Suamiku Chef Idolaku

Suamiku Chef Idolaku
72. Hampir saja


__ADS_3

Hari ini adalah hari di mana Raymond dan Caramel menjadi pusat perhatian selain Daddy Nathan dan Mommy Grace. Pesta ini sangat mewah dan elegant. Semua mata terpanah ketika melihat Raymond dan Caramel yang masuk ke dalam function room.


Tak terkecuali dengan keluarga Clara. Mereka semua datang karena mendapat undangan dari Daddy Nathan. Dan Clara akan melaksanakan rencananya, rencana yang sudah dia susun sejak beberapa hari yang lalu.


Acara berjalan dengan lancar dan sangat meriah. Daddy Nathan, Mommy Grace, Raymond dan Caramel merupakan bintang dari pesta tersebut. Semua orang bertepuk tangan ketika Daddy Nathan memperkenalkan Raymond dan Caramel di depan mereka semua.


Tangan Raymond tidak pernah lepas dari pinggang Caramel karena dia tidak ingin istrinya diganggu ataupun dilirik oleh lelaki lain. Caramel sebenarnya risih karena setiap ada laki-laki yang mendekat pada mereka, Raymond malah mengeratkan pelukannya hingga badan Caramel semakin melekat padanya. Padahal mereka hanyalah para tamu undangan yang mengucapkan selamat padanya.


"Sayang, aku ke toilet dulu ya," Caramel meminta ijin pada Raymond.


"Aku antar ya," Raymond tidak mau melepaskan istrinya.


"Enggak usah Sayang, aku hanya sebentar, dan aku udah hafal jalannya," Caramel tersenyum geli menjelaskannya.


"Tapi-"


"Udah, itu buruan kamu temui tamu-tamunya biar kita bisa bersantai berdua," ucap Caramel sebelum dia pergi meninggalkan Raymond.


"Say-"


"Ray, ini minuman buat kamu. Aku lihat dari tadi kamu belum minum," Clara menyela Raymond yang sedang memanggil Caramel dengan menyodorkan segelas minuman berwarna merah pada Raymond.


Minuman yang dibawa oleh Clara hanya dilihat saja oleh Raymond tanpa ada niatan untuk mengambilnya.


"Ayo ambil Ray, tanganku pegal membawanya terus-terusan," Clara merajuk manja pada Raymond.


"Aku tidak menyuruhmu mengambilkanku minuman," ucap Raymond ketus dengan mengedarkan pandangannya ke arah jalannya toilet untuk melihat istrinya.


"Minum sajalah Ray, kamu gak kasihan sama aku yang sudah capek-capek membawakanmu minuman ini?" Clara kembali merajuk pada Raymond.


Namun seketika Clara terkejut ketika ada tangan lain yang merampas gelas minuman yang dia sodorkan tadi untuk Raymond. Sontak saja Clara dan Raymond melihat ke arah pemilik tangan tersebut. Dan ternyata orang itu adalah Zayn.


"Zayn, apa yang kamu lakukan? Kembalikan gelas itu! Cepat kembalikan! Itu hanya untuk Raymond. Cepat kembalikan!" Clara berseru marah pada Zayn.

__ADS_1


"Kenapa kamu sangat marah? Masih banyak minuman di sana. Kamu ambil lagi saja," ucap Zayn yang tidak mau kalah dengan Clara.


Zayn memandang Clara dengan wajah mengejek dan juga tersenyum seolah mengejek Clara.


"Kembalikan Zayn!" seru Clara sambil merebut gelas yang sekarang berada di tangan Zayn.


Karena Clara begitu berminat dengan minuman tersebut, Zayn berniat menjahilinya. Zayn meminum minuman tersebut, namun hanya separuh, karena Clara segera menghentikannya dengan menahan gelas tersebut sewaktu minuman itu diminum oleh Zayn.


"Kenapa? Apa kamu mau?" tanya Zayn sambil tersenyum jahil pada Clara.


"Eng-enggak, aku gak mau min-"


Ucapan Clara belum selesai, namun gelas itu sudah berada di bibir Clara dan Zayn memaksa Clara untuk meminumnya.


"Habiskan. Bukannya sedari tadi kamu ingin meminumnya," ucap Zayn seraya memaksa Clara untuk meminum minuman tersebut.


