Suamiku Chef Idolaku

Suamiku Chef Idolaku
93. Ajaran Raymond Xavier


__ADS_3

"Coba sekarang panggil aku 'Sayang'," Zayn memajukan wajahnya lebih mendekat pada wajah Clara.


Hal itu membuat Clara menjadi canggung dan malu. Dia tidak tahu akan berbuat apa. Karena untuk memanggil Zayn dengan panggilan 'Sayang' sudah pasti Clara malu dan jika dia menjadi Clara yang agresif seperti biasanya, sudah pasti Clara akan melahap bibir Zayn yang sudah ada di dekatnya dengan jarak yang sangat dekat sekali dengan bibirnya.


Reflek Clara memejamkan matanya dan terasa hembusan nafas Zayn yang mengenai wajahnya. Zayn tersenyum melihat Clara yang menutup matanya, namun Zayn masih menunggu panggilan sayang dari Clara, dia tidak mau berbuat apapun sesuai dengan keinginan Clara jika Clara belum memanggilnya dengan panggilan sayang.


"Sa-yang," bisik Zayn di telinga Clara yang mampu membuat tubuh Clara merinding.


Sontak saja Clara membuka matanya dan menoleh, sehingga bibir Clara tidak sengaja mencium pipi Zayn. Mata Clara terbelalak kaget sehingga dia hanya bisa diam mematung tanpa bergerak sedikitpun. Dan tentu saja Zayn sangat senang Clara mau memulainya terlebih dahulu meskipun sebenarnya Zayn juga tahu bahwa itu hanya secara tidak sengaja.


Zayn yang memang jahil tidak segera memindahkan wajahnya dari hadapan Clara yang diam mematung karena kaget. Wajah Zayn malah bergeser, dan kini wajah Zayn tepat di hadapan Clara, bibir mereka saling berhadapan dan hembusan nafas mereka saling beradu.


Clara yang entah karena memang dia wanita agresif atau karena dia sedang hamil, tanpa pikir panjang dan tanpa ragu Clara menautkan bibirnya pada bibir Zayn dan melahapnya. Kini giliran Zayn yang membelalakkan matanya karena kaget, dia benar-benar tidak menyangka jika Clara kini memulainya terlebih dahulu tanpa paksaan dari dirinya.


Zayn menyambut ciuman itu. Dia mengikuti apa yang Clara perbuat. Mereka saling bertukar saliva dan lidah mereka bermain-main di dalam sana. Hingga mereka terbawa suasana dan mereka saling memanjakan pasangannya.


Tanpa mereka duga, kini mereka melakukannya di ruang tamu, di hadapan makanan yang akan mereka makan dan ada televisi yang kini sedang menonton mereka melakukan penyatuan dari perasaan cinta mereka.


Hal itu benar-benar terjadi. Clara malu setelah dia sadar akan apa yang dia lakukan bersama Zayn di ruangan tersebut. Dan anehnya dia sangat bahagia melakukannya bersama Zayn.


Apa ini yang disebut cinta? Clara bertanya dalam hatinya.


"Sayang... lapar, suapin," suara manja Clara mampu membuat mata Zayn terbuka sempurna setelah pergulatan panasnya bersama Clara di sofa ruang tamu itu.


"Sa-sayang?" Zayn bertanya karena tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


Clara mengangguk dan tersenyum pada Zayn, kemudian dia memeluk tubuh Zayn dengan erat dengan melingkarkan kedua tangannya pada pinggang Zayn.

__ADS_1


"Sayang, aku pengen dengar lagi kamu manggil aku apa tadi," ucap Zayn yang ingin mendengar kembali Clara memanggilnya.


"Sayang... suapi, aku lapar," ucap Clara sambil menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Zayn yang tidak memakai sehelai kain pun.


"Yuk aku suapi. Tapi kita pakai baju dulu atau begini aja?" Zayn kembali menggoda Clara yang sedang malu.


Bagi Zayn Clara sangat menggemaskan jika dia sedang malu. Oleh sebab itu sedari dulu Zayn selalu saja menggoda Clara.


"Pakai baju dulu. Tapi pakai yang luarannya aja. Pakaikan ya," ucap Clara yang sepertinya sudah tidak malu lagi untuk bermanja-manja pada Zayn.


"Dengan senang hati Sayangku," ucap Zayn sambil tersenyum.


Sesuai keinginan Clara, Zayn memakaikan Clara baju, hanya luarannya saja. Entahlah apa maksud Clara hanya memakai baju luarnya saja, Zayn tidak mengerti dan Zayn hanya menuruti apa yang Clara inginkan.


