Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Curhatan Arga


__ADS_3

" Kamu tahu, Dulu mama papa aku berpisah saat aku masih sangat kecil, saat aku masih sangat membutuhkan keluarga keutuhan mereka, aku juga tidak tahu alasannya apa sampai mereka berpisah." Ucap Arga.


Lelaki itu tiba-tiba ingin bercerita kehidupannya kepada Lita." Aku juga terkadang meresa cemburu kepada adik-adik aku, karena papa dan mama sangat menyayangi mereka, sedangkan aku. Mama sibuk pergi entah kemana, aku hanya dirawat oleh baby sitter yang di bayar kakek Sanjaya. Saat aku menangis membutuhkan perhatian mama, mama malah membentak aku dan mengatai aku, sejak saat itu aku mengerti posisiku, lebih tepatnya memaksa menerima keadaanku." Lanjutnya membuat hati Lita ikut merasa sedih atas apa yang dirasakan suaminya.


" Bahkan saat mama aku menikah dengan papa Jayden pun mama masih sering bersikap buruk padaku dan semua itu baru benar-benar menghilang ketika, mama pergi meninggalkan aku entah kemana! Dan sampai sekarang aku tidak tahu mama aku dimana? Aku sangat merindukannya, walaupun mama Dina dan mama Luna telah memberikan kasih sayang mereka. Tetap saja dihati ini masih merindukannya walaupun hanya sikap buruk yang aku terima saat bersamanya apa aku salah, merindukan wanita itu." Tanya Arga membuat wanita itu memutar tubuhnya untuk menatap wajah pria yang berstatus suami istri.


Dari tatapan matanya terlihat raut kesedihan disana." Tidak Ga! Mau seburuk apapun dia, dia tetaplah ibu kamu! Sebagai seorang anak kita tetap harus mencintai orang tua kita." Ucap Lita sembari menangkup wajah suaminya.


Dalam hatinya wanita itu merasa dia masih sedikit beruntung dari Arga, karena mommy-nya tidak pernah meninggalkannya, mommy-nya juga tidak pernah menyalakan atas nasib buruk yang mereka alami dan yang pasti mommy-nya melakukan apa saja untuk kebahagiaan dan keselamatannya termasuk menjual kehormatannya. Untuk memastikan dia baik-baik saja.


Bukankah itu lebih baik ketimbang mamanya Arga. Dan cerita Arga Lita tahu, masih ada orang tua egois yang hanya mementingkan diri mereka sendiri ketimbang perasaan anak-anak mereka.


Mungkin seperti suaminya yang di tinggal pergi ibunya, juga sang papa yang lebih mementingkan adik-adiknya Arga dari pada Arga sendiri. Selain itu ada Haaniya yang selalu di paksa mengalah untuk kebahagiaan orang lain ketimbang kebahagiaan anak mereka sendiri dan dirinya, dimana ayahnya tidak pernah ingin tahu tentang dia, setelah membiarkan dia tumbuh di perut mommy-nya.


" Berdoa saja, semoga suatu hari kamu dipertemukan lagi dengan mamamu dan aku yakin mama kamu pasti bangga melihat kamu yang sekarang." Ucap Lita lagi.


" Amiin, aku berharap dimanapun mama berada semoga dia baik-baik saja dan jika mama telah kembali ke pangkuan tuhan, semoga dia di berikan tempat yang terbaik."

__ADS_1


"Amiin." Sahut Lita.


"Kamu juga harus janji, tidak akan membiarkan calon anakku nanti merasa apa yang aku rasakan."


" Kan belum tentu aku hamil!" Protes Lita.


"Iya aku tahu, tapi tetap saja kamu harus janji sama aku." Rengekannya seperti anak kecil. Membuat Lita tersenyum, ternyata suaminya itu juga memiliki sifat kekanak-kanakan seperti ini.


" Iya." Sahut Lita pada akhirnya dan Arga pun memeluk wanita itu, lebih tepatnya keduanya saling berpelukan cukup lama.


\=\=\=\=\=\=\=


Pagi harinya, Lita terbangun lebih dulu, wanita itu membenarkan bathrobe Yang dia pakai sejak semalam, kemudian beranjak dari ranjang itu, meninggalkan Arga yang masih terlelap dalam tidurnya.


Lita meraih gagang telepon yang berada di atas nakas kamarnya lalu menghubungi layanan kamar untuk membawakan mereka sarapan.


Setelah itu ia melangkah masuk kedalam bathroom untuk melakukan ritual pagi.

__ADS_1


Begitu ia selesai melakukan ritual pagi di kamar mandi, Lita bergegas untuk keluar bathroom karena suara bel yang begitu nyaring terdengar beberapa kali.


Akan tetapi, begitu dia keluar disana Arga sudah bangun dan membuka pintu kamar itu untuk pelayan yang mengantarkan mereka sarapan.


" Terima kasih." Ucap Lita kepada pelayan pria itu.


" Sama-sama mbak, permisi." Pelayan itu pun pamit pergi dan Arga menutup kembali pintu itu.


" Selamat pagi." Sapa Arga sembari menghampiri Lita lalu mengecup keningnya.


"Pagi."balas Lita. " Mandi dulu, habis itu kita sarapan." Lanjutnya meminta suaminya itu untuk segera mandi.


Arga pun mengangguk." Iya." Ucapnya, setelah itu ia melangkah ke kamar mandi.


Sementara Lita menuju lemari untuk berganti pakaian, tidak mungkinkan dia akan mengunakan bathrobe itu lagi seharian seperti yang dia lakukan semalam.


Setelah jam kemudian keduanya duduk bersama di balkon untuk sarapan, sembari menikmati matahari terbit, karena pagi itu keduanya bangun lebih awal.

__ADS_1


__ADS_2