Clara tidak bisa lagi mengelak. Dengan reflek dia menelan minuman tersebut sampai habis. Dengan kata lain, minuman tersebut lebih banyak diminum oleh Clara daripada yang diminum oleh Zayn.


"Ada apa Sayang?" Caramel bertanya pada Raymond ketika dia sudah sampai di dekat Raymond.


Zayn dan Clara menoleh ke arah Raymond karena mereka mendengar suara Caramel. Dengan seketika Zayn menarik tangan Clara untuk menjauh dari Raymond dan Caramel.


"Lepaskan! Lepaskan aku Zayn. Lepaskan!" Clara berseru pada Zayn.


Pesta tersebut sangat ramai, namun Zayn tidak peduli dengan pandangan orang lain mengenai mereka berdua.


Bahkan kedua orang tua Clara pun tidak mengetahui mereka karena kedua orang tua Clara sedang mencari perhatian pada Daddy Nathan dan Mommy Grace.


"Kamu mau apa Zayn?" tanya Clara dengan nada gelisah.


Tiba-tiba saja tubuh Clara memanas dan merasa kegerahan hingga berkeringat. Hal itu pula yang dirasakan oleh Zayn. Mereka menghentikan perdebatan karena merasa tubuh mereka menginginkan hal lain.


"Zayn.... bawa aku ke dalam kamar," ucap Clara dengan gusar.

__ADS_1


Zayn segera memasukkan Clara ke dalam kamar yang berada tidak jauh dari tempat mereka berada, karena kamar tersebut adalah milik Zayn untuk menginap malam ini.


Raymond dan Caramel mengikuti Zayn dan Clara yang sepertinya berdebat sangat hebat. Mereka berdua ingin tahu apa yang akan Zayn dan Clara lakukan. Dan ternyata, bibir Raymond melengkung karena tersenyum melihat Zayn dan Clara yang merasakan hal yang sama dan kini mereka berdua sedang berada di dalam kamar yang sama.


"Huffft... hampir saja...," Raymond menghela nafas lega dengan tersenyum senang.


"Ada apa sih Sayang?" Caramel bertanya karena dia bingung dengan Raymond yang justru senang melihat Zayn. dan Clara masuk ke dalam kamar hang sama.


"Pasti itu reaksi dari minuman yang dibawanya tadi. Aku sangat berhutang budi pada Zayn," jawab Raymond pada Caramel tanpa menjelaskan apa yang terjadi dengan Zayn dan Clara.


"Maksud kamu....," Caramel menggantungkan ucapannya.


"Nanti saja akan aku jelaskan di dalam kamar, serta aku praktekan apa yang mereka lakukan di dalam sana," Raymond terkekeh melihat wajah kebingungan dari istrinya.


Di dalam kamar Zayn, Clara berniat untuk berendam dalam bath ub yang dia harapkan agar bisa mengatasi rasa panas kegerahan dalam tubuhnya. Dan Clara lun segera masuk ke dalam kamar mandi dan berendam di sana ketika dia sudah masuk ke dalam kamar.


Tok... tok... tok...


"Clara, buruan, aku juga sangat gerah dan ingin segera mandi," teriak Zayn dari depan pintu kamar mandi.


Namun tak ada suara apapun dari dalam kamar mandi dan hal itu membuat Zayn merasa khawatir pada Clara.


Zayn membuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci dari dalam. Dan dia melihat tubuh Clara yang tidak memakai apapun berada di dalam bath ub.


Clara kaget melihat Zayn yang menerobos masuk ke dalam kamar mandi. Namun keinginan untuk menuntaskan hasil dari obat yang dia campurkan ke dalam minuman tadi membuat Clara ingin melakukannya.


Clara berdiri dari bath ub dan berjalan mendekati Zayn. Sedangkan Zayn diam karena terkejut melihat Clara yang tanpa balutan busana menghampirinya.


Timbullah gelora aneh pada diri Zayn. Miliknya yang masih terlindungi oleh celananya itu menjadi tegak bersiap untuk digunakan.


"Zayn... aku... aku... menginginkanmu," ucap Clara dengan melihat sesuatu milik Zayn yang sudah suap bertempur.


"A-apapun untukmu Sayang...," jawab Zayn yang secepat kilat mengambil dagu Clara dan me-lu-mat-nya.

__ADS_1


__ADS_2