
Hari ini merupakan hari yang sangat ditunggu oleh Raymond. Setelan jas warna putih yang melekat sempurna di badannya terlihat di cermin yang dipandangnya.
Alangkah tampan, gagah dan sempurnanya dia. Kini Raymond tidak sabar menunggu untuk bertemu dengan calon istrinya yang sebentar lagi akan berganti status menjadi istrinya.
Betapa takjubnya Raymond melihat gadis yang biasa pecicilan, bawel dan pintar, kini sudah anggun menggunakan kebaya putih khas jawa dengan hiasan yang menutupi wajahnya dari bagian kepala juga menambah kecantikan yang begitu hakiki. Raymond saja tidak dapat berkedip dan mengalihkan pandangannya dari sosok yang ada di depannya ini.
Raymond memang tidak salah memilih Caramel sebagai istrinya, Caramel terlihat sangat berbeda dan lebih cantik daripada biasanya, padahal biasanya sudah sangat cantik menurut Raymond. Dan sekarang gadis dihadapannya ini berkali-kali lipat cantiknya dari biasanya.
Apalah wanita-wanita yang biasanya mendekati Raymond. Mereka semua tidak bisa menandingi kecantikan istrinya ini.
Kini Caramel duduk di samping kiri sebelah Raymond, dan mata Raymond masih asyik memandang pujaan hatinya dari samping.
"Ehem....," Pak Penghulu berdehem untuk menyadarkan pengantin pria agar segera beralih menghadap dirinya.
"Maaf," Raymond menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.
Zayn dan Daddy Nathan yang ada di belakangnya sampai terkekeh melihat Raymond yang gagal fokus karena melihat kecantikan Caramel.
Raymond menjabat tangan Pak Penghulu, dia mengucapkan dengan lantang ijab kabul dan diikuti kata "sah" dari para saksi.
Ternyata secuek-cueknya Raymond dan sedingin-dinginnya dia tetap saja nervous ketika dihadapkan dengan Pak Penghulu untuk mengucapkan ijab kabul.
Tadinya keringat dingin keluar dari pelipisnya. Dia melirik Zayn dan Daddy nya sebentar, dan sekilas dia mendengar Zayn memberikan semangat dengan menggerakkan bibirnya yang diketahui maksudnya oleh Raymond,
"Demi belah duren nanti malam."
Raymond terkekeh dan rasa deg-degan yang dia rasakan tadi sudah berganti dengan rasa percaya diri akibat ucapan semangat dari Zayn.
Caramel juga nervous luar biasa. Dia tidak berani melirik ke arah Raymond, karena dia takut akan mengaguminya dan tidak bisa mengalihkan pandangan matanya darinya.
Caramel juga takut jika Raymond salah mengucapkan ijab kabul. Dia berdoa dalam hati agar ijab kabul yang diucapkan oleh Raymond bisa lancar tanpa mengulang.
Mereka berdua menghela nafas lega ketika kata 'sah' tadi dilontarkan oleh para saksi. Sungguh bahagia dan tidak percaya rasanya, kini mereka berdua sudah resmi menjadi suami istri.
Mereka berdua pun menandatangani buku nikah. Dan kini, di momen ini mereka bisa saling berpandangan. Caramel bisa melihat ketampanan dari suaminya yang membuatnya susah berkedip.
Cincin nikah pun disematkan di jari manis tangan Caramel, begitu juga sebaliknya. Dan pipi Caramel bersemu merah karena malu pada saat momen cium tangan dan cium kening.
"Hai my wife," kata sapaan dari Raymond untuk Caramel.
Caramel kaget dan malu mendengar sapaan dari suaminya. Buru-buru dia menghadap ke depan agar matanya terbebas dari ketampanan suaminya.
Raymond terkekeh melihat istrinya yang begitu imut dan menggemaskan menurutnya.
__ADS_1
Kini tibalah saatnya acara resepsi berlangsung. Banyak relasi bisnis, teman dan saudara dari orang tua Raymond dan Caramel. Raymond dan Caramel berganti pakaian dengan baju pengantin yang sangat indah elegan, membuat Caramel tampil sangat anggun dan cantik layaknya tuan putri di negeri dongeng dan Raymond seperti seorang pangeran yang begitu gagahnya bersanding dengan tuan putri di singgasana.
