Suamiku Chef Idolaku

Suamiku Chef Idolaku
46. Cupp!


__ADS_3

"Jangan pakai baju yang itu, kependekan, pakai yang ini aja," cegah Raymond melihat Caramel akan memakai mini dress ungu yang terlihat anggun jika dipakai oleh Caramel.


Terpaksa Caramel menaruh dress itu kembali dan dia mengambil dress yang menjadi pilihan Raymond.


"Ganti, jangan yang itu, terlalu seksi," ucap Raymond ketika melihat Caramel yang sudah berganti dengan dress selutut warna merah yang begitu pas di badannya sehingga membentuk tubuh seksinya.


Caramel melepas dress tersebut dan memilih kembali baju yang akan dipakainya.


Kini pilihan Caramel jatuh pada jumpsuit tanpa lengan warna merah dengan kerah V model kimono.


"Jangan yang itu sayang, kamu seperti masih ABG, nanti banyak yang godain. Lagian itu kelihatan kulit putih kamu kontras banget sama warna bajunya. Banyak yang lihatin nanti. Aku gak suka," Raymond kesal melihat semua pakaian Caramel yang malah membuatnya semakin menarik.


"Terus aku pake apa dong? Ini gak boleh, itu gak boleh. Apa aku pakai gamis aja sama jilbab kayak mau pengajian?" tanya Caramel kesal.


Ucapan Caramel membuat Raymond seperti mendapatkan angin segar.


"Boleh, kamu punya? Pakai sekarang, besok kita beli lagi yang banyak," ucap Raymond sumringah.


"Hah?!" Caramel melongo tidak percaya mendengar perkataan suaminya.

__ADS_1


"Iiish... gak ada gamis di sini, ada di rumahku semuanya. Salah kamu sendiri gak nyediain gamis di lemari," ucap Caramel kesal dengan meletakkan kedua tangannya di pinggang.


Raymond hendak menjawab perkataan Caramel, namun ponselnya berdering. Ternyata ada telepon dari restoran yang mengatakan bahwa mereka ingin tahu persediaan barang mereka ditambah atau tidak, oleh karena itu Raymond harus datang untuk mengeceknya.


"Sayang, aku harus berangkat sekarang. Aku harus mengecek persediaan bahan makanan untuk acara nanti," Raymond berdiri dari duduknya.


"Aku jadi pakai baju yang mana? Kalau ditinggal, aku malah ke sana pakai tank top sama hotpant," ancam Caramel yang membuat mata Raymond melotot.


"Ya udah pakai terserah kamu aja, asal tidak terlalu pendek dan harus ada lengannya," ucap Raymond pasrah.


Akhirnya Caramel tersenyum dan bersorak dalam hatinya.


Yess, aku menang!!!


"Sebahagia itukah kamu sayang?" tanya Raymond dengan melirik istrinya yang duduk disebelahnya, di samping kursi kemudi.


"Gak usah ngelirik-ngelirik gitu sayang, fokus aja ke depan. Awas ada polisi tidur," ucap Caramel dengan menengadahkan wajahnya pada Raymond dan memasang senyum menggoda.


"Aaah.... kenapa kamu selalu menggodaku?" Raymond frustasi melihat istrinya yang begitu menggoda.

__ADS_1


"Bukannya itu ibadah dan dapat pahala jika menggoda suami sendiri?" ucap Caramel masih dengan pose yang sama, namun sekarang jari tangannya berjalan di paha Raymond.


"Ya ibadah, dan nanti malam kita juga harus ibadah untuk menuntaskan kenakalanmu ini sayang," Raymond menangkap jari tangan Caramel dan menciumnya.


Caramel yang kegelian karena mendapatkan ciuman di telapak tangan dan punggung tangannya, dia mengendus-endus lengan Raymond dan akhirnya menggigitnya dengan gemas.


Caramel tertawa ketika mendengar suara mengadu dari mulut Raymond. Tak mau kalah dari Caramel, Raymond mengigit kecil tangan Caramel yang ada pada genggamannya.


Rengekan manja kesakitan dari Caramel membuat Raymond bertambah gemas.


"Sayang, gimana kalau kamu aku makan sekarang?" ucap Raymond yang masih meniup-niup kemudian mengendus-endus tangan Caramel.


"Gak usah ngadi-ngadi deh, ini katanya udah ditungguin di restoran?" sahut Caramel kesal karena gigitannya di balas oleh Raymond.


"It's ok, dikit aja," ucap Raymond sambil mematikan mesin mobilnya dan melepas sabuk pengamannya.


Caramel pun tidak terlalu menanggapi ucapan suaminya. Dia juga melepaskan sabun pengamannya.


Cupp!

__ADS_1


Mata Caramel terbelalak mendapati benda kenyal yang menempel di bibirnya. Sedetik kemudian Raymond ********** hanya beberapa detik, dan ketika Caramel memejamkan matanya, bibirnya dilepaskan dari bibir Caramel.


Uwasyeeeeeem....!!!! maki Caramel dalam hati.


__ADS_2