Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Wanita malang.


__ADS_3

Ditempat lain, siang itu Lisa mengunjungi dokter kandungan seorang diri, jika biasanya ia selalu ditemani nahla atau Dina. Namun untuk kali ini ia terpaksa harus pergi sendiri karena Dina tengah menemani Jayden keluar kota, nahla malas kemana pun.


Usai mendaftarkan namanya, Lisa langsung menunggu bersama ibu-ibu hamil yang lain.


Baru lima menit menunggu, Steve datang bersama istrinya, ia duduk berhadapan dengan Lisa.


Pria itu belum menyadari keberadaan Lisa sana, Lily sang istri lebih dulu yang menyadari beradaan Lisa.


Rencananya hari ini mereka kedokteran untuk pemeriksaan terakhir, sekaligus menentukan waktu  operasi sesar mengingat taksiran persalinan Lily telah lewat dua kali namun wanita itu belum juga merasakan kontraksi.


"Hai, kita ketemu lagi." Sapa Lily, membuat Lisa menengok kepada wanita itu. "Suami aku yang waktu itu bantuin kamu dan pelayan di cafe waktu itu! Kamu ingat, aku Lily." Ujarnya lagi sembari mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Lisa, saat Lisa hanya diam dan menatap bingung dirinya.


Lily tidak tahu dibalik diamnya wanita itu, ia sedang menertawakan dirinya yang bodoh karena masih percaya pada lelaki yang duduk disampingnya.


"Sayang jangan terlalu baik ke orang! Mungkin dia nggak mau berkenalan dengan kamu." Steve menarik turun tangan istrinya dengan lembut saat Lisa tidak kunjung membalas uluran tangannya." Wanita seperti dia memang tidak pantas berkenalan dengan wanita terhormat seperti kamu, jadi tidak perlulah membuang waktu." Sambungnya lagi penuh sindiran.


Lisa yang awalnya ingin diam dan duduk dengan tenang karena tidak ingin membuat masalah, sebeb dia telah mengambil cek yang di berikan Steve justru terbakar emosinya karena ucapan pria itu.


Siapa dia sampai berani menghina dan merendahkan dirinya didepan banyak orang seperti itu, walaupun apa yang Steve katakan itu benar, namun Lisa tidak akan diam menerima itu semua dan jangan salahkan dia jika dia mengeluarkan sisi sebenarnya dari dirinya, Steve-lah yang memancing hal itu.


"Apa kamu bilang wanita seperti aku! Steve-steve."Lisa mengeleng kepalanya menatap pria itu penuh maksud.


"By, kok dia bisa tahu nama kamu?" Tanya Lily.


"Sayang jangan kamu dengarkan dia, wanita seperti dia ini_"

__ADS_1


"Aku kenapa haaah! Kamu ingin menjelaskan apa kepada istri kamu? Kenapa tidak sekalian kamu bila kalau anak dalam kandungan aku anak kita." Dengan tidak tahu malunya, Lisa memotong ucapan Steve dan mengatakan ia hamil anak pria itu.


"Diam kamu Lisa, wanita si-alan." Umpat Steve. " Jangan sembarang_"


PLAK.


Belum sempat Steve menyelesaikan ucapannya, Lily sudah lebih dulu menampar pipi pria itu.


"Bagaimana bisa kamu tahu nama dia." Tanya Lily dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Bukan hanya nama, kamu bahkan telah berbagi rasa dan membuat anak ini ada, kamu pikir apa dia mencintai kamu, dasar bodoh! Jika benar dia mencintai kamu dia tidak akan mengkhianati kamu dan memiliki anak dengan! Kenapa kamu nggak percaya, biar aku tunjukkan." Lisa membuka ponselnya.


"Aku akan membunuhmu, jika kamu sampai melakukan hal itu." Ancam Steve, membuat nyali Lisa menciut.


"Tunjukkan padaku atau aku akan melaporkan kamu ke kantor polisi, karena telah berani memfitnah suamiku. " Ancam Lily, Lita pun menunjukkan foto-foto panas mereka waktu mereka di Bali.


Wanita itu menjerit, menahan sakit di dada dan Perutnya. Sementara Lisa justru tersenyum penuh kemenangan, tidak ada raut bersalah pun.


