Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Menyedihkan.


__ADS_3

Malam itu hujan Begitu lebat disertai angin dan petir, di dalam rumah sederhana itu seorang wanita tengah merintih menahan sakit di perutnya.


"Akkhhh, sakit." jeritnya.


Sang kakek yang sudah sakit-sakitan hanya bisa memandang iba cucunya tanpa tahu harus melakukan apa? Bahkan untuk bergerak saja rasanya sulit selain karena penyakit yang di deritanya, faktor usia yang membuat ia kesulitan untuk bergerak dari tempatnya.


Pyaar


Bunyi petir diluar sana semakin menjadi, seiring tangisan dan jeritan sang cucu.


"Akkhhh, kakek sakit! akkhhh."


Wajahnya kian pucat dengan bulir keringat sebesar biji jagung memenuhi dahinya.


" Kek, tolong sakit." Teriaknya, wanita itu tidak main-main karena rasa sakitnya tidak dapat ia jelaskan.


Wanita itu lalu menunduk saat merasakan sesuatu keluar dari selang-kangannya." Darah." Lirihnya sembari melihat darah pada jari-jari tangannya.

__ADS_1


"Lisa taruk nafas dalam-dalam lalu hembuskan dengan perlahan, kamu tidak boleh panik." Ucap sang kakek pada hal ia sendiri tak kalah paniknya dengan Lisa.


Ya wanita itu adalah Lisa. Setelah dikecewakan sang mama beberapa waktu lalu, kakeknya pun menceritakan kepadanya bahwa dia tidak memiliki hubungan apapun dengan Dion serta ia yang dimanfaatkan mamanya untuk uang.


Lisa sungguh menyesal percaya sama mamanya, ia merasa bodoh dan tidak tahu berterima kasih kepada keluarga Hani, wanita itu ingin minta maaf tapi dia malu menunjukkan wajahnya dihadapan keluar Xavier maupun keluarga mantan suaminya dan merelakan semua yang terjadi dalam hidupnya.


Dulu sang mama yang memintanya untuk memanfaatkan uang keluar Xavier dan membalas Hani serta mommy-nya sebab kedua wanita itulah alasan ia dan mamanya tidak diakui Dion dan bodohnya Lisa, ia telan semua ucapan mamanya, percaya bahwa dia putri keluarga Xavier, sehingga ia bertingkah arogan selama ini.


Dan saat dia mengetahui kebenaran itu dari sang kakek, mamanya sudah lari entah kemana, membawa semua uang-uangnya bahkan rumah yang mereka tempati saat ini telah di gadaikan bahkan sang mama tidak meninggalkan sepeserpun.


Lisa sudah bertekad untuk memperbaiki hidupnya, ia ingin mengurus anak dan kakeknya, berharap dengan begitu ia dapat menebus dosa-dosanya selama ini walaupun hal ini mustahil.


Dan beberapa Minggu ini Lisa lewati dengan tenang sekalipun hidupnya pas-pasan tapi dalam hatinya seakan ada kelegaan, sayangnya malam itu sang kakek tidak sengaja menyenggol gelas berisi air minum yang ia sediakan untuk kakeknya, gelas itu terjatuh lalu pecah.


Lisa yang awalnya ingin membersihkan pecah gelas itu justru terpeleset ia terjatuh dengan bokong yang mendarat lebih dulu hingga membuatnya kesakitan seperti ini.


"Kek, Lisa sudah nggak kuat! Akkhhh rasanya sakit sekali, tolong kek." Teriaknya dengan nafas ngos-ngosan seakan ia baru selesai berlari maraton dengan tangan yang terus-menerus mengusap perutnya.

__ADS_1


"Tunggu disini, kakek akan mencari bantuan untuk kamu." Tidak punya pilihan sang kakek berusaha bangkit dari tempat duduknya sembari berpegang pada dinding ia melangkah keluar rumah untuk mencari pertolongan sementara didalam sana Lisa masih terus menjerit kesakitan.


Wanita itu rasanya ingin pingsan tetapi kedua matanya tidak kunjung tertutup seakan tuhan ingin menghukumnya melalui rasa sakit itu.


"Maaf Haaniya." Ucap Lisa pelan disela-sela rasa sakitnya sembari memejamkan matanya lalu membukanya kembali." Maaf Ga."


Sekelebat bayangan kebaikan Mommy Melly, Hani dan semua anggota keluarga Xavier terlintas dibenak, membuatnya semakin merasa bersalah, bahkan Arga yang menerimanya dengan tangan terbuka justru ia khianati, sungguh sang jahat dirinya tak salah tuhan memberinya rasa sakit ini.


Lisa terus menunggu sang kakek sembari menjerit namun pria paruh baya itu tidak kunjung kembali tanpa Lisa tahu jika sang kakek diluar sana terjatuh dan pingsan di bawah derasnya air hujan yang membasahi tubuhnya, meninggalkan Lisa yang terus kesakitan selama berjam-jam hingga kedua matanya perlahan tertutup karena sudah tidak kuat menahan rasa sakitnya.


Keesokan paginya beberapa tetangga Lisa datang untuk memberitahu jika kakeknya saat ini telah berada di rumah sakit, namun mereka justru mendapati Lisa dalam keadaaan mengenaskan ia pun segera dilarikan ke rumah sakit Sayangnya Lisa sudah tidak tertolong begitu pun dengan anaknya.


Berita itu sampai pada Arga juga Steve. Steve yang masih belum mendapatkan maaf dari Lily dan membenci Lisa, tak peduli! dia justru merasa bersyukur setidaknya dia sudah terbebas dari Lisa.


"Sayang boleh aku mengurus jenazahnya?" Izin Arga kepada Lita, walaupun wanita itu sudah menjadi mantan istrinya, tapi sebagai manusia mereka harus membantu mengurus Lisa agar mendapatkan tempat peristirahatan terakhir yang layak bukan.


"Justru aku akan marah jika kamu tidak melakukannya itu, Ga. Dia mungkin jahat tapi kita akan lebih jahat jika mengabaikannya." Ucap Lita, membuat Arga tersenyum, sungguh baik wanitanya padahal Lisa sudah jahat kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2