Suamiku Chef Idolaku

Suamiku Chef Idolaku
99. Nikahkan kami!


__ADS_3

Tangisan Clara yang histeris tidak mau berpisah dengan Zayn membuat pilu hati Zayn. Namun hal itu justru membuat kedua orang tua Clara semakin meradang. Mereka menyeret paksa tangan Clara namun dihalangi oleh Zayn. Dan hal itu membuat para Polisi yang ada di sana menjadi ikut menengahi permasalahan mereka.


"Maaf Bu, Pak, sebaiknya kita dengarkan dulu keinginan dari putri Bapak," ucap seorang Polisi yang menghentikan Mama Clara yang menyeret tangan Clara.


"Ini masalah keluarga kami, dan Bapak tidak perlu ikut campur dengan masalah kami," Mama Clara membentak Polisi tersebut.


"Anda salah Bu. Masalah kalian harus kami selesaikan karena Ibu sendiri hang melaporkannya tadi," jawab Polisi tersebut dengan tegas.


"Tapi kami melaporkan tentang penculikan, bukan tentang restu kami pada hubungan mereka," ucap Mama Clara dengan ketus.


"Dan ini semua berhubungan dengan laporan kalian tadi," jawab Polisi tersebut tidak kalah kesal dengan Mama Clara.


"Tapi-"


"Silahkan duduk dan kita mulai menyelesaikan masalahnya," ucap Polisi tersebut menyahuti ucapan Mama Clara tanpa mau dibantah.


Dengan terpaksa Mama Clara duduk setelah Papa Clara memberikan kode pada Mama Clara untuk tidak menjawab dan menurut saja pada perintah Polisi tersebut.


Mereka duduk berdampingan di ruangan tersebut dengan didampingi pengacara masing-masing untuk membicarakan permasalahan Zayn dan Clara.


Tentu saja tim kuasa hukum Zayn selalu sigap menjawab setiap Mama Clara memojokkannya. Dan pengacara Papa Clara banyak diamnya karena memang perkataan klien nya lah yang membuat mereka menjadi seperti sengaja membuat Zayn menjadi tersangka.


Jawaban Zayn selalu mendapatkan anggukan dari Polisi tersebut dan jawaban tegasnya lah yang membuat semua orang yang mendengarnya merasa yakin jika Zayn memang tidak bersalah.

__ADS_1


Dan akhir dari perdebatan itu adalah, Zayn dinyatakan tidak bersalah dan juga Clara tidak terpaksa bersama Zayn, melainkan karena cintanya lah yang membuat Clara tidak mau berpisah dengan Zayn.


Mama Clara benar-benar marah dan tidak terima karena mereka berdua merasa dipojokkan dengan membaut tuduhan palsu pada Zayn.


"Sudah jelas sudah Pak. Dan kami akan menuntut balik mereka berdua dengan tuntutan pencemaran nama baik Zayn dan Raymond Xavier!" Daniel, pengacara dari tim kuasa hukum Zayn mengatakan tuntutan pertama mereka.


"Apa?" seru Mama Clara yang kaget atas tuntutan dari pihak Zayn dan Raymond pada mereka.


Semua tim kuasa hukum Zayn tersenyum puas melihat kedua orang tua Clara yang terlihat syok mendengar tuntutan dari pihak klien mereka. Sedangkan pengacara Papa Clara memejamkan matanya ketika mendengar tuntutan dari pihak lawannya.


"Tapi kami tidak melakukan apa-apa," Mama Clara mencoba membela dirinya.


"Tapi kalian berdua telah mencemarkan nama baik Tuan Raymond Xavier beserta dengan Tuan Zayn," jawab salah satu pengacara dari tim kuasa hukum Zayn.


"Tenang Pak, itu baru tuntutan kami yang pertama dan siapkan diri kalian untuk tuntutan kami yang berikutnya," jawab Daniel, ketua tim pengacara khusus yang dimiliki keluarga Xavier.


"Pertama? Kalian terlalu mengada-ada. Kami tidak pernah berbuat salah pada kalian dan sekarang kalian ingin menindas kami? Asal kalian tau aja, kami tidak akan membiarkannya," ucap Mama Clara dengan kesal dan menatap semua orang dengan tatapan penuh permusuhan.


