Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Menjadi alasan.


__ADS_3

"Maaf akh_" Arga tidak dapat meneruskan kata-katanya saat Lita tiba-tiba melingkarkan kedua tangannya di lehernya dengan tangisan yang semakin menjadi, membuat Arga semakin merasa bersalah.


Pria itu membalas pelukan Lita dengan melingkarkan kedua tangannya pada pinggang wanita itu.


Aroma musk itu langsung masuk kehidupannya dan bagaikan sebuah obat penenang, Rasa pusing dan mual itu langsung menguap begitu saja."Aku hamil Ga." Ucap Lita tanpa meredakan tangisnya, " Aku hamil, Ga." Ulangnya lagi semakin sesenggukan, membuat arga semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang wanita yang tengah mengandung anaknya itu.


"Aku tahu, sayang." Sahut Arga, pria itu melepaskan pelukannya lalu menangkup wajah Lita."Aku merindukan kamu, sangat merindukanmu." Ucap pria itu tepat di depan wajah Lita.


"Kenapa? Kenapa kamu merindukan aku?" Tanya Lita, tidak begitu saja percaya dengan ucapan pria di hadapannya itu.


Ya begitulah Lita begitu sulit mempercayai yang namanya, pria setelah tumbuh besar di kelilingi kekejaman mereka.


Sang ayah yang tidak bertanggung jawab, pria-pria yang sering mengkhianati pasangan mereka dengan datang ke tempatnya dibesarkan.


Kekejaman pria-pria di tempat mengerikan itu, saat menyiksa mereka yang menolak melayani pera pengkhianat. Bahkan tak jarang ia melihat tubuh sang mommy di seret dan disiksa, Hanya karena meminta waktu istirahat bahkan tubuh kecilnya sering disiksa hanya untuk membuat mommy-nya terus kerja dan kerja.


Semua itu membuat Lita sulit menerima kebaikan mereka, bahkan Dino sendiri membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyakinkan Lita bahwa dia tidak seperti pria-pria yang pernah Lita lihat dan mau menerima ketulusannya.


Untuk itu, tidak mudah mempercayai Arga, walaupun kata hatinya selalu mendorongnya untuk memperlakukan Ayah dari janin yang saat ini, dia kandung dengan baik.


Arga mengeleng kepalanya, dia menarik tangan Lita lalu meletakkannya pada dada bidangnya." Aku tidak tahu pasti, tapi jantung ini seakan menggila dan tidak mau berhenti. Setelah malam itu, ciuman itu membuat aku lupa akan segalanya termasuk dia yang aku nikahi." Jawab Arga jujur tanpa memutuskan tatapan mata mereka.

__ADS_1


"Tapi aku nggak mau jadi perusak hubungan wanita lain, aku nggak mau menjadi alasan wanita lain menitihkan air matanya dan aku nggak mau bahagia di atas penderitan wanita lain." Ucap Lita. Membuat Arga terdiam tanpa tahu harus merespon seperti apa.


Rasanya ia menyesali pernikahannya dengan Lisa, tapi jika dia tidak menikahi Lisa saat itu, mungkin saja sampai detik ini mereka masih menjadi dua orang asing dan tidak akan ada nyawa yang tumbuh dalam perut istri mudanya itu.


"Dan aku tidak akan melepaskan kamu dan anak kita untuk alasan apapun. Aku pastikan kamu tidak akan pernah merasakan itu, kamu terlalu berharga untuk menjadi alasan hancur sebuah hubungan yang semu. Dengarkan aku tha, percayalah apa yang terjadi suatu hari nanti tidak akan ada hubungannya dengan kamu. Pertemuan kita, memang sudah ditakdirkan seperti ini." Sahut Arga. Pria itu mengecup kening Lita untuk menenangkannya, setelah itu membawa Lita kedalam pelukannya.


Menikmati hangatnya pelukan satu sama lain,"Apa yang harus aku katakan pada mereka, saat mereka tahu aku hamil nanti?" Tanya Arga.


"Katakan yang sebenarnya tanpa harus ditutupi." Jawab Arga, masih dengan memeluk tubuh wanita itu.


"Aku takut_"


"Ssstthh,, kamu tidak perlu takut ada aku, kita akan menjelaskan kepada mereka sama-sama! Oke." Lita mengangguk.


"Hmmm."


"Aku ngantuk."


"Ya udah tidur yuk, aku temani." Sekali lagi Lita hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya," Eh, tapi kamu udah makan belum?" Tanya Arga.


"Nggak bisa makan, rasanya mual banget." Jawab Lita.

__ADS_1


"Tapi kamu harus tetap makan."Desak Arga. Akan tetapi Lita tetap pada pendiriannya, wanita itu memilih melepaskan pelukan Arga dan berbaring di tempat tidur.


Melihat hal itu, Arga menarik nafas gusar, pria itu memilih duduk di bangku yang tersedia di samping ranjang Lita, meletakkan satu tangannya diperut dan satu lagi di kepala Lita, mengusap nya dengan lembut hingga perlahan-lahan wanita itupun terlelap.


Setelah memastikan Lita terlelap, Arga mencium kening wanita itu lalu turun ke perutnya, mengusap dengan lembut seraya berkata. " Baik-baik ya nak." Lalu mencium perut wanita itu.


\=\=\=\=\=\=


Keesokan paginya Dino mengunjungi Lita di rumah sakit, membuat wanita yang saat ini sedang di suapi oleh Arga itu membulatkan matanya dan menghentikan Arga yang ingin menyuapinya lagi.


" Kak_" Ucap Lita terpotong.


"Makan lagi dulu, nanti baru kita bicara." Ucap Dino.


Lita tidak begitu saja menurut ucap pria itu." Sayang." Panggil Arga sembari menggenggam tangan Lita, meyakinkan wanita itu bahwa semua akan baik-baik saja dari genggaman tangannya.


Namun hal itu tidak cukup membuat Lita untuk kembali tenang, hingga membuat Dino menarik nafas Dalam.


" Kemarin aku menemukan kamu pingsan dan aku yang membawa kamu kesini. Pekerjaan di hotel pun telah aku selesaikan, nanti kalau kamu sudah di ijinkan pulang, kembali ke Jakarta biar pekerjaan disini kakak kamu yang urus." Jelas Dino panjang kali lebar.


"Ka Dino tahu aku hamil_"

__ADS_1


"Ya, tiga Minggu usia kandungan kamu." Jelasnya memotong ucapan wanita itu.


__ADS_2