
"Honey, tahan emosi kamu! Kita dengarkan dulu penjelasan mereka." Narendra menghalangi tubuh istrinya, ketika Hani ingin kembali menyerang Arga.
"Lepas, lepaskan aku, aku nggak terima sahabat aku di duakan." Teriak Hani dengan emosi yang sedikit meledak-ledak, membuat Narendra sedikit kesulitan menenangkan istrinya.
Ditambah Hani yang sedang hamil, membuat mereka tidak dapat bertindak kasar kepadanya untuk menenangkannya.
"Aku tahu honey, Aku tahu kamu marah karena kamu sayang sama Lita, tapi tolong tenangkan diri kamu, Lihatlah Lita, Apa ada air mata di wajahnya." Hani langsung menatap lekat wajah sahabatnya dan Lita yang menyadari jika Hani melihat kepadanya, ia pun tersenyum seraya menganggukkan kepalanya. " Lihat dia bahagia bersama kak Arga, Kamu tidak boleh bersikap berlebihan seperti ini, toh dia yang akan menjalani semuanya baik-baik saja, juga dia akan merasakan rasa sakit itu sendiri, namun dia tetap dia tidak masalah dengan hal itu dan seharusnya sebagai sahabat kamu mendukungnya bukan menghakimi mereka seperti ini."Bisik Narendra. Mampu membuat Hani tenang.
Hani menyesali perbuatannya, semua kemarahannya itu hanya karena tidak ingin Lita kecewa, menjadi yang kedua bukan sesuatu yang baik untuk Lita.
Hani dan Narendra pun kembali duduk di tempat diduduk mereka masing-masing dengan Hani yang kembali terdiam.
Melihat Hani yang sedikit lebih tenang dimanfaatkan oleh oleh Arga untuk ia menjelaskan semuanya.
Dan setelah itu Arga langsung menjelaskan semuanya tanpa ada yang pria itu tutup-tutupi mulai dari bantuan yang di tawarkan oleh Arga untuk mengantar Lita pulang waktu itu? Hingga keadaan Lita yang terdesak gairahnya, kejadian one night stand mereka, dugaan Lita yang menduga Lisa-lah di balik semua kejadian ini.
__ADS_1
Tentang pernikahan mereka, hingga bantuan dari Kevin serta Kairan dalam menyatukan Arga dan Lita, membantu Arga dapat mengsahkan pernikahan mereka secara hukum, mengingat dalam usaha itu Arga harus keluar masuk pengadilan hanya Untuk dia dapatkan izin untuk menikahi Lita secara hukum.
Semua usaha yang yang dilakukan agar untuk Lita benar-benar tidak bisa di ragukan kesungguhannya namun. semua tidak dapat Hani percaya begitu saja, sebelum Arga menentukan pilihannya diantara Lita dan Lisa.
"Lalu siapa yang akan kamu pilih, Lita atau Lisa?" tanya Hani.
" Honey!"
"Aku hanya ingin tahu, bukan meminta mereka bercerai sekarang." Sahut Hani.
" lalu kenapa kalian tidak mengatakan kepada kita dan sejak kapan kalian tinggal disini?"Tanya Hani lagi.
" Kita disini sudah satu bulan dan alasan kenapa kami belum memberi tahu kalian karena aku belum siap." Jawab Lita.
"Jadi kalian tidak berencana memberitu kita dalam waktu dekat ini andai kita memergoki kalian tadi?" Tanya Hani, Lita dan Arga saling melirik satu sama lain setelah itu keduannya kompak mengangguk kepada mereka.
__ADS_1
"Kalian berdua benar-benar ya." Hani langsung melempar bantal sofa yang sejak tadi ada di pangkuan mereka berdua.
" Kita melakukan semua ini untuk kebaikan bersama hingga semua anggota keluarga mengetahui semuanya suatu hari nanti, karena kita belum siap harus menjawab banyak pertanyaan..
"Sekarang kamu sudah tahu semuanya, aku harap kamu mengerti, jika nanti kamu masih membutuhkan penjelasan lebih kita bisa ngobrol berdua." Ucap Lita lagi membuat Hani memutar bola matanya malas.
" Ya ya, Terserah kamu saja! aku akan mendoakan yang terbaik untuk kamu dan apabila suatu hari nanti dia nyakitin kamu, jangan sungkan untuk menceraikannya." Pesan Hani, membuat Lita tersenyum senang.
Lita langsung beranjak dari tempat duduknya, untuk memeluk Hani dan Keduannya pun berpelukan dengan sayang. " Terima kasih." Ujar Lita.
" Hmm, Bahagia selalu ya Tha, Aku sayang sama kamu. Kalau ada apa-apa cerita ya." Sahut Hani.
" Iya pasti Haaniya," Lita memeluk erat tubuh sahabatnya itu. " Aku sayang Haaniya." lanjutnya membalas ungkapan sayang Hani.
Sementara Arga dan Narendra hanya dia memperhatikan kedua wanita itu.
__ADS_1
"