
Siang itu sesuai kesepakatan, Hani dan lita mengunjungi mommy Mayang di rumah sakit.
Kedatangan keduanya membuat mommy Mayang mende-sah panjang! Pasalnya ia sudah berusaha menutupi keadaannya dari kedua anaknya itu, namun pada akhirnya mereka tetap tahu.
"Jangan menangis! Mommy masih bersama kalian." Ucapnya saat melihat Lita dan Hani sama-sama menitihkan air mata mereka, sembari menggenggam tangannya.
"Bagaimana mana kita tidak menangis! Jika melihat keadaan mommy seperti ini." Sahut Hani.
"Justru itu mommy tidak ingin kalian sampai tahu keadaan mommy ini! Mommy nggak ingin kalian sedih." Ujar mommy Mayang seraya menatap berganti kedua wanita itu.
"Justru mommy akan membuat kita semakin sedih dan hancur, karena sampai akhir kita tidak mengetahui apapun. Baik aku maupun Lita akan merasa tidak berguna sebagai anak." Jelas Hani. " Harusnya mommy tidak menyembunyikan semua ini dari kita." Lanjutnya, memeluk tubuh rapuh wanita yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri.
"Tapi kalian akan sedih seperti ini dan mommy nggak suka lihatnya! Selain itu kalian sudah berkeluarga, kalian punya rumah tangga yang harus kalian urus. Sungguh mommy tidak ingin kalian repot. Apalagi kalian sedang hamil sekarang." Mommy Mayang tetap pada keinginan.
" Mom, dengerin Hani! Mommy itu sudah seperti ibu kandung buat Hani dan bagi seorang anak tidak ada kata repot saat mengurus ibu mereka sendiri, dulu saat kita butuh perhatian dan kasih sayang, mommy selalu memberikan itu dan selalu menasehati kita. Dan sekarang saat kita membalas dengan merawat mommy. Jika mommy takut, cucu mommy kenapa-kenapa karena kita sedang hamil, Mommy tidak perlu khawatir karena suami-suami kita yang akan mengurus mommy. Intinya mommy nggak boleh menolak dah harus menurut. " Sahut Hani panjang kali lebar.
Mommy Mayang cukup tahu, wanita itu! Jika sudah bertitah tidak ada yang dapat menolaknya, begitupun mommy Mayang.
"Kalian ini." Keluh mommy Mayang.
"Aku dan Hani melakukan ini karena kita sayang sama mommy dan kita ingin melihat mommy sembuh lagi seperti dulu." Ujar Lita. Sembari mencium seluruh wajah mommy-nya.
"Tapi kalian hanya akan membuang-buang waktu. Penyakit mommy udah parah, kemungkinan sembuhnya pun sangat kecil." Sahut mommy Mayang, pesimis.
"Mommy, kemungkinannya kecil bukan berarti nggak bisa sembuh." Lita mengangguk membenarkan ucapan Hani." Jangan kan yang kecil, kemungkinan satu persen pun kita akan berjuang bersama mommy, karena Hani percaya, sekecil apapun itu selama kita yakin, berusaha dan berdoa. Pasti akan di berikan kemudahan oleh tuhan. Mommy nggak boleh pesimis, mommy punya kita, apapun yang terjadi nanti! Itu rahasia Tuhan, mommy harus optimis bisa sembuh." Hani kembali menguatkan wanita itu.
"Mommy nggak tahu lagi, harus dengan cara apa membalas kebaikan kamu! Mommy berdoa! Semoga tuhan dapat membalas kebaikan kamu dan Mengantikan-nya dengan kebahagiaan." Ucap mommy Mayang tulus.
__ADS_1
"Amiin." Lita dan Hani kompak mengamininya.
Usai berbicara dengan mommy Mayang dan menyemangati wanita itu, Lita menyuapi mommy. Sementara Hani menuju ruangan dokter untuk berbicara mengenai kondisi kesehatan mommy Mayang.
Dan tanpa sepengetahuan Lita, Narendra serta Arga juga ikut dengan mereka. Mereka sengaja tidak satu mobil karena tidak ingin Arga sampai terlihat oleh Lita.
