Suamiku Chef Idolaku

Suamiku Chef Idolaku
83. Kenyataan yang mencengangkan


__ADS_3

Zayn kini berada di rumah utama keluarga Xavier. Dia bercerita pada Daddy Nathan dan Mommy Grace agar mereka bisa membantunya untuk meyakinkan kedua orang tua Clara.


Zayn bercerita tentang semuanya, tentang malam pesta di hotel waktu itu dan tentang dirinya bisa berakhir dengan Clara hingga Clara dinyatakan hamil oleh dokter di rumah sakit tadi.


Daddy Nathan dan Mommy Grace merasa lega dan bersyukur karena Raymond tidak bisa terjebak oleh Clara.


"Kamu hebat Zayn, kamu memang bisa diandalkan. Jika tidak ada kamu, sudah bisa dipastikan Raymond akan terjebak dalam permainan mereka," Daddy Nathan memuji Zayn yang sedang kalut dan bersedih.


"Om, Zayn lagi sedih nih, kok malah dibilang hebat? Zayn ingin sekali cepat menikahi Clara, tapi orang tuanya tidak merestui kami. Apa yang harus Zayn lakukan Om, Tante?" Zayn mengeluarkan curahan hatinya pada Daddy Nathan dan Mommy Grace seperti biasanya.


"Tenang saja Zayn, tidak akan ada yang mau menikahi wanita yang sedang hamil. Bahkan menantuku saja belum hamil. Kamu hebat, hanya dengan semalam saja bisa langsung mendapatkan keturunan," ucap Daddy Nathan sambil terkekeh.


"Tapi jika kedua orang tua Clara tidak menyetujui kami, apa anak itu akan lahir tanpa seorang Ayah?" Zayn bertambah gusar dengan pemikirannya.


"Iya kalau mereka membiarkan anak itu lahir, kalau tidak bagaimana?" kini Mommy Grace mengatakan kekhawatirannya.


"Tante ih malah nakut-nakutin," Zayn bertambah takut jika anak mereka tidak diijinkan untuk lahir ke dunia ini.


"Bukannya nakut-nakutin Zayn, tapi kamu tau sendiri kan bagaimana kedua orang tua Clara jika sudah berkehendak? Lalu bagaimana dengan Mami Papi mu, apa mereka sudah tau?" Mommy Grace bertanya pada Zayn.


"Mami sama Papi belum Zayn kasih tau Tan. Rencananya Zayn bakalan kasih tau ketika akan melamar Clara, tapi... kalau begini keadaannya bagaimana Zayn bisa memberitahu mereka?" Zayn kembali frustasi.


"Maaf Tuan, Nyonya, ada tamu yang ingin bertemu," tiba-tiba seorang maid datang dan menghentikan pembicaraan mereka.


"Siapa?" Daddy Nathan bertanya karena tidak ingin sembarangan menerima tamu di waktu untuk berkumpul dengan keluarganya.


"Mereka mengatakan bahwa mereka adalah Clara dan kedua orang tuanya," maid pun menjawab pertanyaan dari Daddy Nathan.


Daddy Nathan, Momny Grace dan Zayn saling menoleh. Mereka tidak mengira jika Clara dan kedua orang tuanya bisa datang ke rumah utama keluarga Xavier.

__ADS_1


Daddy Nathan dan Mommy Grace menemui Clara dan kedua orang tuanya yang kini berada di ruang tamu.


"Wah... ada tamu dari jauh nih," Mommy Grace menyambut kedatangan Clara dan kedua orang tuanya dengan candaannya.


Kedua orang tua Clara hanya diam tidak menyahut candaan dari Mommy Grace. Daddy Nathan dan Mommy Grace pun merasa ada yang aneh dengan mereka. Tidak seperti biasanya mereka akan mengacuhkan Daddy Nathan dan Mommy Grace.


"Ada perlu apa kalian malam-malam datang kemari tanpa pemberitahuan dulu?" Daddy Nathan mengawali pembicaraan mereka dengan pertanyaan yang tegas.


"Kami meminta pertanggung jawaban dari Raymond. Dia sudah menghamili Clara, putri kami satu-satunya," Papa Clara menjawab pertanyaan dari Daddy Nathan yang merupakan tetangganya dulu sebelum mereka pindah ke rumah utama keluarga Xavier.


Daddy Nathan tidak memberikan jawaban, dia hanya tersenyum meremehkan pada mereka yang berada di depannya.


"Ini hasil pemeriksaannya," Mama Clara memberikan lembaran hasil pemeriksaan Clara dari rumah sakit sebelum mereka datang ke rumah utama keluarga Xavier.


Mommy Grace yang menerima hasil pemeriksaan itu membukanya dan membacanya.


"Lalu apa hubungannya dengan Raymond putra kami?" kini giliran Mommy Grace bertanya.


