Suamiku Chef Idolaku

Suamiku Chef Idolaku
90. Jangan pulangkan aku!


__ADS_3

Clara tidak mau pulang ke rumah orang tuanya. Dia tidak ingin lagi mengikuti keinginan kedua orang tuanya dan memainkan perannya untuk memaksa Raymond menikahinya.


Memang dia dulu tergila-gila pada Raymond. Tanpa dia sadari jika bukan cinta yang dia rasakan. Ya, benar apa yang Zayn katakan padanya. Dia hanya terobsesi pada Raymond saja, karena seperti yang semua orang tahu, Raymond seorang pria yang sempurna menurutnya, pria tampan yang mapan dan kaya raya. Serta pria yang sangat mencintai pasangannya. Seperti sekarang ini, sangat beruntung sekali Caramel bisa menjadi istri dari seorang Raymond Xavier yang terkenal bucin padanya.


"Pokoknya aku gak mau pulang Zayn," Clara menolak ketika akan diantarkan pulang oleh Zayn.


"Lalu bagaimana? Dokter sudah mengijinkan kamu pulang Sayang," ucap Zayn sambil memegang pipi Clara dan mengusap-usap pipi Clara dengan jarinya.


"Terserah aku kamu bawa ke mana, asalkan tidak kembali ke rumah orang tuaku," jawab Clara dengan memegang tangan Zayn yang berada di pipinya dan menatap mata Zayn.


"Baiklah. Tapi kamu akan tinggal di mana?" tanya Zayn kembali.


Clara menggelengkan kepalanya dan berkata, "Aku gak tau harus tinggal di mana."


"Apa kamu mau tinggal di hotel?" Zayn menanyakan pada Clara tentang idenya untuk membawa Clara menginap di hotel.


"Kenapa tidak tinggal denganmu di apartemenmu Zayn?" Clara mengeluarkan pikirannya.


"Jangan Sayang, kita belum menikah. Aku takut namamu akan tercemar," jawab Zayn memberikan alasannya.


Clara menatap dalam manik mata Zayn. Dia ingin mencari kebenaran dari semua yang dibicarakannya. Dan Clara yakin jika Zayn memang mengatakan yang sebenarnya.


"Pokoknya aku gak mau pulang Zayn....," Clara berwajah kesal karena dia benar-benar tidak mau pulang ke rumah orang tuanya.


"Ok, kamu ikut aku sekarang," ucap Zayn yang di sambut senyuman oleh Clara.


Zayn membantu Clara untuk turun dari ranjang pasien, kemudian dia mengambil kursi roda yang sudah disiapkan oleh perawat untuk Clara. Kursi roda itu dinaiki oleh Clara hanya sampai parkiran rumah sakit saja, kemudian dia digendong oleh Zayn masuk ke dalam mobilnya.


Mata Clara tidak berhenti memandang Zayn yang sedang menggendongnya. Baru sekarang Clara sadar jika dia mencintai temannya sejak kecil yang sangat dekat dengannya. Insiden Zayn yang menghilang kemarin membuat Clara sadar jika dia mencintai Zayn, dia membutuhkan Zayn dan dia sangat merindukan Zayn. Bukan Raymond.


Sejak itulah Clara sadar jika memang dia salah mengartikan perasaannya selama ini. Dia merindukan Raymond bukan karena mencintai Raymond, tapi karena sudah lama mereka tidak bertemu.

__ADS_1


Seperti sekarang ini, ketika Clara tidak bersama dengan Raymond pun dia tidak merindukannya. Berbeda dengan Zayn yang membuatnya sangat membutuhkannya, seperti ada yang hilang dalam jiwanya jika tidak bertemu dengan Zayn.


Zayn menghubungi ponsel Raymond, namun tidak juga diangkatnya. Berkali-kali Zayn menghubunginya dan selalu diabaikan oleh Raymond.


Akhirnya Zayn membawa Clara menuju rumah Raymond yang kini ditinggalinya bersama dengan Caramel. Sebenarnya Zayn tidak berani mengajak Clara ke rumah Raymond dan Caramel karena takut jika Clara nekat datang ke rumah itu untuk mengganggu mereka.


Namun sekarang sudah berubah. Clara sudah mengakui perasaannya pada Zayn. Karena itulah Zayn berani mengajak Clara ke rumah Raymond dan Caramel.


Sesampainya di depan rumah Raymond dan Caramel, Zayn membunyikan klaksonnya sehingga datanglah satpam yang menjaga rumah tersebut untuk mendekati mereka mencari tahu siapa yang datang berkunjung.