Begitu suster keluar memanggil namanya ia langsung masuk kedalam ruangan dokter, meninggalkan Steve yang panik melihat istri mulai pendarahan.


Steve langsung mengangkat tubuh Lily meletakkan diatas brankar yang dibawakan seorang perawat.


"Pergi, aku tidak mau melihat kamu, aku benci Akkeehh." Teriak Lily penuh kesakitan sembari mendorong Steve untuk menjauh darinya. 'Aku tidak mengenal siapa wanita itu tuhan, aku tidak tahu pernah berbuat salah apa padanya aku selalu berusaha untuk baik kepada siapapun, jika apa yang aku rasakan hari ini adalah karma atas kesalahanku di masa lalu, aku terima tuhan, jika tidak aku ingin dia merasakan sakit yang lebih dari ini.' ucap Lily dalam hatinya sembari berurai air mata.


Sungguh tiada kata yang dapat mengartikan rasa sakit yang dirasakan oleh Lily saat ini.

__ADS_1


...\=\=\=\=\=\=\=\=...


Sepandai-pandainya bangkai disembunyikan pada akhirnya tercium juga, mungkin itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan situasi Lita dan Arga saat ini.


Arga yang terlalu berlebihan mengkhawatirkan Lita justru membuat hubungan mereka yang disembunyikan selama ini dengan baik diketahui oleh Luna.


Wanita paruh bayah itu menatap bergantian Lita dan Arga." Kenapa diam? mama butuh penjelasan." Ucap Luna dengan begitu seriusnya.


Sementara Lita, tertunduk dengan mata yang berkaca-kaca, wanita itu ingin menangis! ia takut berada di situasi saat ini namun ia juga tidak bisa selamanya menghindar.


"Mah! jangan menatap Lita seperti itu, mama membuatnya takut." Ujar Arga.


"Maka dari itu jelaskan, biar mama nggak bingung dan bertanya-tanya." Sahut Luna.


"Dia istri Arga." Arga menarik nafasnya sejenak dan mulai menjelaskan semuanya kepada Luna tanpa ada yang ia tutupi dari wanita dihadapannya." Terserah, mama mau terima Lita atau tidak, tapi Arga tidak akan pernah menceraikannya, Arga sayang sama Lita mah! Arga ingin menghabiskan waktu bersama Lita dan anak kita." lanjutnya setelah penjelasan panjangnya kepada Luna.


Wanita itu tersenyum sembari mengangguk kepalanya." Boleh, mama juga tidak akan melarang kamu, karena posisi Lita tidak sepenuhnya salah dan tidak benar juga! tapi bagaimana dengan Lisa, kamu tidak lupakan? jika kamu masih memiliki istri. lagian mama heran sama kamu kak! sudah tahu tidak suka kenapa mau-maunya kamu nikahi wanita seperti itu, sekarang apa yang akan kamu lakukan! menceraikan dia, sementara ada anak kalian." Ucap Luna panjang kali lebar.


Wanita menatap wajah Lita, ke-dua mata menantunya itu memancarkan penyesalan dan ia sangat menyadarinya. sebab melihat Lita, Luna seperti sedang berkaca pada wanita itu.


Nasib mereka sama, sama-sama menjadi orang ketiga dalam hubungan pernikahan pasangan mereka. Luna berharap Arga dapat memperjuangkan wanita itu sampai akhir karena ia dapat melihat ketulusan pada Lita.


Berbeda dengan Lisa, wanita itu terlalu berambisi. Dan dia tidak akan membiarkan putranya hancur bersama wanita seperti itu.


"Arga akan menceraikannya." Jawab Arga dengan yakin.

__ADS_1


"Dan membuat wanita malang ini menanggung semuanya. Orang akan memandang dia sebagai perusak hubungan kamu dan Lisa, mereka tidak akan tahu siapa yang kamu cintai tapi dari apa yang mereka lihat, kamu begitu memuja Lisa hingga sanggup melakukan sesuatu untuknya termasuk memberikan pernikahan yang mewah dan meriah untuknya dan begitu wanita malang ini datang kamu langsung menceraikannya. Apa kamu sudah memikirkan itu." Arga tidak dapat membantah kata-kata mamanya, karena apa yang Luna katakan benar adanya.


__ADS_2