Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Kamu menyesal?


__ADS_3

Andai dulu waktu bisa di putar kembali, dia akan memisahkan anak itu dari ibunya dan meletakkan dia panti asuhan, itu mungkin sedikit lebih baik dari pada apa yang anak itu lakukan saat ini.


Tapi semua hanyalah andai dan andai. Karena pada kenyataannya waktu tidak akan pernah di putar kembali.


"Kamu menyesal?" Tanya Luna.


Melly mengangguk. "Ya! Sangat-sangat menyesal." Jawabnya." Lalu apa yang harus kamu lakukan? Kalau aku sudah pasti tidak akan mau berurusan lagi dengan menantu kamu itu." Melly balik bertanya.


Luna menaikkan kedua bahunya acuh! Sebab Dia tidak tahu harus melakukan apa untuk saat ini." Berdoa saja, semoga suatu saat pintu hati anak itu terbuka dan melihat keburukan wanita yang dia nikahi. Ya kalau boleh jujur, dia seperti Reval dulu di buta-kan cinta." Ujar Luna membuat melihat tertawa.


" Ya kau benar! Dan karena kebodohannya itulah kita bertemu." Balas Melly sembari menaikkan sebelah alisnya untuk menggoda Luna.


"Diih tidak perlu kau ingat itu semua." Melihat wajah Luna yang berubah masam membuat Melly tidak tahan untuk tertawa terbahak-bahak. " Jangan bahas itu lagi, kita sedang membawa Arga bukan masa lalu kita. " Sambung Luna lagi, Melly mengerti setelah itu keduannya mulai membahas pekerjaan dan menjalar kemana-mana.


\=\=\=\=\=\=\=


Dilain tempat, Lisa menghubungi Steve mengajak pria itu untuk bertemu, tentu saja Steve langsung menolak, namun Lisa mengancam akan menemui pria itu di kantornya. Steve yang tidak ingin scandalnya di ketahui oleh istrinya, mengingat wanita itu sedang hamil dan bisa membahayakan kondisi janin, Steve pun memutuskan untuk menemui Lisa.

__ADS_1


Dan disinilah saat ini. " Kenapa, kamu begitu bodoh! Haah, aku punya istri dan anak aku nggak mungkin menikahi kamu." Teriak Steve, saat Lisa menyodorkan Testpack yang bergaris dua kepada Steve.


"Mana aku tahu akan jadi begini." Sahut Lisa tanpa beban. Dalam benaknya anak itu harus menguntungkan untuknya, selain untuk mengikat Arga agar pria itu tidak menceraikannya.


Anak ini juga harus mengikat Steve, sumber uangnya. Karena beberapa hari terakhir ini Arga mulai pelit dalam memberikannya uang.


Lisa tidak tahu saja, jika Semuanya keuangan Arga kini telah di pegang oleh istri mudanya termasuk transferan bulanan-nya nanti, Lita-lah yang mengaturnya.


Dan Lita bisa mendapatkan kepercayaan itu semua dari Ela, wanita itu tidak ingin hasil usaha kakaknya habis tak bersisa, Jika Lita yang mengelola sudah pasti aman, karena Lita amat sangat dapat di percaya. Sehingga malam itu Ela mengusulkan hal itu untuk Arga dan sang kakak pun setuju-setuju saja, apalagi Ela sempat menyindirnya, jika tidak di percaya mending pergi nanti dia akan mengurus keponakannya bersama Hani. Hanya kalimat itu, tapi mampu memindahkan isi dompet Arga ke tangan Lita, menyisakan KTP, SIM, kartu nama dan sepuluh lembar uang 50 ribu, itupun punya Ela. Di tukar katanya Lita transfer lima juta ke Ela, Ela memberikan uangnya dengan ikhlas untuk Arga. Sungguh adil bukan.


"Argghhh, sial!" Steve mengacak-acak rambutnya frustrasi. " Gugurkan anak itu, aku tidak menginginkannya. Lagian kalau ada dia bagaimana kita akan bercinta?" Bujuk Steve, berharap Lisa mau menurutinya.


"Tapi aku tidak bisa menikahi kamu." Teriak Steve.


Lisa yang sejak tadi duduk dengan tenang, langsung beranjak dari tempat duduknya, memeluk Steve dari belakang." Kamu tidak perlu menikahi aku, kita tetap akan seperti ini cukup kamu biayai hidup kita berdua dan semuanya akan aman dan akan berjalan seperti biasanya." Ucap Lisa, tangan wanita itu sedikit turun untuk melepaskan ikat pinggang Steve, membuka kancing celananya lalu menurunkan resleting sebelum ia menyusupkan tangannya kedalam sangkar milik Steve untuk mencari mainannya disana.


Jika sudah begini, Steve pun tidak dapat berpikir, kepalanya dengan cepat mengangguk dan setelah itu, mereka kembali melanjutkan hubungan terlarang itu.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=


Waktu menunjukkan pukul tujuh malam saat Arga pulang ke rumah orang tua angkatnya.


"Jay, selamat ya! Akhirnya kamu akan memiliki keluarga sendiri, mama turut bahagia untuk kamu." Ucap Dina, sembari memeluk tubuh anak angkatnya itu. Membuat Arga menatap wanita paruh baya itu bingung.


"Mah, ada apa?" Tanya Arga.


"Kamu ini, baru mau punya anak satu saja sudah pura-pura pikun." Ejek Dina.


"Mah,"


" Nggak usah shock gitu! Lisa sudah menceritakan semuanya sama mama! Kalau dia sedang hamil, sekali lagi selamat ya sayang. Mama juga udah kasih tahu, mama Luna dan yang lainnya. " Ucap Wanita paruh bayah itu lagi tanpa ia sadari Arga mengepalkan tangannya, hingga buku-buku tangannya memutih.


" Dia dimana?" Tanya Arga.


" Siapa? Lisa." Arga mengangguk tanpa ingin menyebut nama Lisa.

__ADS_1


"Dia tadi izin keluar sebentar, katanya mau ketemu temannya. Kamu masuk gih, ganti baju terus istirahat, mama mau nyiapin makan malam dulu nanti kalau sudah selesai, mama akan minta pelayan buat manggil kamu di kamar." Ujar Dina, Arga hanya mengangguk saja, setelah itu dia pamit kepada Dina untuk kembali ke kamarnya.


__ADS_2