Suamiku Chef Idolaku

Suamiku Chef Idolaku
60. Lovey Dovey


__ADS_3

"Sayang, ayo kita ke dalam," Raymond mengajak Caramel untuk mengikutinya.


"Mau kemana?" tanya Caramel ketika tangan Raymond sudah melingkar di pinggangnya.


"Ikut aku, mau lihat yang lain prepare dulu dan sebentar lagi aku akan mengadakan test food menu baru. Kamu lihat aku ya, biar aku tambah semangat," tangan Raymond yang melingkar indah di pinggang Caramel membuat tubuh Caramel semakin dekat pada tubuhnya.


"Sayang, masa' iya sedekat ini jalannya? Malu tuh dilihatin orang," Caramel merasa risih jika banyak orang yang melihat mereka dengan tatapan yang entahlah menurut Caramel tatapan iri dan kagum mungkin.


"Biarin aja mereka ngelihatin, kan mereka punya mata," ucap Raymond cuek dan tetap saja membuat tubuh Caramel menempel padanya meskipun mereka jalan bersama.


Caramel hanya bisa pasrah. Karena sekuat apapun Caramel melepaskan diri, tenaganya tidak sebanding dengan tenaga Raymond.


Disinilah dia sekarang, berada tidak jauh dari Raymond yang sedang mempersiapkan bahan-bahan untuk test food nya kali ini.


Semua koki berada tidak jauh dari Raymond untuk melihat presentasi Raymond memasak menu baru. Mereka melihat dengan benar bagaimana Raymond menjelaskan pada mereka setiap tahapnya.


Suamiku benar-benar keren. Benar kata Clara, aku harus sebanding dengannya. Tapi aku harus melakukan apa? Aku tidak bisa dihina Clara begitu saja, aku harus membuatnya menyerah untuk mendekati dan mendapatkan suamiku, Caramel berniat dalam hati untuk merubah dirinya agar bisa membanggakan Raymond.


Pandangan mata Caramel tidak lepas dari Raymond. Sungguh indah dipandang objek yang ada di depannya, sayang sekali jika tidak dilihat.


Selesai sudah Raymond mempresentasikan menu barunya. Kini saatnya test food, Raymond memberikan masakannya tadi pada piring terpisah untuk Caramel.


"Bagaimana rasanya?" tanya Raymond pada semua orang yang ada di restoran sedang berkumpul untuk mencicipi masakan Raymond yang akan digunakan untuk menu baru minggu depan.


Semuanya mengangguk-angguk sambil merasakan masakan Raymond.


"Enak Chef, jadi kapan kita keluarkan menu ini?" Revan bertanya agar dia bisa menyiapkan semuanya.


"Rencananya minggu depan. Apa ada masukan?" tanya Raymond pada staf-staf yang lain.

__ADS_1


Semuanya menggeleng karena mereka tidak mempunyai ide serta rencana untuk menu baru.


"Baiklah, sesuai rencana, minggu depan kita keluarkan menu ini, kita jual sebanyak mungkin agar tamu bisa mengetahui menu baru kita," ucap Raymond memutuskan.


Caramel duduk di meja terpisah, dia melihat betapa hebatnya suaminya yaitu seorang Chef Raymond Xavier yang juga CEO dari perusahaannya dan akan mewarisi juga beberapa perusahaan dari Daddy nya, Nathaniel Xavier.


Raymond berjalan mendekat ke arah meja Caramel. Dengan tidak tahu malunya, Clara mendekat pada Raymond yang sedang berjalan. Sayangnya Raymond tetap tidak mempedulikannya. Raymond menganggapnya tidak ada dan dia tetap berjalan menuju meja Caramel.


"Sayang, kenapa gak dimakan?" tanya Raymond ketika sudah ada di meja Caramel.


Caramel tersenyum manis dan berkata, "Nungguin suamiku dong biar bisa makan bareng suami."


Jawaban Caramel membuat Raymond sangat senang. Raymond meraih sendok dan garpu yang tersedia, kemudian dia menyuapi Caramel dengan hati-hati dan mengusap sisa makanan yang menempel di ujung mulut Caramel dengan tangannya dan memasukkannya pada mulutnya.


"Emmm... enak, lebih manis ternyata kalau udah nempel di mulut orang manis dan cantik," perkataan Raymond membuat Caramel menjadi malu.


Entah mengapa rayuan dan apa yang diucapkan Raymond kepada Caramel selalu mampu membuat hatinya bergerak.