Setelah itu Zayn memakai pakaiannya dan mulai menyuapkan makanan yang diinginkan oleh Clara. Semua makanan yang tadinya berada di meja makan, sedari tadi sudah dipindahkan oleh Zayn di atas meja yang ada di depan televisi itu.


Zayn teringat ketika melihat Raymond yang sedang memanjakan Caramel pada saat menyuapinya di rumah Raymond tempo hari. Selain Raymond menyuapi Caramel, Raymond juga memijit kaki Caramel yang diletakkan oleh Raymond di atas pangkuannya.


Zayn ingin mencobanya. Kaki Clara diambil oleh Zayn dengan sangat pelan dan hati-hati, kemudian diletakkan di atas pangkuannya dan mulailah dia memijit pelan kaki Clara.


Clara terhenyak ketika mendapati pijatan lembut di kakinya yang kini berada di pangkuan Zayn ketika dia sedang asyik menonton acara televisi.


Clara tidak menyangka jika Zayn bisa membuatnya merasa sangat dicintai hanya dengan perlakuan kecil seperti itu. Mata Clara berkaca-kaca, dia tidak menduga mendapatkan seorang laki-laki sebaik Zayn dan sangat mencintainya.


"Jangan menangis, mulai sekarang aku janji akan membuatmu layaknya ratu, karena kamu adalah ratu di hatiku," ucapan Zayn ini membuat Clara meneteskan air matanya.


Tanpa sadar Clara mengatakan sesuatu yang ditahannya sedari tadi karena malu.

__ADS_1


"Zayn, aku cinta kamu. Aku sayang sama kamu. Jangan tinggalkan aku."


Bibir Zayn melengkung ke atas. Dia kini tahu mengapa Raymond sangat memanjakan dan mengatakan bahwa Caramel adalah seorang ratu baginya, ratu dalam kehidupannya dan tentunya ratu di hatinya. Semua itu Zayn dapatkan dari Raymond. Dia belajar banyak darinya.


"Benarkah? Apakah melebihi cintaku dan rasa sayangku padamu?" tanya Zayn untuk memastikan ucapan Clara.


"Aku gak tau rasa sayang dan cintamu padaku seberapa, yang aku tahu kini aku tidak mau pisah darimu dan aku tidak mau jauh-jauh darimu. Apakah ini benar-benar cinta?" jawaban Clara kini sangat jauh berbeda dengan Clara dewasa yang sangat aku benci, tapi juga aku cinta tentunya.


Aku membenci Clara yang sudah berubah, Clara dewasa yang sombong, angkuh, agresif dan selalu ingin mendapatkan apa yang dia inginkan. Berbeda dengan Clara kecil yang baik, pemalu dan suka meminta tolong pada Zayn. Ucapan Clara barusan membuat Zayn teringat akan sosok Clara kecil yang membuat Zayn jatuh cinta padanya.


Zayn menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Aku sangat mencintaimu dan anak kita."


Setelah itu Zayn mencium kening Clara lama karena bahagianya hati Zayn sehingga dia lupa jika dia sedang menyuapi Clara makanan.


Tiba-tiba saja terdengar suara perut Clara yang berbunyi, karena Clara sungguh sangat lapar. Selain dia belum makan sejak tadi siang, dia juga kini sedang mengandung, sehingga porsi makannya menjadi dua kali lipat dari biasanya.


"Sayang, apa kamu sudah gak mau nyuapi aku lagi?" ucap Clara setelah perutnya berbunyi karena kelaparan.


Zayn tertawa, dia lupa jika sedang menyuapi ibu dari anaknya karena hatinya sangat bahagia saat ini. Setelah itu Zayn kembali menyuapi Clara dengan telaten dan kembali memanjakannya agar Clara bisa nyaman berada bersamanya.


Sedangkan di rumah Raymond, setelah mereka melakukan aktivitas ranjang mereka, Caramel mengeluh lapar. Dengan senang hati Raymond menemaninya makan di kamarnya. Namun tiba-tiba Raymond menggigit lidahnya sendiri dan itu terjadi dua kali hingga Raymond mengeluh kesakitan.


"Kenapa Sayang?" tanya Caramel khawatir melihat seorang Raymond Xavier mengeluh sakit.


"Gak tau nih, sepertinya ada yang membicarakanku, lidahku kegigit dua kali," ucap Raymond yang agak tidak jelas pelafalannya karena masih merasakan sakit di lidahnya.

__ADS_1


Dan itu membuat Caramel tertawa terbahak-bahak di malam hari. Kamar mereka yang tadinya sunyi dan hanya terdengar suara khas dari ungkapan kenikmatan mereka, kini terdengar suara tawa Caramel yang memenuhi kamar tersebut.


__ADS_2