Daddy Nathan dan Mommy Grace tidak keberatan menjadikan satu tamu mereka dengan tamu dari orang tua Caramel. Karena mereka tidak membedakan status sosial.
Raymond dan Caramel memang sengaja hanya melakukan satu kali acara resepsi pernikahan karena mereka tidak ingin merasakan capek dan ribetnya acara ini berkali-kali.
Tempat kerja Raymond dan Caramel ditutup sementara mulai jam enam sore karena tiba-tiba Pak Sarno mengajak mereka semua untuk menghadiri suatu acara.
Mereka semua diberi tahukan secara mendadak agar tidak mengacaukan acara ijab kabul yang sangat sakral itu.
Katakanlah Raymond berpikiran buruk tentang mereka, tak apalah yang penting acaranya berjalan lancar tanpa gangguan dari siapapun. Dia tidak mempermasalahkan uang kondangan yang mereka selipkan, namun Raymond sengaja mendatangkan mereka agar mereka tahu jika kini dirinya dan Caramel sudah resmi menjadi suami istri yang dah di mata hukum dan agama.
Dia tidak bisa membayangkan jika ada Arabelle atau Nindi yang akan menghambat atau menghancurkan acara tersebut.
Kini Nindi dan karyawan wanita lainnya merasakan patah hati karena Chef pujaan mereka kini bersanding dengan Caramel, teman mereka yang sangat mereka benci karena selalu menjadi pusat perhatian para kaum lelaki.
Karyawan lelaki pun merasa parah hati sekarang ini karena akhirnya taruhan mereka sudah bisa dipastikan gagal meskipun dari kemarin-kemarin mereka tahu jika Raymond dan Caramel berpacaran, namun masih ada kesempatan untuk menikungnya.
Dan sekarang janur kuning pun sudah melengkung, hal itu tidak akan terjadi lagi. Apalagi Raymond adalah seorang suami posesif, yang tidak akan membiarkan lelaki manapun mendekati istrinya.
Nindi menatap Caramel penuh kebencian karena menurutnya Caramel tidak pantas berada di pelaminan itu bersama dengan Raymond. Hanya dialah yang pantas mendampingi Raymond di pelaminan yang super megah dan indah itu.
Zayn selalu menghindar ketika dia melihat Nindi. Sebisa mungkin dia tidak ingin berdekatan ataupun bertegur sapa dengan wanita ular itu.
Nindi mencengkeram kuat tangan Caramel hingga Caramel meringis kesakitan. Hal itu diketahui oleh Raymond karena sejak Nindi mendekat ke arah mereka, Raymond selalu mengawasinya agar dia tidak kecolongan jika istrinya disakiti oleh Nindi.
Dan, see... benar pikiran Raymond. Nindi tidak berubah, dia benar-benar wanita ular menurut Raymond. Beraninya dia menyakiti istri cantiknya.
"Hentikan, segeralah menyingkir atau akan ku usir kau dari tempat ini!" ucap Raymond dengan tegas dan aura wajah yang penuh kemarahan mampu membuat Nindi ketakutan.
Teman-teman Nindi yang berada di belakangnya ikut mengkerut mendengar kemarahan dari Chef Idola mereka.
Nindi tetaplah Nindi, dia tidak terpengaruh sama sekali dengan ancaman Raymond, bahkan rasa malu pun tidak ada pada dirinya. Nindi tetap saja melenggang dengan rasa percaya dirinya.
Apalagi yang datang di acara pernikahan Raymond dan Caramel adalah sebagian besar merupakan rekan bisnis dan sahabat dari Raymond, otomatis menurutnya ini momen besar baginya, kesempatan emas yang tidak dapat dia lewatkan untuk mendapatkan pasangan yang kaya raya.
Baru saja mereka semua teman-teman Caramel dari tempat kerjanya kaget mengetahui bahwa Chef Raymond idola mereka kaum hawa menikah dengan Caramel gadis idola mereka kaum pria, kini mereka kembali dihadapkan oleh kenyataan bahwa Chef Raymond merupakan anak dari Nathaniel Xavier, pemilik perusahaan dimana mereka bekerja.
