Suamiku Chef Idolaku

Suamiku Chef Idolaku
45. Yess!!!


__ADS_3

Kejadian Caramel yang dekat dengan Daniel dan Dave kemarin membuat Raymond menjadi lebih posesif. Caramel dilarang untuk keluar dari rumah tanpa dirinya.


Bahkan pelayan, sopir dan satpam yang berjaga pun diberi tugas oleh Raymond untuk menjaga Caramel agar tidak keluar rumah dan memastikan bahwa istrinya itu tidak kurang apapun di dalam rumah dan dalam keadaan baik-baik saja.


Caramel yang mendengar suaminya memberi tugas pada mereka menjadi heran dan kesal pada keputusan suaminya yang tanpa mempertimbangkan dirinya dan tanpa bertanya padanya.


Raymond berangkat kerja tanpa dapat senyuman dari istrinya. Caramel sungguh sangat kesal pada keputusan sepihak yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun.


Caramel mengacuhkan Raymond saat dia berpamitan untuk berangkat kerja. Tanpa sepatah katapun Caramel langsung menuju kolam renang meninggalkan Raymond setelah selesai sarapan pagi.


Bibirnya mengerucut, mukanya masam ditekuk, jalannya berat dengan langkah malas menuju kolam renang dia menggerutu.


"Dilarang ini, dilarang itu, dilarang begini, dilarang begitu. Penjara aja sekalian biar gak bisa kemana-mana," gerutu Caramel.


Gerutuan Caramel itu sedikit didengar oleh Raymond karena Raymond mengikuti Caramel dibelakangnya secara diam-diam dan perlahan sehingga Caramel tidak tahu jika suaminya itu ada di belakangnya. Raymond tersenyum geli mendengar gerutuan istrinya yang cantik nan seksi itu.


Tiba-tiba saja lengan kekar Raymond melingkar di pinggang Caramel sewaktu berjalan menuju kolam renang.


Caramel kaget, namun dengan cepatnya ide jahilnya muncul. Dia tidak memberontak ataupun menanggapi suaminya, dia tetap berjalan seperti tanpa ada keberadaan suaminya di belakangnya yang memeluknya.


Raymond mengikuti Caramel berjalan masih dengan tangannya yang masih melingkar di pinggang istrinya yang ada di depannya. Hingga pada saat di samping kolam renang, tanpa aba-aba Raymond jatuh ke kolam renang bersamaan dengan Caramel.


ternyata itu ide jahil Caramel yang dia pikirkan sewaktu berjalan tadi. Dan senangnya dia begitu tahu dirinya dan suaminya tercebur ke dalam kolam renang bersamaan.


Tawa Caramel memecah keheningan pagi di dalam kolam renang tersebut. Raymond yang merasa kaget tidak menyangka jika dirinya yang sudah rapi akan berangkat bekerja sekarang menjadi basah kuyup tercebur ke dalam kolam renang.


Setelah itu Raymond tertawa terbahak-bahak mengikuti Caramel karena dia tahu jika itu salah satu ide jahil istrinya untuk menghentikannya berangkat bekerja.


" Sayang, kau nakal sekali," ucap Raymond ketika sudah berada di dekat Caramel.


Raymond menggelitik pinggang Caramel sampai dia meminta ampun. Karena tidak juga dilepaskan gelitikan itu oleh Raymond, Caramel membalasnya dengan ide cantiknya.

__ADS_1


Tiba-tiba kaki Caramel melingkar di pinggang Raymond dan menguncinya agar dia tidak jatuh. Meskipun di dalam air, dia tidak bisa merasa kalah dengan suaminya, dan demi misinya untuk menggagalkan suaminya berangkat bekerja, Caramel akan melakukan semua ide jahilnya.


Kedua tangan Caramel melingkar di leher Raymond. Tindakan Caramel yang begitu tiba-tiba itu membuat Raymond kaget sekaligus senang. Tanpa sadar Raymond menikmati apa yang dilakukan Caramel.


Raymond terbuai dengan ciuman Caramel yang sangat lembut, tidak menuntut namun sangat nikmat dan manis rasanya menurut Raymond.


Tangan Caramel mulai nakal, tangannya membuat pola abstrak di dada bidang suaminya dan sengaja dia menyentuh bagian sensitif suaminya agar suaminya itu hanyut dalam buaiannya.


Raymond pun larut dalam sentuhan istrinya. Hingga dia lupa untuk berangkat bekerja saat ini. Caramel tersenyum licik, misinya sukses untuk menunda keberangkatan suaminya bekerja.


Ciuman mereka terlepas ketika Caramel kehabisan nafas. Raymond tersenyum puas karena kali ini bukan dia yang memulainya, tapi istrinya lah yang memulai untuk membuainya.


