Suamiku Chef Idolaku

Suamiku Chef Idolaku
40. Lagi... lagi... dan lagi...


__ADS_3

Setelah tragedi mobil bergoyang, Raymond masih saja ingin melakukannya kembali bersama istrinya. Sepertinya dosis dari obat itu terlalu besar sehingga membuat Raymond memintanya lagi dan lagi untuk menyalurkannya.


Bodyguard yang menunggu mereka masuk ke dalam mobil ketika Raymond menyuruhnya untuk mengemudikan mobil menuju rumahnya.


Para bodyguard mengerti keadaan Raymond dan Daddy Nathan dari Mommy Grace, sehingga mereka menjaga Raymond dan Caramel ketika mereka melakukannya di mobil tadi. Sesuai dengan perintah dari Mommy Grace bahwa mereka harus menjaga Raymond dan Caramel.


Di kamar Daddy Nathan dan Mommy Grace pun tidak kalah sengit pertempuran mereka dengan Raymond dan Caramel.


Meskipun usia mereka lebih berumur, tapi mereka masih kuat untuk melakukan hal itu seperti layaknya pasangan muda yang lain.


Mereka berdua sangat menjaga kesehatan mereka dengan berolahraga dan istirahat yang cukup, serta makanan mereka harus sesuai dengan yang disarankan oleh dokter mereka.


Raymond dan Caramel diantar pulang oleh bodyguard mereka ke rumah mereka sendiri.Tiba-tiba para pelayan dan semua tukang kebun serta sopir diperintahkan untuk tidak ada di rumah tersebut hari ini. Mereka diliburkan semua dari pekerjaannya hari ini. Hanya para bodyguard dan satpam yang berjaga di depan rumah Raymond.


Ternyata ide gila Raymond muncul disaat dia dikuasai oleh obat itu. Raymond meminta Caramel melakukannya di semua ruangan. Mulai di ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, ruang dapur hingga berakhir di kamar mereka.


Seperti sedang bermain saja mereka berpindah-pindah tempat sesuai keinginan Raymond. Caramel tidak bisa menolak karena tahu suaminya kini telah dikuasai oleh obat sialan itu.


Bodyguard yang menjadi sopirnya tadi mengatakan pada Raymond dan Caramel bahwa Raymond dan Daddy Nathan sepertinya dikuasai oleh obat perang-sang.


Entah mereka belum tahu asalnya dari mana. Namun Mommy Grace curiga dengan minuman di ruang VIP tadi, karena Raymond dan Daddy Nathan meminum minuman itu dan setelah itu mereka merasakan hal seperti tadi.


Raymond dan Daddy Nathan seolah tidak ada capeknya karena mereka dalam pengaruh obat. Sedangkan Caramel dan Mommy Grace seperti akan patah tulang, badan mereka rasanya lemas dan tak bertenaga.


"Sayang, sayang....," Raymond memanggil-manggil Caramel dengan mengecupi seluruh wajahnya agar istrinya itu bangun dan membuka matanya.


"Ehmmm.....," gumam Caramel dan matanya tetap terpejam.


"Sayang... bangun yuk...," Raymond terap berusaha membangunkan istrinya.


"Ehmmm....," Caramel kembali bergumam ketika dibangunkan kembali oleh Raymond.

__ADS_1


"Sayang... udah pagi, apa kamu tidak lapar?" tanya Raymond membujuk istrinya agar mau bangun.


"He eh, la... par....," ucap Caramel sambil menguap saking ngantuk dan capeknya.


"Yuk mandi setelah itu aku masakin spesial buat istriku tercinta yang paling cantik sedunia," rayu Raymond agar istrinya mau membuka matanya.


Namun Caramel hanya tersenyum sambil memejamkan matanya. Sepertinya dia tidak ada niatan sama sekali untuk membuka matanya.


Karena kesusahan membangunkan istrinya, Raymond langsung mengangkat tubuh polos Caramel dan membawanya ke dalam kamar mandi.


Di dalam bathub Caramel seolah tidak mau bergerak. Mereka berdua berendam dalam bathub bersama. Dengan lihainya tangan Raymond memberi sabun seluruh badan istrinya.


Dan inilah yang disukai Raymond, tangannya bebas bergerilya ke segala arah tanpa batas. Karena sang pemilik tubuh sudah merasa pasrah dan tidak berdaya oleh sentuhan-sentuhan suaminya.


