Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Bertanggung jawab.


__ADS_3

Keesokan paginya Lita terbangun karena dering dari ponselnya dan hal pertama yang ia lihat ketika membuka kedua matanya dada polos seorang pria.


Melihat hal itu membuat Lita membelalakkan matanya dan sedikit menjauh dari tubuh pria dihadapannya.


Keterkejutannya semakin bertambah ketika merasa tubuhnya tertahan oleh pria itu, belum lagi penampilan mereka yang tanpa menggunakan sehelai benang pun membuat Lita semakin shock. Tak lupa rasa nyeri pada inti sarinya serta seluruh tubuh yang remuk-redam.


Lita menyingkirkan tangan pria yang masih nyaman memeluk tubuhnya, kemudian beranjak untuk duduk dengan sedikit meringis kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya itu.


"Hei bangun,, hei." Ucap Lita sembari menepuk-nepuk pundak pria itu, membuat dia terbangun Lalu menatap kepada Lita.


Arga juga sama terkejutnya dengan Lita, tapi pria itu langsung duduk dengan ketika mengingat apa yang telah ia lakukan kepada gadis itu, ralat wanita karena dia bukan gadis lagi.


"Sebaiknya kamu pulang, aku khawatir istrimu akan mencari kamu." Ucap Lita, kemudian beranjak turun dari ranjang sembari melilit handuk yang dia pakai semalam lalu melilit handuk itu di tubuhnya, tidak menghiraukan rasa sakit pada inti sari-nya.

__ADS_1


Lita berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, sementara Arga masih terdiam di tempatnya, pria itu sedang berpikir apa yang harus dia lakukan setelah ini.


Dia tidak mungkin pergi begitu saja setelah merenggut kehormatan seorang wanita, walaupun wanita itu memaksanya tapi dia dalam keadaan sadar sementara wanita itu tidak.


" Apa yang harus aku lakukan?" Tanyanya sembari mengacak-acak rambutnya frustasi dengan situasinya saat ini.


Terlalu lama berpikir hingga tanpa ia sadari Lita kini sudah keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang sedikit lebih fresh.


Sungguh wanita itu tidak ingin berurusan dengan istri dari pria yang saat ini bersamanya dan apa yang terjadi kepada mereka semalam itu sudah di luar kendalinya.


"Aku akan pergi setelah aku bertanggung jawab atas apa yang telah aku lakukan padamu semalam." Ucap Arga dengan tiba-tiba, membuat Lita yang hendak berjalan kearah walk in closed-nya langsung berbalik dan menatap pria itu tajam.


"Apa maksud kamu? Tanggung jawab seperti apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Lita mengejek.

__ADS_1


" Saya akan menikahi kamu?" Jawab Arga membuat Lita ingin tertawa, apa pria ini mabuk, bagaimana tidak kemarin dia baru saja menikahi wanita yang dia cintai dan sekarang dia ingin menikahi dirinya, oh enak sekali. Memangnya dia pikir Lita mau, tentu saja tidak.


" Saya tahu kamu tidak bermaksud untuk menjadi pengganggu ataupun orang ketiga dalam hubungan aku dan Lisa, tapi semuanya sudah terjadi aku tidak ingin menjadi semakin breng-sek dengan meninggalkan kamu begitu saja setelah merenggut milikmu yang berharga." Sambung Arga lagi sembari menatap punggung Lita, karena wanita itu tidak mau melihat kepadanya.


"Jangan salahkan dirimu, aku yang meminta bantuan kamu dan kamu tidak perlu bertanggung jawab, karena aku tidak akan memberitahu siapa pun ini akan menjadi rahasia di antara kita." Sahut Lita setelah lama terdiam.


Namun keputusan Arga sudah bulat, dia ingin tetap bertanggung jawab, pria itu tidak akan pernah pergi dari sana sebelum Lita menyetujui hal itu.


"Paling tidak kita menikah siri." Ucap Arga setelah perdebatan panjang diantara keduanya." Tolong jangan salah paham, aku melakukan ini untuk melindungi kehormatan kamu dan mencegah jangan sampai ada hasil dari apa yang kita lakukan karena semalam aku tidak menguntungkan pengaman." Lanjutnya membuat Lita tidak dapat berkata-kata.


"Jika dalam satu bulan ke depan kamu tidak hamil aku akan melepaskan kamu, setidaknya dengan begitu status kamu jelas seorang janda, bukan gadis rasa janda." Arga terus berbicara menggoyahkan pendirian Lita hingga wanita itu akhirnya setuju dengan akan apa yang di inginkan Arga.


Hari itu juga, Arga menikahi Lita secara siri, pernikahan itu di ketahui Kevin dan Kairan karena mereka berdua adalah saksinya dan Arga percaya, mereka berdua tidak akan membuka mulut tanpa izin Arga.

__ADS_1


__ADS_2