
Kantor Polisi, tulisan pada gedung yang didatangi oleh kedua orang tua Clara. Mereka sudah benar-benar putus asa mencari keberadaan anaknya. Mereka sudah mencari ke semua tempat yang biasanya didatangi oleh Clara, namun hasilnya nihil, mereka tak dapat menemukan Clara di mana pun.
Hari ini merupakan hari kedua Clara menghilang dari rumah. Setiap hari kedua orang tua Clara menyempatkan diri mereka ke tempat kerja Clara. Dan hasilnya pun sama, mereka tidak menemukan Clara di mana pun. Bahkan ancaman mereka berdua tidak ada yang menggubrisnya.
"Raymond, kamu harus mencari calon istrimu! Kenapa kamu diam saja?" Mama Clara menggertak Raymond yang sedang berada di kitchen area melakukan pekerjaannya.
Bukan Raymond jika dia mempan dengan gertakan siapapun, dia tidak pernah takut dengan siapapun meskipun dengan kedua orang tuanya. Jika dengan kedua orang tuanya, dia bukannya takut, melainkan menghormati mereka sebagai orang tuanya. Dan hanya satu yang bisa menaklukan Raymond, dia adalah Caramelia Faraza, istri dari Raymond Xavier.
"Raymond kamu dengar tidak? Cepat carilah calon istrimu jika kamu tidak mau menyesal. Apa kamu tidak khawatir dengan anak yang dikandung Clara?" Mama Clara kembali menggertak Raymond yang sedari tadi mengacuhkannya.
"Raymond jawab!" Mama Clara sepertinya sudah kehilangan kesabarannya.
"Siapa yang berani memperbolehkan orang asing masuk ke dalam sini?" teriak Raymond dengan emosinya.
Semua yang berada di kitchen menundukkan kepalanya, mereka sungguh tidak berani ketika Raymond sudah marah, apalagi jika sudah emosi seperti sekarang ini.
"Kurang ajar kamu mengatakan kami orang asing. Kami ini calon mertuamu!" Mama Clara berseru pada Raymond dihadapannya.
"Cepat bawa orang gila ini keluar dari sini!" Raymond berteriak memerintahkan untuk membawa keluar kedua orang tua Clara dari kitchen.
"Raymond!" Papa Clara berteriak pada Raymond dengan amarahnya.
"Kenapa kalian diam saja? Cepat bawa mereka pergi dari sini dan jangan perbolehkan masuk ke sini lagi, apapun alasannya! Cepat! Apa kalian mau saya pecat?" Raymond kembali berteriak dengan emosi yang kini merajai hatinya.
Sontak saja semua orang yang berada di kitchen tersebut bergerak untuk mengeluarkan kedua orang tua Clara yang sangat angkuh itu.
__ADS_1
"Kalian mau apa? Jangan sentuh saya, atau kalian akan tau akibatnya! Akan saya pecat kalian jika anak saya sudah menikah dengan Raymond," seru Mama Clara memperingatkan mereka agar tidak diusir keluar dari tempat itu.
"Masih akan, belum tentu jadi," ucap salah satu dari mereka yang ternyata adalah Caramel.
"Sialan kamu! Gara-gara kamu tidak memperbolehkan Raymond menikahi Clara sekarang Clara pergi dari rumah. Dasar wanita mandul tidak tau diri!" teriak Mama Clara menuduh Caramel.
Raymond tidak terima Caramel diteriaki bahkan dituduh yang bukan-bukan oleh Mama Clara. Dengan gerakan cepat Raymond maju dan tangannya sudah berayun hendak menampar Mama Clara. Namun tangan Raymond berhasil dihentikan oleh Caramel. Sungguh Caramel tidak rela jika tangan Raymond harus ternoda dengan menampar pipi wanita yang sangat licik.
Plak!
Tiba-tiba saja sebuah tangan mendarat pada pipi Mama Clara yang sangat berani meneriaki Caramel.
Mama Clara memegang pipinya yang ditampar itu dengan tatapan yang menghunus serta kaget pada orang yang menamparnya. Sedangkan Papa Clara yang juga kaget ketika pipi istrinya ditampar itu sangat marah pada orang tersebut.
