
Setelah menguatkan dirinya Serta menghapus jejak basah di wajahnya, Lita melangkah masuk kedalam cafe dimana dia dan mommy Mayang membuat janji bertemu.
Lita menarik kedua sudut bibir, membentuk sebuah senyuman, walaupun hatinya menjerit. "Mom_ my," panggilnya dengan suara yang bergetar. Sekuat tenaga ia memaksakan bibirnya untuk tersenyum namun air matanya tak dapat ia tahan.
Mommy Mayang menoleh sebatas bahu, mendapati putrinya kini sudah berdiri di sampingnya."Hai, sayang kenapa kamu menangis!" Ucapnya, sembari beranjak dari tempat duduknya, menarik tubuh Lita masuk kedalam pelukannya.
"Lita kangen sama mommy." Jawabnya tidak sepenuhnya berbohong. Dia sangat merindukan mommy-nya.
"Biasanya juga kalau kangen nggak sampai nangis kaya gini!" Sahut mommy Mayang, wanita paruh baya itu tersenyum untuk menunjukkan jika dia baik-baik saja.
"Nggak tahu kenapa, Lita akhir-akhir ini pengen nangis aja, mom." Jawab Lita, sembari mengurai pelukan mereka, kemudian mengajak mommy-nya untuk duduk.
Lita menggenggam erat tangan mommy-nya, semakin di genggaman, semakin besar pula tangisnya.
"Sayang, ada apa? Kamu jangan buat mommy takut." Tanya mommy Mayang. Wanita itu mengusap air mata yang terus menetes membasahi pipi Lita.
Sedangkan Lita hanya menggeleng kepalanya, Sekeras apapun dia mencoba menghentikan tangisnya, air matanya tidak mau berhenti." Lita Hamil mom." Ucapnya.
"Benarkah?" Lita mengangguk. " Selamat sayang, mama ikut bahagia untuk kamu, kamu harus menjaganya dengan baik." Pesan mommy Mayang.
__ADS_1
"Mom." Panggil Lita dengan suara yang mulai serak karena menahan tangisnya.
"Iya sayang! Udah dong nangisnya Kenapa kamu jadi cengeng begini sih." Ujar mommy Mayang, tidak suka melihat Lita menangis.
Namun Lita pun tidak bisa berhenti menangis, hatinya sakit dia takut di tinggalkan orang yang paling berharga dalam hidupnya.
"Mommy, janji ya temani Lita besarin anak Lita, mommy janji tetap temani Lita." Pintanya penuh harap.
Mendengar permintaan lita, mommy Mayang mengernyitkan keningnya bingung dengan permintaan putri, dalam hati wanita itu bertanya-tanya, apa Lita telah mengetahui keadaannya.
"Sayang, kenapa kamu minta seperti itu, kamu sudah menikah! Kamu dan calon anak kalian itu tanggung jawab suami kamu, bukan mommy lagi." Sahut mommy Mayang, wanita itu tidak berniat untuk memberitahukan Keadaannya yang sebenarnya.
Selain karena tidak ingin membuat Lita sedih, ia juga tidak ingin membebani putrinya, maupun kedua sahabat Lita.
Dia memilih menjauh untuk kebaikan mereka, selain itu dia juga tidak ingin masa lalunya mempengaruhi kebahagiaan Lita.
"Kenapa mom?"
" Nggak papa! Kamu dan suami kamu harus belajar untuk bertanggung jawab untuk anak kalian." Jawab mommy Mayang. Lita tahu mommy-nya sedang menghindarinya dengan alasan ini.
__ADS_1
"Mommy nggak menyembunyikan sesuatu dari aku." Tanya Lita.
"Nggak sayang, apa yang bisa mama sembunyikan dari kamu." Jawab wanita itu, membuat Lita semakin sesenggukan.
Lita yang sudah tahu seperti apa kondisi mommy Mayang tidak ingin menekan, ia memilih mengikuti keinginan mommy-nya sampai mommy-nya sendiri yang mengatakan semuanya.
\=\=\=\=\=\=\=
Waktu menunjukkan pukul delapan saat Hani menekan bel apartemen Lita, namun wanita itu tidak kunjung membuka pintunya.
Padahal dia sudah sangat ingin bertemu dengan Lita. Dia ingin menanyakan kabar mommy Mayang.
Sebab bukan hanya Lita yang kangen dengan mommy Mayang, Hani pun kangen dengan wanita itu, begitu juga dengan Ela.
"Honey, kita balik yuk! Mungkin Lita-nya belum balik atau bisa jadi dia nginap di tempat mommy-nya." Ucap Narendra, karena sudah lebih dari lima belas menit keduanya berdiri di sana.
"Tapi Azzam_"
"Honey, nanti besok pagi kita kesini lagi." Bujuknya, pada akhirnya, Hani pun mengikuti keinginan suaminya mereka kembali ke apartemen mereka.
__ADS_1
Dan malam itu Lita tidak pulang, wanita itu berjalan mengikuti langkah kakinya tanpa arah dan tujuan.
Kabar yang ia dapat hari ini, membuatnya kehilangan semangat dalam hidupnya karena satu-satunya alasan dia ada dunia ini sebentar lagi akan meninggalkan dia.