Suamiku Chef Idolaku

Suamiku Chef Idolaku
95. Menantu kesayangan keluarga Xavier


__ADS_3

Sialnya Zayn ketika berangkat bekerja dengan sangat gembira pada saat berangkat tadi, kini dia bermuka panik karena berhadapan dengan kedua orang tua Clara.


Ketika berangkat tadi, Zayn sangat gembira karena Clara tidak mau melepaskannya. Namun akhirnya Clara mau melepaskan Zayn karena pekerjaan mereka berdua terbengkalai karena ketidak hadiran mereka.


Zayn pun berangkat dengan senyum yang tidak sedikitpun pudar. Naasnya, ketika dia akan pamer kebahagiaan pada Raymond, Caramel, Daddy Nathan dan Mommy Grace pada saat mereka sedang berkumpul di restoran, Zayn mendapatkan sapaan yang tidak diharapkan olehnya.


"Zayn, apa kamu tau di mana Clara berada?!" tanya Mama Clara dengan tegas dan dengan ekspresi tidak sukanya pada Zayn.


"Mmm... saya....," Zayn ragu menjawabnya karena sedari dulu dia memang tidak biasa berbohong, namun aktingnya lebih terasah ketika menjalankan misi khusus dari Daddy Nathan dan Mommy Grace.


"Apa kamu menyembunyikannya?" suara Papa Clara seolah menggelegar di pendengaran Zayn.


"Apakah anak kalian barang bisa disembunyikan?" Raymond terkekeh mengatakannya dan itu membuat kedua orang tua Clara lebih kesal lagi dengan Raymond.


"Kalian keluarga yang terhormat, jangan sampai kalian malu karena kelakuan kalian terungkap," Papa Clara kembali mengancam.


Daddy Nathan yang sedari tadi diam menjadi tertawa geli mendengar ancaman dari Papa Clara.


"Apa perlu kita buktikan sekarang siapa yang akan malu?" ucap Daddy Nathan di sela tawanya.


"Kalian tidak usah mengancam orang lain jika kalian sendiri tidak bisa yakin dengan diri kalian sendiri," Mommy Grace menyambung ucapan Daddy Nathan.


"Kalian semua bisanya hanya keroyokan. Awas saja akan aku balas semua ini. Dan kamu Raymond, segera nikahi anakku atau kamu akan menyesal telah mempermainkan kami. Jangan jadi orang yang hanya mau enaknya saja, setelah istrimu sudah hamil, Clara kamu tinggalkan," Mama Clara mengomel tanpa henti setelah itu dia menarik tangan suaminya untuk diajak pergi dari tempat itu.


Raymond tidak terima, dia akan bergerak maju mendekati Mama Clara, namun Caramel segera menghentikannya. Caramel tidak mau jika tangan suaminya ternoda karena menampar ataupun memukul orang yang tidak tahu diri dan licik seperti mereka.


Caramel memeluk tubuh Raymond dari depan agar Raymond berhenti berjalan dan tidak melakukan apa yang akan dilakukannya.

__ADS_1


"Sayang, kenapa kamu hentikan aku? Aku gak akan membiarkan siapapun menghinamu," ucap Raymond sambil menatap wajah Caramel dan tangannya berada di pipi Caramel yang masih memeluknya.


"Aku juga gak akan biarkan tanganmu kotor karena memukul orang seperti mereka. Tanganmu lebih berguna dibandingkan hanya untuk meladeni mereka yang licik itu," jawab Caramel dengan menatap mata Raymond dengan intens.


"Ehemmm...," Daddy Nathan berdehem menghentikan gerakan Raymond yang semakin lama wajahnya semakin mendekati wajah Caramel.


Caramel malu dan menelusupkan wajahnya pada dada bidang Raymond. Dan Raymond terkekeh sambil mempererat pelukannya pada Caramel.


"Ca, mau pulang bareng Mommy gak biar kamu gak capek?" tanya Mommy Grace yang sejak di rumah tadi sudah kepikiran dengan menantunya yang sedang hamil.


"Tapi Caca mau di sini Mom sama suami Caca," jawab Caramel dengan suara lirih dan malu-malu.


"Mmm... takut ada yang ganggu ya?" Zayn menyahut setelah sedari tadi dia hanya menjadi penonton dan pendengar saja.


"Takut disabotase sama istrimu," jawab Caramel dengan ketus.


"Gak akan Ca, dia gak mau sama Ray. Dia maunya sama aku," ucap Zayn dengan sewot.


