Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Dia siapa dek?


__ADS_3

Keesokan paginya, Hani dan Narendra berangkat ke Maldives sedangkan Lita dan Arga berangkat ke Singapura.


Rencananya mereka akan berada dua hari di sana, karena Narendra sedang liburan dan Kevin tidak dapat menghendel semuanya sendirian sekalipun Reval telah turun tangan untuk membantu.


"Kita cari hotel dulu atau langsung ke rumah sakit?" Tanya Arga begitu keduannya turun dari pesawat pribadi keluarga Sanjaya.


"Ga, aku bisa nginap di rumah sakit! Kamu nggak papakan kalau kita menginap di rumah sakit, tapi kalau kamu nggak nyaman nggak papa kita cari hotel aja." Jawab Lita.


"Aku akan ikut kemana istri ku ingin pergi dan merasa nyaman. Jika kamu nyaman di rumah sakit! Kita akan menginap di sana." Lita tersenyum senang.


Begitu mereka keluar dari pesawat seorang supir sudah menunggu mereka dan siap mengantar mereka menuju rumah sakit.


Satu jam berlalu...


Keduanya kini telah berada diruang rawat mommy Mayang. Lita berjalan menghampiri ranjang dimana sang mommy sedang beristirahat, mengusap wajah mommy-nya.


"Dia siapa dek?" Tanya Anton sembari menunjuk Arga.


Anton yang baru keluar dari kamar mandi, mendapati Arga juga Lita telah berada di sana, pria itu ingin menghampiri Arga dan memeluknya, namun Arga dengan cepat mengeleng kepalanya membuat Anton tersadar jika mereka harus berpura-pura tidak saling mengenal.


"Dia Arga, bang." Jawab Lita.


"Suami kamu." Lita mengangguk." Anton menelisik penampilan Arga dan bawa sampai ke atas, begitupun sebaliknya. Membuat keduanya ingin tertawa namun harus menahannya didepan Lita.

__ADS_1


"Bang." Panggil Arga, seraya mengulurkan tangannya untuk berjaba tangan dengan pria dihadapannya itu. " Arga."


" Anton." Keduanya saling berjabat tangan. " Duduk sini, mommy baru istirahat, jangan di ganggu dulu." Anton menarik Arga untuk duduk bersamanya disofa sementara Lita duduk pada bangku yang berada tepat di samping tempat tidur mommy Mayang, ia mengusap rambut mommy Mayang yang telah berkurang banyak, bahkan sebagian kulit kepala mommy sudah terlihat.


Lita mengabaikan obrolan kakak dan suaminya dibelakang sana, namun ia masih bisa mendengar pembicaraan mereka, pembicaraan itu lebih ke seorang kakak yang sedang mengintrogasi kekasih adiknya.


Anton juga berperan supaya Arga memperlakukan Lita dengan baik dan jangan menyakitinya.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Sementara itu di tempat lain, Lisa sedang merengek kepada Dina, meminta wanita itu untuk menghubungi Arga.


" Sa, mama sudah mencoba! Tapi Arganya tidak dapat di hubungi, mungkin dia sedang sibuk." Ujar Dina berharap menantunya itu mengerti.


"Terus Lisa gimana dong mah! Lisa kangen banget sama kak Arga, mana besok Lisa harus check up ke dokter, masa sendiri terus." Keluhannya, membuat Dina iba sekaligus bingung, bagaimana membantu menantunya bitu.


" Terima kasih ya mah."Ucap Lisa memeluk tubuh Dina.


" Sama-sama sayang, sekarang sebaiknya kamu istirahat dan jangan terlalu banyak pikiran, nggak bagus buat tumbuh kembang janin dalam kandungan kamu." Pesan Dina, selaku orang yang sudah berpengalaman dengan semua ini tentunya dia tidak ingin hal buruk menimpah calon cucu mereka.


"Iya mah." Sahut Lisa.


Wanita itu mulai berpikir untuk mengikat Arga lagi, sebab sudah dua Minggu ini Steve tidak menghubungi, pria itu juga sangat sulit untuk dihubungi.

__ADS_1


Membuat Lisa harus kembali mengambil perannya sebagai menantu yang baik dan bersyukurnya menantu yang dia hadapi adalah Dina, bukan Luna.


"Mah, hari ini Lisa izin keluar sebentar ya! Lisa bosan di rumah." Ucapnya sembari mengurai pelukan mereka.


"Memangnya kamu mau kemana?" Tanya Dina.


"Cuma jalan-jalan aja! Paling putar-putar di mall." Sahutnya. Dina yang mengerti suasana hati Lisa pun mengizinkannya, wanita itu berharap dengan begitu Lisa dapat melupakan Arga sejenak.


"Ya sudah, kamu hati-hati ya perginya, nggak boleh capek." Pesan Dina, Lita mengangguk, setelah itu ia kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap.


Siang itu Lisa mengitari mall seorang diri dan belanja barang yang ia suka. Setelah puas keliling mall Lita memutuskan untuk mengisi perutnya di salah satu restoran yang ada di area mall.


Lisa mencari meja kosong lalu duduk di sana tak lama seorang pelayan menghampirinya. Lisa menyebut menu makan dan minum yang dia inginkan, setelah itu pelayan pun pergi.


Saat tengah menunggu Lisa mendengar suara yang begitu familiar di telinganya. "Honey jangan terlalu makan pedas." Ucap seseorang yang duduk di belakangnya, membuat Lisa menengok kebelakang.


"Steve." Gumamnya pelan hingga tidak dapat didengar oleh pria dan wanita yang duduk tepat di belakangnya.


Lisa pindah tempat duduk sehingga ia bisa melihat pasangan dibelakangnya itu, tanpa harus menengok kebelakang.


Dan begitu pelayan mangantar pesanannya, Lisa dengan sengaja menyenggol pelayan itu sehingga membuat ia menjatuhkan nampan berisi pesanan makanan Lisa.


" Maaf." Ucap sang pelayan penuh sesal, wanita itu begitu cemas karena untuk pertama kalinya ia membuat kesalahan dan sudah dipastikan ia akan mendapat teguran.

__ADS_1


Dan Lisa tidak peduli dengan hal yang ia pedulikan hanya dirinya sendiri, demi membuat perhatian Steve teralihkan kepada dirinya, ia tidak peduli masalah yang menimpah orang lain.


"Astaga, kamu nggak papa kan?" tanya Lisa dengan model malaikatnya dia ikut berjongkok untuk membantu pelayan, hingga membuat pengunjung restoran itu menatap kagum dirinya dan berpikir jika dia adalah wanita yang baik.


__ADS_2