Clara bingung, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Jika dia memihak kedua orang tuanya, maka Zayn lah yang akan menderita di dalam jeruji besi yang sama sekali tidak pernah dia bayangkan. Dan jika dia memihak pada Zayn, maka kedua orang tuanya akan malu dan kemungkinan besar mereka akan dihukum sesuai perbuatan mereka.


Rasanya dada Clara bergemuruh, dia ingin berteriak untuk melepaskan kebimbangan dalam hatinya. Dan yang paling dia sesali adalah tidak akan mungkin mereka bisa mengalahkan pengacara tim khusus kuasa hukum dari keluarga Xavier.


"Apa kalian lupa jika kalian menuduh Tuan Raymond Xavier menghamili putri anda tanpa mau bertanggung jawab?" kini salah satu dari tim kuasa hukum Zayn bertanya pada kedua orang tua Clara yang sedang gelisah dan cemas akan hidup mereka.

__ADS_1


"Itu karena dia yang melakukannya pada putri kami. Dan siapa yang mau putrinya hanya menjadi bahan pelarian laki-laki yang sudah beristri?" Mama Clara mengeluarkan tuduhannya pada Raymond.


"Apa anda punya bukti?" tanya salah satu pengacara dari tim kuasa hukum yang menemani Zayn.


"Hanya Clara yang kami punya. Dia tidak akan berani berbohong pada kami karena selama ini dia tidak pernah berbohong pada kami, Clara anak kami hang paling jujur dan sangat mencintai kedua orang tuanya. Iya kan Clara sayang?" Mama Clara mencoba menekan Clara dengan semua ocehannya.


Clara semakin gusar, dia menunduk karena bimbang, sungguh bimbang. Apa dia harus meninggalkan orang yang dia cintai yang menjadi ayah dari anak yang dikandungnya untuk bisa selalu bersama dengan kedua orang tuanya? Atau Clara harus memilih cintanya agar bahagia dan meninggalkan kedua orang tuanya yang selalu memberikan semua kebutuhannya sejak kecil hingga dewasa meskipun mereka jarang sekali memperlihatkan kasih sayangnya pada Clara.


"Di mana pun yang benar yang akan selalu menang. Kebenaran tidak akan bisa tertutupi dengan apapun. Dan kalian pasti akan merasakan akibatnya jika mengusik keluarga besar Xavier," ucap Daniel dengan tegas.


"Kami yakin kami benar, dan kalian tidak bisa menuntut kami," ucap Mama Clara dengan percaya dirinya.


"Percaya diri sekali anda. Masih ada tuntutan yang lainnya. Jadi lebih baik persiapkan diri kalian untuk menerima kekalahan kalian," ucap Daniel kembali disertai tawa dan disambut tawa juga okeh tim kuasa hukumnya.


Sebenarnya Mama dan Papa Clara merasa cemas, mereka takut jika mereka benar-benar kalah dalam tuntutan mereka. Dan kini mereka harus rela dan mau melepaskan Clara untuk bersama Zayn.


"Sebagai orang tua dari Clara, saya tidak mau jika Clara tinggal bersama dengan Zayn, karena mereka bukan suami istri. Lagipula itu anak dari Raymond Xavier, bukan dari lelaki itu," ucap Mama Clara yang meremehkan Zayn.


Zayn terkesiap mendengar ucapan dari Mama Clara yang benar-benar tidak menghargainya dan menginginkannya sebagai suami dari Clara, yang berarti menantu mereka.


Apa aku seburuk itu hingga mereka tidak menginginkanku manjadi menantunya? Aku lah yang membuat anak kalian hamil. Aku lah ayah dari anak yang dikandung oleh putri kalian, Zayn berbicara dalam hatinya, dia mengeluh dengan perlakuan kedua orang tua Clara, wanita yang sedang mengandung anak darinya.


"Kalau begitu nikahkan saja kami berdua sekarang. Biarkan aku dan Zayn sekarang menikah sehingga kita bisa tinggal bersama," tidak disangka oleh Clara, ucapannya itu lolos begitu saja dari bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2