Tentu saja Caramel sangat kaget hingga ekspresi kagetnya terlihat jelas. Hal itu membuat Raymond terkekeh. Namun lain hal dengan mereka semua yang sedang melakukan test food. Mereka bersorak melihat Raymond mengecup bibir Caramel meskipun hanya sebentar saja.


Clara bertambah marah melihat adegan tersebut. Dia membulatkan tekatnya akan segera melakukan rencananya begitu ada kesempatan.


"Udah nyerah aja, buat apa ngejar-ngejar orang yang jelas-jelas gak suka sama kita," Zayn berbicara lirih di sebelah Clara.


Clara menoleh dan menatap kesal pada Zayn, dia tidak suka jika ada orang ikut serta dalam urusannya. Namun tatapan kesal dan tidak suka Clara dibalas dengan senyuman manis Zayn, sehingga membuat Clara semakin kesal padanya dan meninggalkan Zayn keluar dari restoran.


"Kenapa sih semua orang membuatku kesal? Raymond dan Zayn, mereka adalah temanku, kenapa mereka seperti itu padaku?" Clara mengoceh seiring langkahnya meninggalkan restoran.


Setelah semua orang meninggalkan ruangan tersebut hanya tersisa Raymond dan Caramel saja, mulailah Caramel memberitahukan tentang keinginannya.

__ADS_1


"Sayang, boleh minta sesuatu gak?" Caramel bertanya ragu-ragu pada Raymond.


"Boleh, minta apapun itu boleh. Mau minta apa hmm?" mata Raymond tidak lepas menatap wajah cantik dan manis Caramel.


"Aku pengen nerusin pendidikan aku, dan... dan aku ingin kerja yang bisa membanggakan kamu," Caramel mengatakannya dengan suara lirih, dan menundukkan kepalanya.


Raymond menatap lekat wajah Caramel. Dagu Caramel diangkat oleh tangan Raymond dan mengarahkan pandangan Caramel tepat pada matanya.


"Lihat aku Sayang," Raymond menatap manik mata Caramel dengan intens.


"Kenapa tiba-tiba? Padahal kamu kan ingin setiap hari ikut aku kerja," Raymond merasa heran pada perubahan sikap Caramel.


"Karena aku ingin sejajar denganmu. Aku ingin menjadi istri yang hebat buat kamu," Caramel menjawab pertanyaan Raymond masih dengan saling menatap.


"Itu tidak perlu, aku tidak setuju jika itu alasannya. Aku suka kamu yang sekarang. Aku suka kamu ikut aku bekerja seperti ini. Aku jadi lebih bersemangat. Jika kamu berada di tempat lain, entah apa yang akan aku pikirkan," Raymond mengutarakan pikirannya pada Caramel agar Caramel mengerti apa yang dirasakannya.


"Tapi tidak semua orang berpikiran seperti dirimu Sayang, contohnya tadi Clara bilang ke aku jika aku tidak sepadan denganmu. Aku hanya ingin membuatmu bangga pada saat orang lain menanyakan tentangku padamu," tanpa sadar Caramel mengeluarkan semua yang dipikirkannya.


"Clara lagi, Clara lagi. Apa sih maunya dia? Sudahlah Sayang, gak usah didengarkan dia. Ya....," Raymond mencoba membujuk Caramel agar tidak memikirkan apa yang diucapkan Clara padanya.


"Tapi setelah aku pikir-pikir, sepertinya ada benarnya juga," Caramel membuat Raymond menjadi kesal kembali.


"Sayang, dengarkan aku. Aku tidak akan berbuat yang tidak-tidak, aku hanya ingin pantas menjadi istri seorang Raymond Xavier," ucap Caramel untuk meyakinkan Raymond.


"Alasanmu membuatku bersedih Sayang. Karena aku senang jika dirimu yang menjadi istriku. Maka siapapun dirimu aku tidak peduli, karena aku hanya membutuhkanmu di sisiku," Raymond menatap penuh permohonan pada Caramel.


Namun acara tatap-tatapan mereka dihentikan oleh Zayn yang memberikan dessert berupa sepotong cake pada mereka.


"Ini, dessert nya. Maaf mengganggu acara lovey dovey kalian. Mereka tidak berani memberikan ini, takut mengganggu dan berakhir dipecat oleh Tuan muda Xavier," Zayn mencoba mencairkan ketegangan yang ada, karena sesungguhnya dia takut dengan Raymond jika dia mengganggu merek berdua.

__ADS_1


"Sayang, aku ada ide," ucap Raymond tiba-tiba membuat Caramel bingung.


__ADS_2