
Kabar penangkapan Zayn oleh polisi didengar oleh Daddy Nathan. Tentu saja Daddy Nathan dan Mommy Grace sangat marah pada kedua orang tua Clara. Terlebih Daddy Nathan yang sangat marah dan emosi karena Zayn merupakan keluarga besar Xavier.
"Cepat urus pembebasan Zayn dan jangan lepaskan kedua orang tua Clara!" Daddy Nathan memberikan perintahnya pada orang kepercayaannya.
"Siap Bos!" ucap mereka yang dengan segera bergerak untuk melaksanakan tugas dari Daddy Nathan.
Kedua orang tua Clara tersenyum licik mendapati Zayn yang sedang duduk di hadapan seorang polisi dengan kedua tangan yang terborgol memberikan kesaksian pada polisi tersebut.
Zayn tidak menyangka jika kedua orang tua Clara benar-benar melakukan ancaman mereka. Sesungguhnya dari hatinya yang paling dalam Zayn merasa sangat sedih karena sepertinya harapan untuk mendapatkan restu dari kedua orang tua Clara pupus sudah.
"Sudah Pak, masukin aja dia ke dalam penjara supaya dia tidak bisa membawa anak saya pergi lagi," ucap Mama Clara ketika mendekati Zayn yang sedang diinterogasi oleh pihak kepolisian.
Zayn menundukkan kepalanya, tangannya terkepal menahan amarah. Sungguh jika mereka bukan kedua orang tua Clara, sudah pasti Zayn membuat perhitungan dengan mereka. Darah keluarga besar Xavier mengalir pada tubuh Zayn meskipun hanya sedikit, sehingga keberanian yang diturunkan oleh keluarga Xavier masih mendarah daging di tubuh Zayn.
"Maaf Bu, sebaiknya Ibu menunggu saja di sebelah sana. Biarkan kami melaksanakan tugas kami terlebih dahulu," ucap Polisi yang berada di depan Zayn yang sedang menginterogasi Zayn menunjuk kursi yang tidak jauh di ujung ruangan tersebut.
Dengan sangat terpaksa kedua orang tua Clara menuruti perintah Polisi tadi. Mereka berdua duduk di kursi yang berada di ujung ruangan itu dengan wajah yang kesal.
Selang beberapa menit datanglah beberapa orang berjas mendekati Zayn dan Polisi yang sedang menginterogasinya.
"Selamat malam Pak, kami dari tim kuasa hukum saudara Zayn akan menemani saudara Zayn dalam kasus ini," ucap seorang laki-laki yang berpenampilan tegas dan berwibawa.
Zayn dan Polisi yang sedang menginterogasi Zayn menoleh pada orang yang menghentikan pembicaraan mereka. Ternyata ada lima orang yang merupakan tim kuasa hukum untuk mendampingi Zayn yang dikirim langsung oleh Daddy Nathan.
__ADS_1
Mama dan Papa Clara seketika berdiri karena kaget mendengar apa yang diucapkan oleh orang-orang yang baru saja datang itu. Kini mereka merasa terancam karena usaha mereka untuk memberi pelajaran Zayn sepertinya akan lebih sulit lagi.
"Baiklah, silahkan duduk," Polisi tersebut mempersilahkan pengacara tersebut mendampingi Zayn.
"Pa gimana nih?" tanya Mama Clara pada suaminya dengan berbisik gusar.
"Gak tau Ma, pusing Papa ngurusi masalah Clara berhari-hari gak selesai-selesai sampai kerjaan Papa terbengkalai," jawab Papa Clara kesal.
"Lalu gimana dong Pa? Cepat Papa hubungi pengacara Papa agar bisa bantu kita sekarang," Mama Clara memerintahkan pada suaminya.
Dengan terpaksa Papa Clara menghubungi pengacaranya untuk segera datang membantunya. Sebenarnya Papa Clara tidak ingin memperpanjang masalah ini, yang dia mau hanya Clara pulang dengan mereka. Namun Mama Clara yang bersikeras untuk menjebloskan Zayn ke dalam jeruji besi agar tidak bisa mengganggu rencananya untuk membuat Raymond menikahi Clara.
