayn, akhirnya dia mendekati Zayn dan bertanya padanya.


"Apa kamu melihat istriku?" Raymond bertanya dengan mata mengancam dan nafas yang ngos-ngosan.

__ADS_1


"Istri? Caramel?" tanya Zayn heran.


"Ck, iya, siapa lagi?" Raymond bertambah kesal dengan pertanyaan dari Zayn.


"Lah kemana lagi dia? Bukannya tadi sama kamu terus?" tanya Zayn heran.


"Ck, salah paham lagi, dia lari gara-gara lihat aku bersama Clara di dalam kantor," jawab Raymond frustasi sambil mengacak kesal rambutnya.


"Gak mungkin Caramel lari begitu saja jika kalian tidak melakukan apa-apa," Zayn mengatakan apa yang ada di pikirannya.


"Ini semua gara-gara Clara. Aku sudah melarangnya, tapi tetap saja dia memaksa dengan caranya," Raymond berbicara dengan Zayn namun matanya masih menelusuri semua area untuk mencari sosok istrinya.


"Clara? Clara... Clara teman kecil kita?" tanya Zayn ragu.


Zayn berharap bahwa Clara yang dimaksud oleh Raymond bukan Clara yang Zayn maksud. Sayangnya Raymond mengiyakan, Raymond menganggukkan kepalanya.


"Huffft.... kenapa dia bisa ada di sini?" Zayn menghela nafas ikut merasakan frustasinya Raymond.


"Dia melamar menjadi marketing," Raymond menjawab dan matanya masih mencari keberadaan Caramel.


"Pasti ada sesuatu sehingga Caramel bisa seperti itu," Zayn mencari kebenaran dari cerita Raymond.


Akhirnya Raymond menceritakan awal mula dia berada di dalam kantor untuk mewawancarai seseorang yang melamar menjadi marketing, hingga Caramel melihatnya dan Clara di dalam kantor berdua.


Flashback


"Udah Pak Sarno ajak Revan aja yang nemuin, Saya percaya kok sama pilihan kalian," Raymond mengatakannya sambil memasak dan sesekali matanya melihat ke arah Caramel.


"Gak bisa Chef, Revan lagi libur," ucap Pak Sarno.


"Besok aja nunggu Revan," Raymond tidak mau mengurusi hal seperti itu.


"Sekarang aja Chef, tanggung itu orangnya udah ada di dalam," ucap Pak Sarno yang masih setia membujuk Raymond.


"Ya udah, sebentar," Raymond menginstruksikan pada koki yang ada di sebelahnya agar melakukan seperti yang diajarkannya.


Sampainya di dalam kantor, Raymond melepas apron nya dan mengambil dasinya dari tas kerjanya yang ada di meja kerjanya.


Wanita yang ada di dalam kantor itu memperhatikan Raymond dengan sangat intens sehingga membuat Raymond tidak nyaman. Akhirnya Raymond tidak jadi menggunakan dasinya karena Pak Sarno sudah duduk menunggu dari tadi di depan wanita tadi.


"Ayo kita mulai," Raymond mempersilahkan Pak Sarno untuk mewawancarai wanita tersebut.


Jujur saja Raymond tidak menyukai cara berpakaian wanita di depannya ini karena terlaku terbuka dan terlaku ketat sehingga mempertontonkan lekuk tubuhnya. Namun Raymond berpikir bahwa hal itu wajar karena wanita tersebut seorang marketing yang harus memperhatikan penampilannya.

__ADS_1


Pak Sarno bertanya pada wanita tersebut seperti bertanya pada calon karyawan lainnya. Kemudian Pak Sarno meminta ijin sebentar untuk mengambil minuman dan pada saat itu Raymond memeriksa CV dari wanita yang ada di depannya.


"Ray, kamu tidak mengenalku?" tiba-tiba wanita tersebut bertanya pada Raymond yang masih memeriksa CV nya.


Raymond mengalihkan pandangannya dari berkas tersebut pada wanita yang ada di depannya. Raymond diam saja tampak mengingat siapa sebenarnya wanita yang di depannya ini.


"Kamu benar-benar melupakanku Raymond Xavier," ucap wanita tadi dengan ekspresi kesal dan melipat kedua tangannya di depan dadanya.


Raymond tetap diam, kemudian dia melihat kembali CV yang ada di tangannya, di sana tertera nama Clara.


Clara? Siapa dia? Kenapa dia mengenal namaku? Eh tapi siapa yang gak kenal namaku yang bisa dicari di internet sekalipun, Raymond berkata dalam hati.


"Aku Clara Ray, teman kecilmu dulu, kamu gak ingat? Kita dari dulu selalu bermain bersama hingga kamu mendadak harus pindah. Ingat gak Ray?" Clara bertanya kembali pada Raymond.


Sepersekian detik Raymond samar-samar mengingatnya.


"Aku kira aku ingat sedikit, kita bermain bersama Zayn bukan?" Raymond mencoba bertanya tentang ingatannya.


"Akhirnya kamu ingat. Aku merindukanmu Ray," Clara beranjak dari duduknya hendak memeluk Raymond, namun Raymond menghindar.


"Sorry Clara, jangan lakukan itu. Aku sudah mempunyai wanita yang sangat aku cintai," Raymond mencoba memberitahu Clara tanpa membuatnya tersinggung karena Clara temannya, tidak seperti Raymond yang biasanya dingin dan cuek tanpa memikirkan perasaan orang lain.


Wajah Clara mendadak berubah tidak seceria tadi. Bahkan rasa senangnya karena bertemu dengan Raymond mendadak hilang karena ucapan Raymond yang menolak pelukannya.


Clara akan duduk, namun dia melihat dasi Raymond yang tidak jadi dipakainya tadi. Clara berinisiatif untuk membantu Raymond memakainya.


"Ray, sini aku bantu memakaikan dasimu," Clara mengambil dasi Raymond yang berada di meja dan mencoba memakaikannya pada Raymond.


Raymond menghindar. Raymond berdiri karena jika dia duduk, dia merasa tidak tenang.


Naasnya, Clara masih saja mendekatinya dan memaksa Raymond untuk mau dipakaikan dasi olehnya.


Raymond sudah menolak, namun tangan Clara kini sudah berada di lehernya dan memasangkan dasinya.


Pada saat itu Caramel datang membawa minuman dan melihat semuanya. Dan dia lari setelah memberikan ancamannya pada Raymond.


Flashback end


"Apa mungkin Caramel salah paham seperti kamu salah paham padanya waktu itu?" Zayn bertanya pada Raymond.


"Mungkin, sepertinya dia salah mengartikan gerakan kami tadi," Raymond menghela nafasnya berat karena tak ada yang menemukan Caramel.


"Bos, Nyonya Caramel ada di parkiran sebelah kanan," lapor seorang keamanan yang berlari mendekati Raymond.

__ADS_1


__ADS_2