
Nindi membuka matanya ketika dia merasakan kulitnya disentuh oleh seseorang. Orang tersebut tersenyum ketika melihat Nindi membuka matanya.
Si Bos? Iya benar, dia adalah si Bos yang masih terpengaruh oleh obat kuat yang dia minum beberapa menit sebelum Nindi datang.
Nindi terkulai lemas, rasanya tulang-tulangnya patah. Namun ketika si Bos kembali menyentuhnya, diapun kembali bersemangat dan bersuara manja karena sentuhan si Bos yang mampu membuatnya mabuk kepayang.
"Kamu hebat Baby," ucap si Bos sambil menautkan miliknya pada milik Nindi.
Nindi hanya melenguh dan bersuara manja yang mendayu sehingga membuat si Bos bertambah semangat.
"Kamu kuat, aku suka itu," ucap si Bos yang masih dengan kegiatannya membuat Nindi dan dirinya sama-sama melayang menuju titik kenikmatan.
Nindi menggigit bibir bawahnya sambil tersenyum mendengar pujian dari si Bos. Itu artinya dia berhasil menyenangkan hati si Bos dan tugasnya telah berhasil.
Nindi kembali terkulai lemas ketika mereka sudah berhasil mengeluarkan cairan kenikmatan mereka. Sedangkan si Bos, seolah tidak ada lelahnya, tangan dan mulutnya masih saja mengganggu milik Nindi, meskipun mata Nindi terpejam.
Sedangkan di luar sana, nampak Indra sedang bersenang-senang di sebuah klub malam dengan ditemani oleh beberapa wanita. Indra hanya butuh bersenang-senang, dia ingin ditemani oleh wanita meskipun sedang bersantai ataupun tidur.
Kali ini ada anak baru yang sepertinya masih sangat muda, sepertinya dia baru saja bergabung hari ini bersama mereka.
Wow wajah baru, harus dicoba nih, seringaian Indra terbit tatkala dia berkata dalam hatinya.
Indra langsung menarik wanita muda itu yang sepertinya baru lulus SMA atau mungkin dia masih SMA, tidak ada yang tahu karena wajahnya terpoles oleh make up.
Wanita muda itu tidak sungkan untuk berada dipangkuan Indra selama di klub malam. Dan setelah Indra tidak tahan lagi, dia membawa wanita muda tersebut menuju hotel untuk menemaninya menghabiskan malamnya tanpa kehadiran istrinya ataupun wanita lain, tak terkecuali juga Nindi.
Semua kegiatan Indra tak luput dari pantauan istrinya. Orang suruhan istrinya selalu melaporkan setiap pergerakan Indra. Istri Indra pun tersenyum melihat Indra yang kini dalam genggamannya.
"Lihat aja, kamu pasti akan menyesal dan menangisi perbuatanmu padaku Indra. Dasar lelaki tidak tahu diuntung!" Istri Indra marah dan emosi melihat Indra bersenang-senang dengan wanita muda.
Pyar!
__ADS_1
Gelas minuman bekas dia minum pun menjadi korban emosi dari istri Indra. Gelas itu dilempar ke lantai ketika dia melihat video rekaman yang menampilkan Indra sedang bermain-main dan bermesra-mesraan bersama wanita muda tersebut.
"Tunggu pembalasanku Indra!" teriak istri Indra dari dalam apartemennya.
Selama ini istri Indra tinggal di apartemennya yang tidak diketahui oleh Indra selama dia berpamitan untuk urusan bisnisnya di luar negeri, padahal itu hanya alasannya saja agar Indra tidak pulang ke rumah dan benarlah Indra bersenang-senang dengan banyak wanita dan juga dengan Nindi hingga bermalam di sana semenjak istrinya tidak ada di rumah.
Istri Indra sengaja melakukan itu untuk mengumpulkan banyak bukti sehingga dia bisa bercerai dengan Indra tanpa membagi hartanya dengan Indra.
Keesokan harinya, Indra menyiapkan untuk pertemuan bersama si Bos yang bersama Nindi sekarang ini.
Malam hari, Indra kembali menuju vila tempat dia meninggalkan Nindi semalam bersama si Bos. Masih di tempat yang sama dan pengawalan yang ketat, sama seperti kemarin.
Indra dikawal masuk oleh pria-pria kekar bersenjata menemui si Bos yang belum nampak di ruang tamu.
Indra menunggu si Bos di ruang tamu dengan perasaan harap-harap cemas karena si Bos lama tidak keluar menemuinya.