Bisa dibayangkan bagaimana kagetnya mereka semua. Terutama Pak Anto yang tadinya berkoar-koar mulai dari awal dia datang mengatakan bahwa dia yakin Caramel selalu mepet terus Chef Raymond mangkanya Chef Raymond tidak bisa menghindar darinya. Apalagi tipe Chef Raymond yang dingin tidak akan tergoda oleh Caramel yang suka menggoda semua cowok.
Kini dia harus menelan pil pahit buah dari semua perkataan dan hinaannya pada Caramel. Kini yang dia pikirkan hanya karirnya. Dia takut jika karirnya akan tamat karena ulah dari mulut yang selalu menjelek-jelekkan Caramel.
Raymond tersenyum puas melihat wajah kaget dari semua karyawannya. Sengaja pada saat Daddy Nathan memperkenalkan dirinya, Raymond hanya melihat pada gerombolan karyawan tempat dia bekerja.
__ADS_1
Sekarang kalian tidak bisa macam-macam lagi dengan ratu hatiku.
Bukan hanya mereka saja yang kaget mendengar siapa Daddy Nathan yang sebenarnya, karena Caramel juga baru tahu sekarang ini meskipun pada saat acara soft opening waktu itu dia pernah bertemu dengannya.
Caramel sangat kaget dan tidak percaya bahwa dirinya sekarang menjadi menantu seorang pengusaha terkenal yang perusahaannya ada dimana-mana.
Dan kini dia juga menjadi istri CEO yang mewarisi seluruh aset milik Daddy Nathan dan juga usaha milik Raymond sendiri.
Bukannya senang dan bahagia yang ada di kepala Caramel, malah ketakutan dan rasa tidak percaya diri muncul di hati dan pikirannya.
Caramel tidak percaya diri berada di tengah-tengah kaum elit dan berstatus sosial tinggi dan dia juga takut tidak bisa mengimbangi kehidupan dari keluarga suaminya.
"Sayang, kenapa?" tanya Raymond khawatir dengan wajah menengadah pada wajah Caramel yang menunduk.
"A-aku... aku... hufft....," Caramel tidak bisa berkata-kata lagi.
Raymond mendudukkan Caramel di kursi pengantin dan memegang tangannya.
"Ada yang mengganggumu?" tanya Raymond menyelidik.
"A-aku takut dan tidak percaya diri berada diantara kalian," Caramel berkata dengan lirih dan masih bisa didengar oleh Raymond.
"Sayang... jangan khawatir, kamu tidak akan merasakan itu semua. Mommy Grace juga tidak akan membiarkan itu terjadi, Mommy akan membantumu menjadi Nyonya Raymond yang bisa membanggakan kita semua," tutur Raymond.
"Ta-tapi...," Caramel kembali berucap.
"Percayalah sayang, Daddy dan Mommy sayang sama kamu, mereka tidak akan membiarkan menantu kesayangan mereka dihina orang lain," ucap Raymond.
Caramel masih diam, wajahnya benar-benar menunjukkan kegelisahan.
"Sayang... aku mohon... ini hari bahagia kita, aku janji akan selalu melindungi dan membahagiakanmu," ucap Raymond sembari mencium punggung tangan dan telapak tangan Caramel.
Hal itu membuat kepala Caramel mendongak melihat wajah suaminya yang penuh akan cinta kepadanya.
Caramel tersenyum dan mencium sekilas bibir Raymond. Hal itu membuat para tamu yang melihat bertepuk tangan histeris. Caramel lupa jika mereka masih berada di tengah-tengah pesta dan menjadi pusat perhatian.
Gawat, aku lupa kalau masih disini. Aaaah... malu .... malu... malu...., batin Caramel memberontak.
Raymond terkekeh geli melihat istrinya malu karena tidak sadar mencium bibir suaminya ditengah-tengah pesta yang masih banyak dihadiri para tamu undangan.
Nindi bertambah geram melihat Caramel yang berani mencium bibir Raymond di depan umum. Dia akan berusaha mencari cara agar bisa memisahkan Caramel dari Raymond dan menggantikan posisinya.
"Zayn..." suara manja seorang wanita tidak asing terdengar di telinga Zayn.
__ADS_1
Zayn yang mendengar suara tersebut ingin menghilang secepatnya dari tempat tersebut.