Ketika dirasa kejahilannya sudah selesai, Caramel berniat turun dari pinggang Raymond. Seketika itu juga Raymond tersadar jika mereka berada di dalam kolam renang dan bajunya sudah basah kuyup.


Seringai licik kini terbit di bibir Raymond. Dia memegang punggung istrinya dengan erat dan berkata,


"Sudah basah sekalian kita main basah-basahan sayang."


Namun senyum Caramel sirna ketika dia mengetahui bahwa dirinya sekarang ini berada di dalam kamar mandi yang berada di di dalam kamar mereka.


"Loh... loh... kok kesini sayang?" tanya Caramel gugup, karema yang ada di benaknya sekarang pasti suaminya itu akan memberinya hukuman.


"Ya mandilah, kan udah basah," jawab Raymond dengan seringai liciknya.


"Ta-tapi bisa mandi sendiri-sendiri kan?" Caramel sangat gugup memikirkan hukumannya yang kelihatannya tidak akan mudah baginya.


"Sama-sama basah sekalian aja mandinya, biar gak masuk angin," ucap Raymond dengan mengunci tubuh Caramel di tembok.


"A-aku mandi di kamar sebelah aja," ucap Caramel gugup namun dia tersenyum lebar agar Raymond tidak tahu jika dia gugup.


"Mau kabur setelah mengerjaiku?" tanya Raymond dengan menatap intens manik mata Caramel.

__ADS_1


Caramel hanya nyengir seperti tidak merasa bersalah sama sekali. Senyum lebar Caramel itu membuat Raymond tersenyum dalam hati.


"Tambah hari kami tambah nakal sayang. Dan aku suka itu," bisik Raymond di telinga kanan Caramel yang membuat bulu di tubuhnya meremang.


"I want you baby," bisik Raymond kemudian yang berhasil membuat Caramel bergidik ngeri.


Dan terjadilah apa yang Caramel takutkan. Seringaian Raymond itu menandakan kelicikan Raymond yang menghukum Caramel dengan hukuman yang enak menurutnya.


Caramel pun hanyut dalam permainan Raymond, dia mengakui jika hukumannya itu membuatnya melayang dan mendamba untuk kembali meminta, namun jika itu berdasarkan hukuman, maka Caramel harus bersiap-siap untuk menyiapkan tenaga ekstra dan bersiap untuk merasakan kembali tubuh yang seperti tanpa tulang sesudahnya.


Raymond mengangkat tubuh Caramel ke atas ranjang setelah di pakaikan bathrobe. Kemudian dia berganti pakaian kerja di walk in closet.


Melihat suaminya berganti pakaian kerja, bibir Caramel yang mengerucut akibat lamanya permainan Raymond yang berulang itu, kini menjadi tersenyum manis, dia masih ingin membuat kesepakatan dengan suaminya.


"Sayang... aku sepertinya tidak enak badan. Uhuk... uhuk...," Caramel mencoba sandiwara sambil berpura-pura batuk dan menghirup-hirupkan hidungnya seolah sedang flu dan batuk.


"Ya udah kamu istirahat aja ya di rumah," Raymond mengusap kepala Caramel dengan lembut menyalurkan kasih sayangnya.


"Mmm... gak mau, maunya ditemenin," Caramel merajuk manja agar suaminya menurutinya.


"Tapi aku harus berangkat sayang... Hari ini ada party sore nanti, ini aja aku udah telat, takutnya di kitchen kebingungan handle nya," Raymond menjelaskan dengan lembut agar istrinya mau mengerti.


Bukannya Caramel tidak mau mengerti, dia hanya bosan sendiri di rumah, oleh karena itu dia ingin mencoba bernegosiasi dengan suaminya.


"Kalau gitu aku ikut. Janji deh cuma di dalam kantor atau liatin kamu di kitchen aja. Pliss boleh ya.. Aku gak mau sendirian di rumah, aku pengen deket kamu terus," Rengekan manja Caramel terdengar sedih di telinga Raymond, sehingga dia tidak tega meninggalkan istrinya sendiri di rumah meskipun banyak pelayan yang menemaninya.


Seandainya saja tidak ada party hari ini, pasti Raymond akan seharian berada di rumah berduaan bersama istrinya.


"Ya udah, yuk ganti baju dulu. Tapi jangan lupa janji kamu ya," Raymond mengulurkan tangannya pada Caramel untuk membantunya berdiri.


"Yess!!!" teriak Caramel membuat Raymond menggelengkan kepalanya heran melihat tingkah ajaib istri cantiknya itu.

__ADS_1


__ADS_2