Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Lita takut mom!


__ADS_3

"Sayang pulanglah, mommy baik-baik saja di sini." Ucap mommy Mayang. Saat ini wanita itu sudah kembali ke ruang rawatnya.


Usai berbicara dengan Lita siang tadi, mereka memutuskan untuk pulang, namun sore harinya, ia kembali lagi ke rumah sakit.


Tidak seperti pagi tadi, sore itu Lita memilih langsung masuk keruangan rawat mommy-nya membuat mommy Mayang terkejut dengan keberadaan Lita.


Lita tidak banyak bertanya, dia mengurus mommy-nya tanpa banyak bertanya, sebab Lita tahu yang di butuhkan mommy-nya adalah perhatian.


Bukan pertanyaan, kenapa, mengapa dan lainnya. "Suami Lita hanya datang di waktu weekend mom, Lita mohon jangan suruh Lita pulang, Lita ingin menemani mommy, mengurus mommy izinkan Lita berbakti sama mommy." Ucapnya sembari mencium kedua punggung tangan mommy-nya.


"Kamu sedang hamil nak! Kamu nggak boleh capek_" Mommy menangkup wajah Lita mencium kedua kedua kelopak mata putrinya yang tidak berhenti mengeluarkan cair beningnya." Jangan menangis sayang, mommy baik-baik saja."


"Tapi Lita takut mom_"


"Sshhhttt, semua akan baik-baik saja, jangan menangis." Wanita itu memeluk putrinya, mengusap punggungnya dengan sayang.


"Maaf ya mom, karena Lita_"


Seakan tahu apa yang ingin diucapkan oleh wanita itu, mommy Mayang mengurai pelukan mereka dan kembali menangkup wajah Lita.

__ADS_1


"Dengarkan mommy, mommy nggak pernah menyalakan kehadiran Lita, bagi mommy Lita dan Abang adalah anugerah terindah yang Tuhan kasih, kalian berdua harta mommy yang paling berharga." Ucap mommy Mayang sembari menatap kedalam mata Lita, tatapan yang menyiratkan cinta dan sayang tanpa batas untuk wanita itu.


"Tapi karena Lita mommy terkurung di tempat itu dan sekarang mommy justru sakit seperti ini." Lita terus menyalakan dirinya atas apa yang terjadi dengan mommy-nya.


Sekali pun semua yang di katakan Lita itu benar tapi mommy Mayang tidak pernah menyalakan putrinya itu, baginya segala hal buruk yang terjadi dalam hidupnya hanyalah nasib buruk yang didukung garis takdir yang harus ia lalui tidak ada yang perlu disalah dan dipertanyakan, sebab wanita paruh bayah itu percaya, apa yang terjadi pada dirinya atas kehendak Tuhan.


Mempertemukan dia dengan seorang wanita yang berpura-pura sebagai malaikat penolong dan pada akhirnya justru memanfaatkan tubuhnya untuk menghasilkan uang dengan menawan bayi mungil yang kini tubuh menjadi wanita cantik dihadapannya.


Sungguh mommy Mayang tidak pernah menyesali apapun. Melihat putra-putrinya tubuh dengan baik dan memiliki kehidupan lebih baik darinya saja, sudah sangat ia syukuri.


Mommy Mayang percaya, sakit yang dia rasakan saat ini adalah bentuk pengguguran dosa-dosanya di masa lal, ia berharap kedua anak mendapatkan kebahagiaan mereka.


"Jangan pernah menyalakan diri kamu atas apa yang terjadi dalam hidup mommy, mommy nggak sayang. Jika kamu ingin merawat dan menemani mommy boleh, tapi jangan menangis, kamu harus tetap ingin tugas kamu sebagai istri dan nggak boleh lelah." Lita mengangguk kepalanya mengiyakan syarat dari mommy-nya.


\=\=\=\=\=\=


Sejak saat itu, Lita terus menemani mommy Mayang, ia tidak pernah menangis di depan mommy-nya, tapi begitu ia berbalik air mata itu langsung jatuh dengan sendirinya.


Hati anak mana yang sanggup melihat kondisi ibunya seperti ini, mual-muntah usai kemoterapi, belum lagi rambut lebatnya yang perlahan-lahan mulai berkurang banyak.

__ADS_1


Setiap kali mendengar mommy-nya berkata sakit pada panggul, rasanya Lita ikut merasakan hal yang sama ditambah mommy-nya mulai mengalami pendarahan abnormal, semua itu membuatnya kepikiran.


"Jam berapa kamu pulang?" Tanya mommy Mayang membuat wanita itu menghentikan gerakan tangannya saat ingin kembali menyuapi mommy Mayang." Mommy tidak bermaksud mengusir kamu, tapi ini weekend dan sudah tiga hari kamu disini, Hani pasti bingung cariin kamu yang nggak pulang-pulang." Lanjutnya lagi. Bukan tanpa alasan mommy Mayang berkata seperti itu, pasalnya Hani selalu menghubungi juga Lita. Akan tetapi Lita mengabaikan panggilan itu.


"Setelah menyuapi mommy dan membantu mommy Lita langsung pulang." Jawabnya dan kembali menyuapi mommy-nya.


Satu jam berlalu, Lita sudah selesai menyuapi mommy-nya dan membersihkan tubuh mommy Mayang. Ia pun pamit untuk pulang dan akan kembali lagi hari Senin.


Sebelum pulang Lita menitipkan mommy-nya kepada perawat, ia juga membayar mereka agar merawat ibunya dengan baik selama dia tidak ada.


Setelah itu barulah ia pulang ke apartemennya. Setengah jam perjalanan dari rumah sakit ke apartemennya.


Setibanya di apartemen Lita sedikit terkejut dengan keberadaan Arga. Ia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, harusnya pria itu masih bekerja.


"Kenapa? Kaget aku disini!" Tanya Arga pelan. Ia beranjak dari tempat duduknya lalu menghampiri Lita." Dari mana?" Tanya Arga lagi.


Pria itu menarik pinggang hingga tubuh mereka saling menempel, mengangkat dagu Lita agar mau melihat kepadanya.


Kesedihan tergambar jelas di wajah Lita, tatapan matanya yang kosong serta jejak basah pada wajah istrinya tidak lupa dari makin hitam Arga.

__ADS_1


"Aku ingin istirahat." Ucap Lita tanpa menjawab pertanyaan Arga, ia melepaskan tangan Arga yang melingkar pada pinggangnya dengan sedikit menyentak, lalu meninggalkannya masuk kedalam kamar begitu pelukan Arga terlepas.


Lita membuang tasnya begitu saja kemudian masuk ke dalam bathroom, bukan untuk membersihkan tubuhnya tapi Lita ingin kembali menangis di dalam sana.


__ADS_2