Selang beberapa menit seorang laki-laki yang berstatus pengacara dari Papa Clara itu datang ke ruangan tersebut.
"Pak Anton? Ada apa malam-malam datang ke tempat ini?" tanya salah satu seorang pengacara yang tergabung menjadi tim kuasa hukum Zayn sedang duduk menunggu pengacara seniornya yang menemani Zayn memberikan pernyataannya.
"Pak Edo? Loh kok semua pada kumpul di sini? Ada apa?" tanya Pak Anton yang memang tidak mengerti beberapa rekan pengacaranya berada di sana.
"Kami tim kuasa dari Zayn yang ditugaskan oleh Tuan Nathan Xavier untuk mendampinginya. Dan sekarang Pak Daniel sedang mendampingi Zayn untuk memberikan pernyataannya. Pak Anton sendiri sedang apa di sini?" tanya Pak Edo pada Pak Anton yang berwajah bingung.
"Saya kan pengacara Pak Edwin, beliau meminta saya untuk datang ke sini membantu mengurus proses penculikan anak mereka," Jawab Pak Anto dengan ragu.
"Apa? Jadi...," Pak Edo kaget mendengar jawaban dari Pak Anto.
__ADS_1
Pak Anto pun mengangguk, dan dia mulai bingung karena pasalnya dia bekerja di Firma hukum milik Pak Daniel. Dan sekarang mereka menjadi lawan untuk mendampingi klien mereka yang menjadi pelapor dan tersangka. Bukan hanya itu saja yang membuat Pak Anto resah, karena yang dihadapinya adalah tim khusus yang dibentuk oleh Pak Daniel sang pemilik Firma hukum tersebut untuk keluarga Xavier.
Maka sudah bisa dipastikan jika nantinya Pak Anto pasti akan kalah karena tim khusus tersebut terdiri dari beberapa pengacara mahal yang handal dan patut diperhitungkan jika melawan mereka.
"Ada apa Pak?" tanya Pak Edwin yang merupakan Papa Clara pada Pak Anto.
"Tidak ada apa-apa Pak. Sebentar, saya akan berbicara dengan tim kuasa hukum mereka," ucap Pak Anto dan diangguki oleh Papa Clara.
Interogasi Zayn terjeda karena Pak Anto meminta waktu untuk berbicara dengan Pak Daniel dan timnya yang lain. Bagaimanapun Pak Anto harus melaksanakan tugas mereka dan dia harus membicarakannya dengan Pak Daniel dan tim yang lain untuk keputusan pekerjaannya. Dan Pak Daniel memutuskan agar Pak Anto tetap menjalankan tugasnya dengan baik, toh Pak Daniel dan timnya merasa mereka akan menang dalam kasus ini dan itu dibenarkan oleh Pak Anto karena memang bukti yang keluarga Clara berikan tidak terlalu kuat.
Setelah keputusan mereka itu, Zayn kembali diinterogasi dengan didampingi oleh tim kuasa hukumnya. Dan ketika Mama Clara tetap bersikukuh untuk memenjarakan Zayn, dalam waktu itu juga mereka mendapatkan kejutan.
"Maaf Pak, saya akan menghadirkan saksi yang sangat penting," ucap Pak Daniel.
"Silahkan," jawab Polisi tersebut.
"Cepat bawa dia ke sini sekarang juga," Pak Daniel memerintahkan tim hukumnya membawa orang yang mereka kenalkan sebagai saksi penting pada Polisi yang menangani laporan dari orang tua Clara.
Dua pengacara berjalan keluar menjemput orang yang mereka sebut sebagai saksi penting itu. Seorang pengacara wanita menggandeng saksi tersebut dan seorang pengacara pria berbadan atletis mendampingi saksi dan pengacara wanita itu berjalan masuk ke dalam ruangan interogasi.
"Kalian... Beraninya kalian membawanya datang ke tempat ini!" teriak Papa Clara pada tim kuasa hukum Zayn.
"Cepat bawa dia pergi! Saya tidak mengijinkan dia berada di tempat ini!" kini Mama Clara yang berteriak tidak terima.
__ADS_1
Kedua orang tua Clara emosi melihat orang yang didatangkan tim kuasa hukum Zayn menjadi saksi penting mereka.
"Cepat pergi dari sini!"