Suamiku Chef Idolaku

Suamiku Chef Idolaku
35. Honeymoon


__ADS_3

Kerlap kerlip lampu warna warni dengan hentakan suara musik yang menyakitkan telinga membuat seorang Nindi menjadi lupa akan segalanya.


Dengan bergelayut manja di lengan seorang pria, dia meneguk habis minuman beralkohol yang ada di gelasnya.


Dia berjoget-joget bak orang kesurupan untuk menghilangkan stres dan pikirannya. Bersenang-senang adalah jawaban yang pas untuk semua permasalahan yang dia hadapi.


Tempat ini tidak asing bagi Nindi, bahkan bisa dikatakan bahwa dia menjadi pelanggan tetap di klub malam ini.


Sedangkan orang yang bersamanya tidak selalu sama, dia hanya ingin bersenang-senang dengan orang tersebut dan tentunya juga ingin duitnya.


Sangat lelah jika harus mengumpulkan uang dari hasil kerja kerasnya. Jika dia melakukan ini, dia akan meraih keuntungan yang lebih besar.


Nindi melupakan sejenak masalah balas dendamnya pada Caramel, dia ingin rileks dan bersenang-senang.


Kebetulan pria di sampingnya ini membutuhkan jasanya. Dengan senang hati Nindi menerima tawaran tersebut yang tentunya nominal uang yang dia terima sama dengan gajinya satu bulan. Kadang malah bisa lebih jika mereka bepergian seharian.


Setelah puas bersenang-senang di klub malam, kini Nindi menuju hotel bersama pria tersebut. Nindi melakukan tugasnya hingga pria tersebut merasa puas.


Sayangnya Nindi tidak diperbolehkan pulang karena si pria tersebut menginginkan Nindi untuk menemaninya sampai dua hari ke depan.


Pria tersebut merupakan seorang pengusaha yang sudah berusia sekitar lima puluh tahunan itu bernama Indra Brahmana.


Dia mengajak Nindi ikut dengannya ke luar kota untuk menghadiri rapat kerja sama dengan perusahaan lain.


Acara itu dilaksanakan di Bali yang sekaligus menjadi tempat untuk proyek baru mereka.


Dengan senang hati Nindi menyetujui kemauan Indra. Apalagi Indra sangat loyal padanya. Seandainya Indra mau meninggalkan istrinya, pasti Nindi akan dengan senang hati menggantikan posisi istrinya.


Sayang sekali itu tidak bisa digapai oleh Nindi, karena perusahaan yang dikelola oleh Indra adalah perusahaan milik keluarga istrinya, dan Indra tidak mau meninggalkan kehidupan nyamannya ini.


Meskipun begitu Nindi tetap senang karena Indra selalu membutuhkannya. Namun tidak diketahui Nindi jika sebenarnya Indra mempunyai banyak wanita, bisa dibilang di setiap kota.


Beruntung sekali Nindi diajak ke Bali karena wanita Indra yang berada di Bali sedang ada di luar negeri dengan pria lain.

__ADS_1


Untuk pekerjaan Nindi, dia tidak memikirkannya meskipun sudah waktunya dia masuk kerja, toh dia sudah di skors. Dia akan berpura-pura untuk lupa akan hari masuk kerjanya.


Tentu saja Nindi lebih memilih menemani Indra ke Bali daripada bekerja. Selain mendapatkan uang yang banyak dari Indra, Nindi juga bisa ke Bali dengan gratis.


Di sebuah hotel ternama di Bali, Nindi memulai aksi panasnya malam ini bersama Indra. Mereka memang tinggal satu kamar karena Indra memang mengajak Nindi untuk selalu melayaninya di kamar tersebut.


Berbeda dengan pasangan yang sudah resmi menikah ini. Raymond dan Caramel memadu kasih di sebuah resort mewah yang merupakan milik keluarga Raymond dan kini sudah diberikan pada Raymond sebagai hadiah pernikahannya.


Kegiatan mereka tidak jauh-jauh dari kemesuman Raymond. Hingga di saat makan malam pun Raymond memberikan dinner romantis di dekat pantai dengan pijaran lampu yang sangat indah dan suasananya begitu romantis membuat Caramel sangat terpukau dan bahagia.


Raymond memberikan kotak yang indah pada Caramel pada saat mereka dinner. Mata Caramel membelalak ketika melihat isi dari kotak tersebut adalah satu set perhiasan emas yang bertahtakan berlian putih yang berkilau sangat indah.


Raymond mengambil kalung yang dari kotak tadi dan memakaikannya di leher istrinya. Dari belakang dia melingkarkan kalung tersebut dan mencium pundak serta tengkuk istrinya.