Setelah berbicara dengan dokter, Hani tidak langsung kembali ke ruangan mommy Mayang, ia, Narendra dan Arga sedang memikirkan kata-kata dokter barusan.
Dimana sang dokter menyarankan untuk mommy Mayang dibawah keluar negeri dan menyarankan beberapa rumah sakit terbaik untuk mereka.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah berdiskusi mereka memutuskan untuk membawa mommy Mayang ke Singapura, alasa mereka memilih Singapura karena negara itu yang paling dekat.
Sehingga mudah mengunjungi mommy Mayang nanti, mengingat kondisi Hani dan Lita yang sedang Hamil, akan sanggup melelahkan jika diajak terbang jauh.
"Ingat kamu harus, membawa Lita pulang, karena store nanti kita berdua akan kembali untuk bertemu langsung dengan mommy dan jangan lupa bujuk dia Agar setuju." Pesan Narendra sebelum mereka berpisah di koridor rumah sakit.
"Iya -iya kak Arga, sudah sana kalian pulang! Kalian sudah tidak di butuhkan lagi." Usir Hani.
Dan mereka pun berpisah, Arga dan Narendra menuju lobby, Hani kembali ke ruangan rawat mommy.
"Kenapa lama sekali? Emangnya dokter bilang apa." Tanya Lita.
Hani pun menjelaskan apa yang di jelaskan dokter kepadanya termasuk rencana mereka yang akan meminta mommy Mayang ke Singapura. Dengan dalil, sang dokter yang menyarankannya.
Lita yang sudah tahu seperti apa Hani, percaya saja dengan apa yang dikatakan wanita itu, toh semua itu untuk kebaikan Mommy.
__ADS_1
"Aku akan menghubungi kak Anton dan memintanya untuk menemani mommy di rumah sakit, nanti saat weekend kita akan mengunjungi mommy bersama-sama." Ujar Hani.
"Atur saja Han, aku percaya sama kamu, aku tahu kamu akan melakukan yang terbaik untuk mommy." Sahut Lita.
"Oh iya kamu nanti pulang sendiri ya! Aku mau menemani mommy disini. Nggak papa kan?" Tanya Lita.
"Kok gitu tha kita datangnya berdua! Masa pulang sendiri-sendiri." Sebenarnya Hani bisa saja menyetujui hal itu, tapi mengingat Arga dan suaminya akan menemui mommy sore nanti dia pun harus memutar otak agar Lita mau ikut pulang dengannya tanpa curiga.
"Benar yang dikatakan Hani, kalian datang sama-sama, pulangnya juga harus bersamanya." Sahut mommy Mayang.
"Tapi mom, aku ingin merawat mommy." Ujar Lita berharap mommy Mayang mengerti.
"Kamu masih bisa merawat momm besok, besoknya lagi! Tapi apa kamu tega membiarkan Hani pulang sendiri." Ucap mommy Mayang, sembari mengusap puncak kepala putrinya.
Wanita itu juga ingin di temani Lita! Tapi dia tidak ingin egois, mengingat saat ini adalah calon cucunya yang juga harus dijaga dengan baik.
"Baiklah, Hari ini Lita akan pulang! Tapi besok Lita akan kesini lagi." Mommy Mayang mengangguk setuju.
\=\=\=\=\=\=\=
Disebuah hotel Lisa dan Steve baru saja check in dan Keduanya kini sudah berada di dalam kamar.
"Kenapa kamu baru hubungi aku sih! Aku tuh kangen banget loh Sama kamu." Ujar Lita, sembari memainkan kancing baju Steve.
"Aku juga kangen sama kamu."Balas steve sembari menatap dalam mata Lisa, membuat wanita itu tersipu malu seperti remaja yang baru kenal cinta.
"Kalau kangen, kenapa baru dihubungi sekarang! Kenapa nggak dari kemarin-kemarin aja." Tanya Lisa lagi dengan sedikit manja kepada Steve.
__ADS_1
"Aku kerja sayang." Steve semak mengunci pandangan mereka, hingga Lisa pun terbuai.
Tak ingin membuang waktu bersama Lisa terlalu lama, Steve langsung memulai permainan mereka dimulai dari mencium wanita itu, berlanjut pada desa-han dan desisan yang terdengar saling bersahutan.