
Menunggu Lita yang belum juga terbangun, membuat Dino memutuskan untuk meninggalkan wanita itu, ia memilih kembali ke hotel untuk mengutus seseorang yang bisa di percaya untuk mengantikan posisi Lita, mengingat tubuh wanita itu yang begitu lemah Sekarang di tambah keadaan yang lagi hamil, membuat Dino tidak bisa memberikan tanggung jawab itu kepada Lita.
Mengutus orang baru sebagai pengganti Lisa adalah langkah yang menurut Dino terbaik, sembari menunggu kakaknya Lita datang untuk mengambil alih posisi sang adik, sekaligus mengawasi pembangunan hotel baru nantinya begitu urusannya selesai disini.
Tak lama setelahnya Dino kini telah sampai di hotel pria itu langsung masuk kedalam ruangan kerja asisten Lita, meminta asisten dari wanita yang kini terbaring di rumah sakit itu untuk menghubungi petinggi-petinggi hotel itu untuk berkumpul di ruang meeting.
Sambil menunggu, Dino melangkah kembali ke ruangannya. Menunggu mereka di sana.
Belum ada sepuluh menit menunggu, pintu ruang kerjanya tiba-tiba di ketuk dari luar.
Tok.. tok...
" Masuk." Titahnya.
Ceklek
Pintu itupun terbuka dan sedikit terdorong kedalam, tak lama asisten Lita pun masuk, lalu melangkah mendekati Dino.
__ADS_1
"Permisi pak! Bapak sudah di tunggu di ruang meeting." Ucap sang asisten.
Dino pun mengangguk lalu berdiri dari duduknya, kemudian mengikuti langkah sang asisten.
"Oh iya, kabari semua staf terkhusus bagian resepsionis. Jika ada yang menanyakan keberadaan mbak Lita, katakan dia sedang tugas keluar kota." Pesan Dino, setelah itu ia menghilang di balik ruang meeting itu dan sang asisten pun langsung menghubungi bagian yang berwewenang untuk menyampaikan itu kepada staf dan pegawai hotel yang sedang bertugas ataupun yang berada di rumah, setelah itu ia mengikuti langkah Dino, karena dia yang bertugas membuka rapat itu.
\=\=\=\=\=\=
Begitu mendapatkan izin dari papanya siang tadi, sore harinya Arga langsung bersiap-siap untuk pergi ke Bali.
"Kamu mau kemana? Kamu nggak bisa terus-terusan abaikan aku kaya gini sayang. Aku butuh kamu disini." Ucap Lisa sembari menarik ransel berisi laptop dan keperluan Agra selama di Bali nanti.
Karena dia membutuhkan Arga. Entah kenapa akhir-akhir dia ingin di perhatikan dan gairahnya menjadi semakin besar untuk bercinta, jika Arga bagaimana dia bisa menyalurkan hasratnya itu.
Memikirkan itu semua membuat emosi Lisa menjadi tidak menentu tapi sekali lagi ia tidak dapat membuat keributan diluar kamarnya.
"Lepas Lisa, aku harus pergi sekarang." Sentak Arga sembari menghempaskan tangan lisa dari tanyanya kemudian lalu membuka pintu kamarnya."
__ADS_1
"Nggak kamu boleh pergi, aku membutuhkan kamu." Lisa tetap kekeuh pada pendiriannya, namun Arga tidak peduli bayangan wajah Lita membuat ia semakin yakin untuk pergi.
" Arga, Arga." Teriak Lisa hanya sampai depan pintu kamar mereka tidak dapat melangkah keluar dari kamar.
Sementara lelaki itu terus melangkah tanpa beban, pamit kepada kedua orang tuanya dan segera berlari menuju mobilnya yang sudah terparkir didepan rumah orang tuanya itu.
Arga masuk kedalam mobilnya, lalu memacu mobilnya itu dengan kecepatan sedang menuju bandara.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah menempuh perjalanan, kurang dari 2 jam, akhirnya Arga tiba di Bali, pria itu melangkah keluar bandara itu, mencari sebuah taksi yang akan mengantarnya menu hotel tempat Lita berkerja.
Setibanya dia di hotel Arga langsung menuju resepsionis untuk menayangkan keberadaan Lita, namun Ia justru harus menelan kekecewaan. Karena saat ini Lita sedang tidak berada di Bali, wanita itu sedang melakukan perjalanan keluar kota.
"Beberapa lama Lita pergi." Tanya Arga kepada resepsionis itu. Pria itu tak dapat menutupi kekecewaan diwajahnya.
"Maaf, kalau itu, saya kurang tahu pak," Jawab sang resepsionis itu dengan jujur karena dia tidak tahu dimana Lita sekarang. Karena mereka hanya diminta untuk berkata seperti itu, tanpa mereka tahu dimana Lita di bawah pergi.
__ADS_1
Merasa tidak akan menemukan jawaban atas apa yang dia tanyakan,Arga memilih pergi kemar Lita untuk beristirahat, toh dia masih memiliki kartu akses masuk dalam kamar itu
"Siapa kamu?" Tanya seseorang di belakang sana, membuat Arga yang hendak melangkah masuk kedalam kamar istrinya itu langsung mengurungkan niatnya.