Aroma tubuh istrinya itu selalu menjadi candu untuknya. Dihirupnya dalam-dalam aroma tubuh istrinya itu membuat bulu yang ada di tubuh Caramel meremang.


Caramel segera membalikkan badannya, dia tidak ingin terlalu lama merasakan gelenyar aneh dalam tubuhnya kembali.


Raymond mengerti, dia tersenyum licik karena dia pasti sudah merencanakan sesuatu.


Kini lingerie itu menempel sempurna di badan Caramel karena bujukan dan ancaman dari suaminya. Lingerie merah berenda dan transparant dengan banyak tali, jika tali itu dibuka, maka lingerie itu akan terlepas sempurna dari tubuhnya.


Sungguh pintar sekali suaminya ini memilih barang yang bisa menguntungkannya. Caramel menggelengkan kepalanya, dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang ini.


Caramel berada di depan cermin dam memandang dirinya yang benar-benar sangat menggoda.


Terlihat dari cermin itu di belakangnya ada seseorang dengan senyuman kepuasan dan mata yang sangat menginginkannya.


Namun Caramel takut dengan tatapan itu, tatapan yang ingin menghabisinya dan memilikinya.


Aaah... habislah aku... pasti ini akan lama dan aku tidak bisa mengelak lagi. Bagaiman-


Belum selesai Caramel membatin, tangan Raymond sudah meraih tubuhnya ke dalam pelukannya. Tangannya yang lihai itu membuka tali lingerie dan lepaslah semua lingerie dari tubuh Caramel.

__ADS_1


"Kamu sungguh indah, aku mencintaimu," ucap Raymond sambil melancarkan aksi tangannya menuju semua bagian tubuh istrinya, terutama bagian favoritnya.


"Tubuhmu sangat seksi, kamu menjadi canduku sayang," oceh Raymond di sela aktifitasnya.


Caramel hanya pasrah dan menikmati setiap sentuhan dan semua perlakuan Raymond padanya hingga membuatnya melayang dan menuju titik ******* secara bersamaan.


Sungguh awal honeymoon yang indah bagi mereka. Raymond terengah-engah dan mengusap perut istrinya berharap agar segera diberikan keturunan pada mereka.


Matahari yang sudah tinggi menyorot kamar pengantin baru ini. Raymond dan Caramel bangun saat siang sudah menyapa mereka.


Mereka sangat kelelahan, terutama Caramel yang habis-habisan dimangsa oleh suaminya saat pagi tadi yang tiba-tiba tangannya sudah menggerayangi seluruh tubuhnya.


Meskipun sangat lelah, Caramel tetap meminta untuk jalan-jalan berkeliling kota Bali. Dia ingin berkunjung ke semua tempat yang indah di kota Bali.


Tentu saja Raymond mengabulkan semua permintaan istri yang sangat dicintainya ini. Mereka mendatangi semua tempat yang Caramel inginkan, namun tidak bisa selesai hanya satu hari. Tidak mengapa, karena lebih lama berada di tempat ini, Raymond lebih senang dan dia berharap tidak ada pengganggu yang mendatanginya.


Ternyata harapan Raymond tidak semuanya terkabul. Karena kini secara tidak sengaja, Raymond dan Caramel bertemu dengan Nindi ketika makan di restoran hotel milik Raymond.


Dan di hotel itulah Nindi menginap bersama Indra. Nindi dan Indra sedang makan bersama di restoran hotel tersebut.


Bertemulah mereka karena Indra menyapa Raymond yang memang mereka pernah menjalankan bisnis bersama.


Nindi menatap Caramel penuh permusuhan. Namun Raymond segera mengajak Caramel pergi karena dia tidak mah tahu dengan urusan Nindi bersama Indra.


Di tengah malam, ponsel Raymond berdering. Dia sangat malas mengangkatnya karena dia sedang proses untuk menanam benih di dalam kandungan istrinya.


Karena ponsel itu berbunyi terus menerus, akhirnya Raymond mengangkatnya, dan dia membelalak kaget ketika mendengar ada masalah di hotel yang melibatkan banyak wartawan.


Segera Raymond berganti pakaian dan mengajak Caramel untuk datang ke hotel miliknya.


Di luar dan dalam lobi hotel banyak wartawan yang sepertinya hendak meliput berita yang fenomenal.


Raymond dan Caramel masuk ke dalam lobi dan mereka sudah disambut oleh Manager hotel tersebut.

__ADS_1


"Nindi..." ucap Caramel ketika melihat Nindi menjadi bahan incaran para wartawan.


__ADS_2