"Mommy?!" ucap Caramel yang tidak percaya jika Mommy Grace menampar pipi temannya demi membela menantunya.
"Kamu, beraninya kamu mengancam kami! Seharusnya kami yang marah karena Raymond tidak mau bertanggung jawab untuk menikahi Clara yang sedang hamil anaknya," kini Pala Clara yang marah pada Mommy Grace.
"Silahkan berhalusinasi, silahkan berandai-andai dan silahkan mempersiapkan diri agar kalian tidak malu jika semua bukti diperlihatkan di pengadilan," ucap Mommy Grace dengan sangat tegas dan emosinya yang masih bisa terkontrol.
"Kamu pikir kami takut?" Mama Clara menantang Mommy Grace.
Dengan tenangnya, Mommy Grace mengambil alih tubuh Caramel yang berada dalam pelukan Raymond. Mommy Grace memeluk Caramel dan mengusap punggungnya dengan lembut.
"Menantu kesayangan saya ini tidak akan tergantikan dengan siapapun, dan tidak akan ada yang bisa menyentuhnya kecuali suaminya. Ingat itu!" Mommy Grace kembali mengancam Mama dan Papa Clara dengan menatap tajam penuh permusuhan pada Mama dan Papa Clara.
__ADS_1
"Menantu kesayangan yang tidak bisa hamil?" Mama Clara mengatakan dengan senyuman meremehkan memandang Caramel.
"Kamu pikir anakmu hebat bisa hamil dua minggu? Menantu kesayanganku ini lebih hebat, karena tidak tau jika dia sedang hamil, dan usia kandungannya sudah lima minggu," dan itu membuat Mama dan Papa Clara kaget.
Mereka kini takut jika rencana mereka gagal karena Caramel sedang hamil. Dan mereka semakin ketakutan jika ancaman dari Mommy Grace benar-benar akan dijalankan jika mengetahui mereka telah berbohong.
"Ada apa ini?" suara yang bak petir menggelegar membuat semua orang ketakutan setelah melihat drama keluarga yang ditampilkan oleh kedua orang tua Clara melawan keluarga Xavier.
"Daddy?!" kini Caramel kembali terkejut melihat Daddy Nathan yang mempunyai sikap sama dinginnya dengan Raymond berada dalam tengah-tengah drama keluarga Clara.
"Mereka menghina menantu kesayangan kita Dad," Mommy Grace mengadu pada suaminya.
Daddy Nathan menatap kedua orang tua Clara secara bergantian. Kemudian memerintahkan semua orang yang ada di situ untuk kembali bekerja dengan memberikan kode dengan tangannya yang dilambaikan seperti sedang mengusir mereka.
"Apa mereka menyakitimu Sayang?" tanya Daddy Nathan pada Mommy Grace setelah semua orang pergi dari tempat itu kecuali kedua orang tua Clara, dan keluarga Xavier termasuk Caramel.
"Tidak, dia yang ku tampar karena menghina menantu kesayanganku ini," kawan Mommy Grace dengan senyum meremehkan melihat dan menunjuk Mama Clara.
"Kalian berdua tidak akan saya lepaskan jika terjadi apa-apa dengan para wanita dari keluarga Xavier, istriku dan istri Raymond. Camkan itu!" ucap Daddy Nathan mengancam kedua orang tua Clara sambil menunjuk Mommy Grace dan Caramel.
"Ray, Om, Tante, Caramel, Zayn yang cakep ini sudah datang...," ucap Zayn yang sangat senang karena adanya Clara di rumahnya.
Zayn tidak mengetahui jika di depannya adalah kedua orang tua Clara. Hang dia tahu hanya keluarga Xavier yang menghadap Zayn. Sedangkan kedua orang tua Clara memunggungi Zayn yang berjalan dari belakang kedua orang tua Clara.
Sontak saja kedua orang tua Clara menghadap belakang dengan harapan bisa menemukan Clara yang sedang bersama Zayn.
__ADS_1
"Zayn, apa kamu tau di mana Clara berada?!" tanya Mama Clara dengan tegas dan dengan ekspresi tidak sukanya pada Zayn.
"Mmm... saya...."