"Siapa tau kamu dikibulin," kini ucapan Caramel sukses membuat Zayn terdiam, dia kembali berpikir tentang semua kemungkinan yang terjadi.


"Udah gak usah dipikirin Zayn, yang penting aku gak mau dan gak akan mau sama siapapun, kecuali sama ini," ucap Raymond sambil mencuri cium pipi Caramel yang masih berada di pelukannya.


"Tapi gimana nantinya kita berdua ya Ray? Sekarang aja seperti yang kamu tau, kedua orang tua Clara tidak menyambutku dengan ramah seperti dulu," suara Zayn melemah.


"Memangnya Clara ada di mana?" tanya Mommy Grace yang sedari tadi hanya mendengarkan percakapan mereka.


"Sepertinya dugaan Om benar kan Zayn?" Daddy Nathan menyahuti ucapan Mommy Grace.

__ADS_1


Zayn memandang Daddy Nathan selama beberapa detik kemudian dia mengangguk. Memang selama ini Zayn sangat dekat dengan Daddy Nathan karena Zayn yang menjadi satu-satunya teman bermain Raymond. Dan dia selalu menjadi orang kepercayaan Daddy Nathan untuk mengawasi Raymond.


"Kamu sudah dewasa Zayn, sudah tau apa yang harus kamu lakukan dan apa yang membuatmu bahagia. Tapi saru hal yang harus kamu perlu ingat, kamu harus memikirkannya matang-matang agar kami tidak menyesal nantinya," Daddy Nathan memberikan nasehat pada Zayn.


Zayn memikirkan apa yang diucapkan oleh Daddy Nathan. Kemudian dia menganggukkan kepalanya menyetujui apa yang diucapkan oleh Daddy Nathan.


"Ya sudah Zayn, kamu kembalilah bekerja. Kasihan Pak Sarno yang kewalahan mengerjakan pekerjaan kalian berdua. Ternyata yang digantikan lagi enak-enaknya honeymoon," Raymond menyindir Zayn yang masih betah duduk di kursi yang tidak jauh dari hadapan Raymond.


Zayn tersenyum lebar, dia mengaku salah karema menelantarkan pekerjaannya karena sakit hatinya terhadap Clara yang tidak mengakuinya sebagai ayah dari anak yang sedang dia kandung.


"Ya udah, Zayn permisi dulu Om, Tante...," Zayn berpamitan ke kantor pada Daddy Nathan dan Mommy Grace dan diangguki oleh mereka berdua.


"Dilarang peluk-pelukan di tempat kerja! Profesional dong... profesional... jadi bos kok seenaknya," ucap Zayn pada saat melewati Raymond dan Caramel.


Setelah itu Zayn lari terbirit-birit karena Raymond sempat menangkap kerah kemeja bajunya. Beruntungnya Zayn bisa lepas dari cengkeraman tangan Raymond karena Raymond memeluk Caramel, sehingga dia kesusahan mempertahankan cengkeraman tangannya pada kerah kemeja Zayn.


"Kalian ini masih tetap sama saja seperti masih kecil," Mommy Grace heran melihat Raymond dan Zayn yang selalu bertengkar namun detik berikutnya mereka akur kembali.


"Sudahlah Mom ayo kita pergi saja. Percuma di sini kita hanya disuguhi pemandangan yang sama dengan mereka di rumah," ucap Daddy Nathan sambil terkekeh dan memeluk pinggang Mommy Grace untuk pergi dari tempat itu.


"Sayang, beneran Caca gak ikut Mommy pulang?" Mommy Grace kembali bertanya pada Caramel sebelum kakinya beranjak dari tempat itu.


Caramel menggelengkan kepalanya dengan posisi masih dengan memeluk tubuh Raymond dengan erat.


"Caca di sini aja deh Mom ya... Caca janji deh gak akan kecapekan," Caramel memasang wajah memohon pada Mommy Grace.


Dan itu membuat Raymond kembali terkekeh dan mengeratkan pelukannya pada Caramel. Hal itu membuat Mommy Grace tidak tega untuk membawa pulang Caramel, karena sama saja dia akan memisahkan anak dan menantunya. Akhirnya Daddy Nathan dan Mommy Grace pulang tanpa membawa pulang Caramel.

__ADS_1


"Ray, jaga istrimu baik-baik. Jika dia tergores sedikit saja, Mommy tidak akan memaafkanmu," ucap Mommy Grace sebelum benar-benar pergi dari tempat itu dan Daddy Nathan tersenyum melihat Raymond yang seolah menjadi anak tiri dari Mommy nya sendiri.


__ADS_2