Ternyata kesempatan itu dipergunakan dengan baik oleh si Bos dan Nindi yang akan berpisah. Reaksi obat yang diminum si Bos memang sudah habis, namun si Bos meminta untuk terakhir kalinya dia melakukan itu bersama Nindi.
Seharian tadi Nindi dan si Bos hanya bermain-main dan bermesraan, tapi tidak seekstrim kemarin karena efek obatnya sudah habis.
Tampak si Bos sedang berjalan dengan Nindi yang bergelayut manja padanya. Mereka berdua tersenyum senang.
Indra membicarakan bisnis mereka ketika si Bos dan Nindi sudah duduk di hadapan Indra. Si Bos menarik tangan Nindi dan Nindi pun menurut, ternyata si Bos mendudukkan Nindi di atas pangkuannya.
Kini Nindi duduk miring dengan bergelayut manja tangannya di leher si Bos. Indra mengumpat dalam hati karena dia ingin sekali melakukan hal yang sama, karena kini Indra dan si Bos membicarakan bisnis mereka, namun tangan si Bos bergentayangan di balik rok Nindi.
Nindi menggigit bibir bawahnya menahan suaranya agar tidak keluar. Indra sungguh tidak tahan melihat pemandangan di depannya, hingga dia membayangkan untuk bermain bersama mereka bertiga.
Sungguh gila pikiran Indra. Setelah dia menyadari kegilaannya, dia segera melakukan transaksi, setelah itu dia pulang dan membawa Nindi ikut serta dengannya sekalian.
Indra membawa mobil dengan kecepatan penuh agar segera sampai di rumahnya bersama Nindi.
__ADS_1
Dengan segera Indra berlari menarik tangan Nindi dan mengunci pintu rumah mereka. Indra menaruh kopernya di meja sofa.
Setelah itu Indra segera mengunci badan Nindi di tembok dan meraup dengan rakus bibir Nindi seperti orang yang sedang kelaparan.
Nindi pun menyambut permainan bibir Indra, namun di saat Indra meminta lebih, Nindi menolaknya.
"Ayolah sayang, temani aku. Apa kamu gak kangen sama aku?" Indra memelas karena miliknya sudah sangat sesak sehingga ingin keluar dari sangkarnya.
"Badanku sakit semua sayang. Mulai dari kemarin kami selalu melakukannya seperti tidak ada hari esok," ucap Nindi sambil berjalan menuju kamarnya.
Di dalam kamar, Nindi membuka bajunya untuk berganti pakaian. Namun, badannya langsung disambar oleh Indra menuju ranjang mereka, ranjang yang menjadi saksi pergulatan panas mereka.
Nindi tidak lagi bisa mengelak karena Indra sangat lihai dalam membuatnya meminta untuk diperlakukan lebih. Dan tentu keahlian mereka berdua sama, karena mereka berdua sama-sama sang petualang demi mencari kepuasan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di rumah mewahnya, Caramel dan Raymond berdebat tentang hal yang sama. Caramel tetap ingin mengikuti Raymond kemanapun meskipun sedang bekerja, dengan alasan yang sama, kesepian.
Dan setiap Raymond menolak, Caramel akan mengatakan hal yang sama bahwa Raymond tidak sayang dan tidak cinta padanya sehingga Caramel tidak diperbolehkan ikut bekerja.
Hanya bekerja saja yang tidak diperbolehkan Raymond ikut. Dan jika Caramel ingin kemana-mana, dia harus menunggu Raymond yang mengantar. Jadi, dengan kata lain Caramel menjadi tahanan rumah ketika Raymond bekerja.
"Pokoknya kalau aku tidak diperbolehkan ikut, aku mogok tidak mau tidur di kamar!" seru Caramel dengan memanyunkan bibirnya.
"Lalu kamu tidur dimana sayang?" tanya Raymond jahil.
"Dimana aja yang penting gak mau tidur sama kamu, titik, no debat," jawab Caramel kesal.
"Loh kok gak mau tidur sama aku sih, lalu aku tidur dimana?" tanya Raymond kembali jah melihat Caramel yang makin kesal.
"Pokoknya gak mau tau, kalau gak dibolehin ikut kerja gak ada jatah pelayanan," ucap Caramel yang membuat Raymond terbelalak karena mendengar ucapan Caramel yang frontal.
__ADS_1
"Tapi sayang-"
" Gak ada tapi-tapian pokoknya!"