Apalagi mereka melakukannya berkali-kali.Dari malam hari hingga pagi menjelang dan hanya tidur beberapa jam saja. Lalu sekarang, mereka melakukannya kembali di dalam kamar mandi karena tujuan awal Raymond membangunkan Caramel adalah bermain di kamar mandi.


"Ck, gitu tadi katanya ngajak sarapan," sindir Caramel sambil menyisir rambutnya.


Caramel mencebik kesal hingga mulutnya kembali di lahap suaminya.


Hiyaaaaa... sampai kapan aku harus melakukannya? Badanku sudah sangat pegal tapi sialnya masih bisa dibangkitkan oleh gemulainya tangan-tangan suamiku.


Raymond melepaskan bibir Caramel yang kini tidak lagi mengerucut karena kesal. Bibir pink dan sexy itu menjadi basah karena dilahap oleh suaminya.


"Gak usah marah gitu, tambah ngegemesin pengen makan kamu lagi," ucap Raymond dengan senyum menggoda.


Raymond mengambil hairdryer dan membantu mengeringkan rambut Caramel. Dengan telatennya dia mengeringkan rambut istrinya, setelah itu dia mengangkat tubuh istrinya ala bridal style menuju ke dapur.


"Kasihan sekali istriku sampai lemas begini," Raymond terkekeh melihat istrinya lemas di dalam gendongannya.


"Kamu sih gak ada puasnya, gak ada capeknya," Caramel menggerutu.

__ADS_1


Raymond terkekeh dan membenturkan dahi nya ke dahi Caramel yang ada di gendongannya.


Di tempat lain, seorang wanita dikerubungi oleh beberapa pria berbadan besar yang kembali berhasil menangkapnya.


Nindi kembali ditangkap oleh para bodyguard yang ditugaskan oleh Mommy Grace untuk pertanggung jawabannya mengenai obat yang diberikan pada minuman yang diminum Daddy Nathan dan Raymond.


Revan dan Pak Sarno segera menyelidiki dengan melihat CCTV yang ada di setiap sudut raungan di restoran. Mereka menemukan video yang bisa memberatkan Nindi.


Kasus tersebut telah dilimpahkan pada pihak yang berwajib. Nindi meminta bantuan pada Indra untuk membebaskannya. Dengan negosiasi antara dirinya dengan Indra, akhirnya mereka saling bersepakat.


Indra datang ke kantor polisi untuk membebaskan Nindi tanpa sepengetahuan istrinya.


Kini Nindi bisa bebas bersyarat dengan uang jaminan dari Indra. Mereka mempunyai kesepakatan sendiri yang tidak diketahui oleh orang lain, hanya mereka berdualah yang tahu.


Nindi tidak lagi menempati kontrakannya. Dia sudah mendapatkan fasilitas lengkap dari Indra sehingga dia tidak perlu bekerja lagi. Kini hidupnya bergelimang harta tanpa susah payah seperti layaknya istri seorang pengusaha.


Daddy Nathan dan Raymond membiarkan Nindi lepas karena jaminan dari Indra, namun mereka tidak akan segan memenjarakannya lagi jika Nindi masih saja berbuat ulah untuk mendekati Raymond kembali.


Di suatu Mall terbesar di kota tersebut, Caramel diajak oleh Raymond untuk berbelanja. Dan ternyata Raymond mengajaknya ke sebuah toko perhiasan ternama dan lagi-lagi dia membelikan Caramel beberapa perhiasan sebagai hadiah sebulan mereka menikah. Beberapa model perhiasan limited edition telah dipesan Raymond khusus untuk Caramel.


Tak disangka, di toko tersebut mereka bertemu dengan Nindi yang begitu nyamannya menggandeng Indra. Tidak tahu malu memang, sudah pernah digrebek istri sahnya Indra tetap saja masih mendekati Indra seperti sekarang ini.


Raymond dan Caramel mengacuhkan mereka layaknya orang yang tidak mengenal. Sedangkan Nindi tersenyum sinis dengan bergelayut manja di lengan Indra.


Raymond lebih memilih meninggalkan toko tersebut ketika pembayaran mereka sudah selesai. Raymond memeluk pinggang Caramel dari samping mengabaikan Nindi dan Indra yang berpapasan dengan mereka.


"Eh ada orang udik naik kelas," sindir Nindi tanpa melihat Caramel dan tetap bermanja pada Indra.


Raymond menghentikan langkahnya karena Caramel mendadak berhenti ketika mendengar sindiran dari Nindi.


Caramel menoleh melihat wajah Nindi.

__ADS_1


Plak!!!


__ADS_2