Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
bersenang-senang.


__ADS_3

Usai mengemasi barang-barang mereka, Arga mengajak Lita untuk menikmati pemandangan langit sore dari balkon kamar Lita.


Pria itu duduk di atas sofa single panjang yang terbuat dari kayu. Sofa itu memang sengaja diletakkan di sana untuk bersantai.


Arga bersandar pada sandaran pada sandaran sofa dengan Lita yang bersandar pada dada bidangnya.


Keduanya terlihat begitu menikmati waktu mereka dengan dua gelas minuman sebagai teman santai mereka sore itu.


Hingga dering panjang dari ponsel Arga yang berada di atas meja membuat perhatian mereka sedikit teralihkan pada benda pipih itu.


Arga meraih ponselnya untuk melihat siapa yang menggangu ketenangannya dengan Lita.


Setelah melihat nama yang tertera pada layar ponselnya, argal langsung meletakkan benda pipih itu lagi ke tempat tak ingin menjawab panggilan itu.


Namun Lita yang sedikit terganggu mendengar dering panjang, memilih bertanya." Ga, kenapa nggak dijawab." Ucap Lita.

__ADS_1


" Nggak penting sayang! Biarkan saja, nanti juga mati sendiri." Ucapnya tak ingin menjawab panggilan itu.


Membuat Lita penasaran, wanita itu kemudian mengambil ponsel Arga lalu melihat nama Lisa tertera di sana. Tanpa banyak berpikir Lita langsung mengeras icon berwarna hijau lalu meletakkan ponsel itu di telinga suaminya, membuat Arga mau tak mau berbicara dengan wanita itu.


"Dimana kamu? Aku sedang berada di Bali." Ucap Lisa dari seberang sana. Mende-sah malas, andai bukan Lita yang menjawab panggilan itu, Arga juga tidak akan Sudi menjawabnya.


"Ngapain kamu ke Bali." Jawab Arga, pria itu jelas tidak suka Lisa mengikutinya seperti ini.


Bukannya apa, Arga tahu betul seperti apa wanita itu dan dia tidak ingin Lisa membuat masalah untuk Lita nantinya.


" Kamu tanya, kenapa aku disini haah? Aku tuh nyusul kamu. Temui aku di hotel tempat kita menikah, sekarang." Titah Lisa. Wanita itu itu seakan ingin menunjukkan kepada Arga jika pria itu terlambat sedikit saja dia akan tahu akibatnya.


Mungkin Lita tidak mengatakan langsung, tapi dari ucapannya pria itu dapat menyimpulkan demikian. Dan Arga tidak peduli, pria itu justru mengeratkan pelukannya pada pinggang Lita seraya berkata. " Nggak bisa, sebaiknya kamu pulang, karena aku sedang menunggu jadwal keberangkatanku di bandara." Lalu mengakhiri panggilan itu secara sepihak tanpa menunggu sahutan dari Lisa, yang berada diseberang sana.


Membuat Lita membulatkan kedua matanya tidak percaya, Arga akan bersikap seperti itu kepada Lisa.

__ADS_1


Arga yang merasa gemas dengan ekspresi wajah Lita, langsung mengecup bibir wanita itu, sembari meletakkan ponselnya di tempat semula lalu beranjak dari tempat duduknya sembari mengangkat tubuh Lita.


"Jangan pikirkan dia saat kita hanya berdua." Ucap Arga.


" Kenapa?" Tanya Lita.


"Karena ini adalah waktu kita berdua, aku tidak mau wanita itu menganggu kebesama kita.


" Hmm, terserah kamu aja. Tapi aku mau dibawa kemana sekarang ii?" Tanya Lita sembari menatap wajah suaminya


Membawa kamu ke batroom , untuk mandi, mengingat sebentar lagi mereka sudah pergi ke bandara.


Sementara itu Lita kembali mengamuk dikamar. Karena lagi-lagi Arga secara terang-terangan menolaknya.


Dan tidak ingin menghabiskan waktu yang hanya bisa menunggu kedatangan Arga, Wanita itu justru memilih bersenang-senang selama ia berada di Bali.

__ADS_1


__ADS_2