Zayn pun dipersilahkan masuk oleh satpam tersebut karena mereka sudah tahu jika Zayn bagian dari keluarga besar Xavier.


Mata Clara kagum pada bangunan besar yang tidak kalah dengan rumah utama keluarga Xavier. Dan tampaklah beberapa penjaga yang berbadan besar sedang berjaga di sekitar rumah itu.


"Ini rumah siapa Zayn? Apa rumah orang tuamu? Rasanya sudah lama aku tidak bertemu dengan mereka," ucap Clara dengan mata berseri-seri.


Clara yakin jika ini rumah keluarga Zayn, pasti kedua orang tuanya menyetujui pernikahan mereka. Dalam hati Clara bersorak kegirangan.


Clara pun menurut. Dia turun dari mobilnya ketika Zayn membukakan pintu mobil untuknya.


"Kamu tunggu di sini sebentar," ucap Zayn seraya meninggalkan Clara yang berdiri di depan mobilnya.


"Zayn, ini rumah siapa?" tanya Clara kembali karena sedari tadi belum mendapatkan jawaban dari Zayn.


Zayn tidak menjawab, dia tetap berjalan meninggalkan Clara tanpa menoleh ketika ditanya oleh Clara. Zayn menghampiri para penjaga berbadan kekar itu dan bertanya tentang keberadaan Raymond dan Caramel.


Para penjaga itupun tidak tahu keberadaan Raymond dan Caramel saat ini karena mereka belum pulang semenjak tadi. Yang mengetahui keberadaan mereka hanyalah bodyguard Raymond yang selalu mengikutinya dan menjaganya dari jarak jauh.


Raymond dan Caramel segera pulang ke rumah mereka karena Raymond yang sudah tidak bosa menahan lagi untuk bisa bermesraan dengan istrinya.


"Clara?" ucap Caramel yang masih berada di dalam mobil bersama dengan Raymond ketika mobil mereka masuk melewati gerbang rumah mereka.

__ADS_1


"Untuk apa dia datang ke sini?" Raymond bertanya dengan sangat kesal.


Raymond merasa sangat kesal karena ulah Jenny yang membuatnya emosi dan sekarang dia malah menemukan Clara berdiri di depan rumahnya.


"Padahal hari kita nyaris sempurna karena terlalu bahagia. Kenapa malam harinya bisa menjengkelkan seperti ini?" Raymond mendengus kesal, rasanya dia tidak ingin turun dan memutar balik mobilnya agar tidak bertemu dengan Clara.


"Biar aku aja yang turun," ucap Caramel sambil tangannya bersiap membuka pintu.


"Jangan. Aku gak mau terjadi apa-apa denganmu. Wanita itu sangat licik dan nekat. Aku gak mau dia menyakitimu," Raymond memegang tangan Caramel untuk menghentikannya.


"Aku aja yang turun, dan kamu tetap di dalam mobil. Ok?" ucap Raymond yang seperti perintah bagi Caramel.


"Aku ikut. Aku ingin tau kenapa dia datang ke sini," ucap Caramel dengan wajah memohon sehingga Raymond tidak bisa menolaknya.


"Baiklah, tetap bersamaku," ucap Raymond.


Raymond terlebih dahulu turun dari mobil. Kemudian dia berputar untuk membukakan pintu mobil Caramel. Tangan Raymond diletakkan di atas pintu mobil untuk melindungi kepala Caramel agar tidak terbentur.


Clara menoleh melihat mobil yang baru datang, dan dia terkejut ketika orang yang keluar dari mobil tersebut adalah Raymond dan Caramel.


Clara takut melihat mata Raymond yang menatapnya penuh dengan kemarahan dan kebencian. Dan dia benar-benar iri sekali melihat perlakuan Raymond pada Caramel. Sungguh Raymond pria yang sangat sempurna, dia bisa membuat wanita seolah menjadi seorang tuan putri dalam hidupnya.


"Untuk apa kamu datang kemari?" tanya Raymond pada Clara dengan pandangan mata penuh kebencian dan kemarahan.


"A-aku...," Clara gugup menjawabnya.


"Ray, dia bersamaku," jawab Zayn sambil berlari kecil menuju Raymond, Caramel dan Clara berada.


"Cepat bawa dia cepat pulang!" ucap Raymond sambil berjalan ke arah rumahnya dengan tangannya melingkar pada pinggang Caramel seperti biasanya.


"Tapi Ray, aku butuh bicara denganmu!" teriak Zayn untuk menghentikan Raymond.

__ADS_1


"Masuklah, tapi jangan bawa wanita itu masuk!" teriak Raymond tanpa menghentikan langkah kakinya masuk ke dalam rumahnya.


__ADS_2