"Apa kalian yakin jika yang dikandung Clara itu anak Raymond? Bisa saja itu anak laki-laki lain dan kalian ingin menjebak putra kami," Daddy Nathan seolah tidak mau membiarkan Papa Clara menang berdebat dengannya begitu saja.


"Kalian mengatakan jika anakku wanita murahan yang tidur dengan sembarang pria?" Papa Clara terpancing emosinya.


"Pokoknya kami tidak mau tau. Kami akan membawa ini ke jalur hukum jika Raymond tidak mau bertanggung jawab dengan menikahi Clara," Mama Clara pun ikut memberikan ancamannya.


"Silahkan jika kalian memang mempunyai bukti dan saksi yang kuat," ucap Daddy Nathan dengan tegas dan menatap tajam ke arah Papa Clara.


"Untuk apa mencari saksi jika Clara sendiri yang menjadi korbannya bisa menjadi saksi atas perbuatan Raymond padanya," Mama Clara menjawabnya dengan tegas, tidak kalah dengan Daddy Nathan.


"Clara, apa benar Raymond yang menghamili kamu?" Mommy Grace bertanya pada Clara, berharap Clara akan menjawabnya dengan jujur.

__ADS_1


Clara mengangguk dengan yakin dengan menatap Mommy Grace dan berkata,


"Raymond memintaku untuk tidur dengannya karena dia ingin segera memiliki anak. Dia frustasi istrinya tidak kunjung hamil sampai sekarang."


Zayn yang berada di jarak tidak jauh dari mereka terkejut mendengar jawaban dari Clara. Sungguh Zayn tidak menyangka dengan kebohongan yang dibuat oleh Clara mengenai anak yang dikandungnya.


Dengan sakit hati dan tersulut emosi Zayn keluar dari persembunyiannya dan mendekati mereka.


"Pintar sekali kamu berbohong Clara. Aku harap anak yang ada dalam kandunganmu itu tidak akan seperti dirimu nanti jika sudah dewasa. Aku harap dia akan tumbuh menjadi anak yang jujur dan tidak penuh kebohongan dalam hidupnya. Dan satu lagi, aku siap menjadi saksi dari pihak Raymond untuk menentang tuduhan kalian. Dan bersiaplah kalian untuk kalah dan malu seumur hidup kalian," Zayn mengatakannya dengan berapi-api, kemudian dia meninggalkan rumah utama keluarga Xavier dengan perasaan marah dan emosi.


"Baiklah, kami juga sudah punya saksi, dan untuk bukti kami pasti akan segera mendapatkannya, karena itu sangat mudah bagiku," Daddy Nathan terkekeh mengucapkannya.


Clara kaget, dia tidak mengira jika Zayn berada di rumah itu. Memang mobil Zayn terparkir di dalam garasi karena Zayn berencana akan menginap di rumah itu setelah memanggil Raymond untuk datang ke sana membicarakan masalah Clara.


Clara menatap nanar punggung Zayn dari tempatnya berada. Dia merasa ada bagian dalam dirinya yang hilang, serta hatinya sangat sakit mendengar ucapan Zayn yang tidak lagi memanggilnya Sayang seperti tadi sebelum mereka bertemu di rumah utama keluarga Xavier.


Setelah beberapa menit mereka berdebat, datanglah Raymond dan Caramel yang memang mempunyai janji dengan Zayn bertemu di rumah utama keluarga Xavier. Zayn memaksa Raymond menemuinya di rumah utama sehingga Raymond dan Caramel membatalkan janji mereka untuk bertemu dengan Chef Jenny. Namun bukannya Zayn yang mereke berdua temui, kini mereka dihadapkan dengan keluarga Clara.


"Ada apa ini? Kenapa ramai sekali? Mana Zayn?" Raymond bertanya pada mereka ketika berada di ruang tamu.


Mereka semua menoleh ke arah Raymond, dan seperti mendapatkan angin segar, Papa Clara tersenyum dan berkata,


"Raymond kamu harus menikahi Clara, dia sedang mengandung anakmu."


Mata Raymond terbelalak, dan Caramel tiba-tiba saja merasakan pusing mendengar perkataan dari Papa Clara, namun dia menahannya sekuat tenaga dengan bantuan tangan Raymond yang berada di pinggangnya.


"Clara bilang kamu memintanya untuk tidur denganmu karena istrimu itu tidak berguna, dia tidak kunjung hamil sampai sekarang hingga membuatmu frustasi," Mama Clara menimpali ucapan dari Papa Clara.


Dan tiba-tiba saja tubuh Caramel tidak bertenaga sehingga jatuh pingsan di pelukan Raymond. Untung saja tangan Raymond masih melingkar di pinggangnya sehingga bisa menopang tubuh Caramel agar tidak terjatuh pada saat pingsan.

__ADS_1


"Sayang!"


"Caramel!"


__ADS_2