Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Semoga cepat sembuh!


__ADS_3

Jika pada umumnya, orang banyak pikiran, stres dan galau seperti yang Arga rasakan saat ini. Akan memilih club malam atau nongkrong di tempat ramai untuk sekedar menenangkan perasaan mereka. Namun yang dilakukan Arga tidak demikian, pria itu justru kembali ke perusahaan keluarganya, masuk kedalam ruangan kerjanya dan mulai mengerjakan pekerjaannya untuk menghilangkan rasa rindu serta masalahnya dengan Lita.


Arga terus berkutat dengan berkas-berkas dan laptop dihadapannya menyelesaikan pekerjaan yang dia punya agar segera meninggalkan kota ini dan menemui wanita yang hampir sebulan ini menganggu pikirannya.


Entah apa yang dilakukan wanita, kepada dirinya, hingga Arga tidak pernah bisa berhenti memikirkannya. Bahkan dia yang dulu selalu mudah tergoda dengan goda istri pertamanya karena dia yang minim akhlak pun.


Menjadi tidak berselera menyentuh wanita itu, entah karena jijik atau memang sang adik mulai nyaman pada sarung barunya, sehingga yang lama tidak dia inginkan lagi, membuat dia tidak bersemangat dan terus saja tidur.


Sebenarnya Arga bisa saja, menyerahkan pekerjaannya kepada Kevin, namun pria itu juga sangat sibuk, mengingat dia juga masih harus membantu Narendra di perusahaannya sendiri, karena Narendra yang tidak bisa meninggalkan Hani yang lagi ngidam, katanya.


Merasa lelah dan butuh istirahat Arga pun melangkah masuk kedalam ruangan pribadinya untuk beristirahat, toh besok dia dapat melanjutkan lagi dan tidak butuh waktu lama Arga pun terlelap.


Beberapa dengan Arga, sang wanita yang berada jauh di sana! Rupanya tidak dapat beristirahat dengan tenang, karena perutnya yang terus bergejolak tiga hari belakangan ini dan membuat mual-mual.


Bahkan wanita itu tidak berselera untuk makan, jangankan makan mengangkat kepala dari bantal pun begitu sulit karena terasa berat serta pusing.


Bersyukurnya, ada seorang pelayan hotel yang selalu membantunya, untuk ke wastafel seperti sekarang ini.

__ADS_1


"Seperti nya mbak Lita masuk angin deh mbak! Mbak pasti kecapean. Apa sebaiknya di kerokin aja biar mbak Lita agak enak." Ucap pelayan itu, sembari memijit belakang leher Lita, berharap wanita itu segera membaik.


"Nggak usah Nur, aku baik-baik aja kok! Nanti setelah tidur juga udah enakan." Tolak Lita. Begitu ia selesai mengeluarkan isi perutnya yang hanya berisi cairan itu.


" Kemarin juga mbak ngomong gitu, tapi lihat sekarang makin tambah parah sakitnya." Sahut wanita yang di panggil Nur itu, sembari mengeleng kepalanya. Sedangkan Lita hanya tersenyum, wanita itu sedikit membungkuk lalu membasuh wajahnya.


" Mungkin sudah waktunya saya sakit Nur, makanya lama sembuhnya." Sahut Lita. Walaupun wanita itu sendiri merasa janggal dengan sakitnya ini.


Bagaimana tidak, ia hanya merasakan mual dan muntah itu pada pagi dan malam hari aja, siangnya tidak terlalu, sehingga Lita dapat tertidur dengan pulas. Tapi jika ada bau yang menyengat atau bau makanan Lita langsung pusing dan mual. Entahlah hidungnya jadi agak sensitif akhir-akhir ini.


"Kalau begitu sebaiknya mbak periksa ke dokter! Jangan tunggu sakitnya makin parah, mbak." Sahut nur menyarankan Lita untuk pergi ke dokter.


Lita Cuma berharap Arga akan segera menepati janjinya. " CK bodoh kamu Lita, sudah berapa weekend yang dia lewatkan! Dan kamu masih mengharapkan dia akan datang." Ucap Lita dalam hatinya. Wanita itu terus saja merutuki kebodohannya yang selalu berharap Arga akan datang.


"Mbak, Mbak Lita." Panggil Nur, sembari mengoyang lengan Lita, menyadarkan ia dari lamunannya.


" Eh, iya! Ada apa?" Tanya Lita, sembari tersenyum kikuk karena kedapatan bengong.

__ADS_1


"Mbak udah nggak mual lagi kan?" Tanya Nur Lita pun langsung mengangguk kepalanya.


Setelah itu Nur membantunya keluar untuk berbaring di ranjang." Mbak langsung istirahat saja, biar kondisinya lekas membaik! Atau mbak mau makan dulu?" Tanya pelayan itu.


"Nanti aja nur aku nggak selera buat makan, perut aku juga masih nggak enak." Ucap Lita.


" Ya udah, kalau gitu mbak istirahat aja." Sahut nur.


" Iya nur, makasih ya! Kamu kalau mau istirahat, istirahat aja di samping aku sini, nggak papa! Nanti besok baru kamu balik, udah malam juga kan ini." Berbicara dengan wanita yang sejak kemarin membantunya itu, membuat Lita, sedikit-sedikit melupakan rasa mual-nya.


"Terima kasih mbak, tapi sebaiknya aku tidur di sofa aja." Tolak wanita itu sembari tersenyum.


" Kamu yakin? Entar badan kamu pegal loh." Tanya Lita memastikan.


"Nggak akan pegal-lah mbak, orang dikampung aja, kita cuma tidur beralaskan tikar, jadi mbak nggak perlu khawatir sama aku, Sebaiknya mbak tidur biar cepat sembuh." Jawab wanita itu.


"Terima kasih ya Nur!"

__ADS_1


" Iya mbak sama-sama." Setelah itu Lita pun memejamkan matanya.


__ADS_2