
"Siapa kamu?" Tanya seseorang di belakang sana, membuat Arga yang hendak melangkah masuk kedalam kamar istrinya itu langsung mengurungkan niatnya.
Arga berbalik menatap orang yang baru saja bertanya itu dan...
Deg.
Kedua-duanya sama-sama terkejut! Arga terkejut dengan pria yang dia tahu adalah pengawal pribadi adik iparnya.
Ya walaupun Arga sering melihat pria itu keluar masuk kediaman Xavier dulu, namun rasanya sedikit aneh saat melihat pria itu kini berdiri dihadapannya dengan penampilan yang berbeda, seakan dia adalah pemilik hotel ini.
Sungguh perubahan yang wow. Dan terakhir kedua bertemu pada pernikahan Hani dan Rendra, atau saat istri dari adiknya itu masuk rumah sakit, entahlah Arga tidak mengingatnya toh lelaki itu bukan orang penting yang harus selalu dia ingat pertemuan mereka.
"Kamu sedang apa disini?" Tanya Dino, menyadarkan Arga dari lamunannya.
"Saya ingin bertemu Lita! Tapi sepertinya dia sedang ada tugas keluar kota." Jawab Arga jujur tanpa ingin ditutup-tutupi.
"Bertamu Lita? Sejak kapan kamu dekat dengannya sampai memiliki akses untuk masuk kedalam kamarnya?" Tanya Dino sedikit mencibir, karena dia tahu diantara ketiga wanita itu Lita-lah yang paling menutup diri dari yang namanya lawan jenis.
Tapi melihat pria ini dapat membuka pintu kama Lita dan wanita itu sedang terbaring lemah di rumah sakit. Sungguh sebuah kejutan untuknya dan dia yakin kedua wanita itu pun akan sama terkejutnya dengan dirinya saat ini.
"Sejak aku menikahinya sebulan yang lalu."Jawab Arga dengan yakin. Pria itu sudah memikirkan semuanya.
Seorang Argani Aditya Sanjaya telah yakin untuk mengikat Lita dengan pernikahan ini dengan cara memberitahu pernikahan mereka kepada orang-orang terdekat mereka. Agar Lita tidak punya alasan untuk lepas darinya dan Arga sudah siapa dengan semua konsekuensinya itu.
__ADS_1
Termasuk amukan Lisa dan drama wanita itu nanti. Karena dia sadar dia sangat membutuhkan cinta dan perhatian. Semua itu dia dapat dari Lita, bukan seorang Lisa yang selalu mengutamakan kepentingan dalam setiap perkataan manisnya yang mengandung racun.
"Haah menikah?" Tanya Dino memastikan jika ia tidak salah dengar.
Sungguh sehari ini ia dibuat terkejut berkali-kali, Lita yang ia temukan tak sadarkan diri, berita kehamilan wanita itu dan segera pernikahannya.
" Ya, kami telah menikah sebulan yang lalu." Tegas Arga lagi.
"Jadi kamu ayah dari janin itu?" Tanya Dino, jika benar pria itu adalah suami besar kemungkinannya jika janin yang dikandung Lita juga anak dari pria ini, karena Dino tahu sang adik bukanlah wanita yang dengan mudah disentuh.
Dan alasan Kedua menikah, biarlah menjadi urusan mereka. Dino tidak akan ikut campur dengan urusan pribadi mereka selain mereka yang meminta bantuannya.
"Janin?" Kini giliran Arga yang bertanya. Pria itu bukannya tidak tahu apa yang di maksud Lelaki di hadapannya ini tapi dia hanya ingin memastikan kejelasan berita bahagia itu.
Dengan jatung berdetak hebat Arga menunggu jawaban Dino. Sungguh jika berita bahagia ini benar, ini akan menjadi berita yang paling membahagiakan dalam hidupnya.
" Terima kasih." Ucap Arga tulus, setelah ia berlari melewati Dino lalu meleset masuk kedalam lift.
Sementara Dino tersenyum entah untuk alasan apa, yang pasti dia bahagia karena ketiga gadis itu telah mendapat pendamping hidup mereka masing-masing dan berdoa semoga ketiga mendapatkan kebahagiaan terlebih untuk Lita dan Hani.
Dino kemudian berbalik keruangan untuk beristirahat tadinya begitu pekerjaan dia selesaikan pria itu ingin pergi ke rumah sakit untuk menemani Lita disana, tapi melihat Arga yang akan masuk kedalam kamar Lita, Dino memilih menghampiri pria itu.
\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Tak..
Tak...
Tak...
Arga berlari di koridor rumah sakit sembari membawa setiap tulisan yang mengarahkannya menuju ruangan istrinya, setelah bertanya pada bagian informasi letak ruang rawat wanita yang terus menganggu pikirannya Selama beberapa Minggu terakhir ini.
Dan langkah berhenti tepat didepan ruang yang menjadi tujuannya itu, setelah itu.
Dengan perlahan Arga melangkah mendekati pintu ruang itu, meraih handle pintu lalu memutarnya dengan perlahan dengan sedikit mendorongnya ke dalam.
DEG.
Jantung berdetak semakin kencang, saat melihat Wanita itu sedang diapit dua orang perawat, keluar dari kamar mandi, wajahnya sangat pucat membuat Arga merasa bersalah.
"Tha." Panggilnya, sembari melangkah untuk mengikis jarak dengan Lita.
Sementara dua orang perawat itu langsung pamit untuk keluar begitu selesai membantu Lita duduk di tepi ranjang.
Arga kini berdiri di hadapan Lita dengan sedikit membungkuk tubuhnya untuk melihat wajah yang sejak tadi menunduk setelah mengetahui kedatangannya.
"Kamu marah?" Tanya Arga mencoba meraih wajah itu namun Lita justru menghindarinya.
__ADS_1
Bahkan wanita itu kini menangis entah untuk alasan apa dan hal itu sukses membuat hati Arga sakit. Katakan dia gila karena memiliki perasaan sensitif itu kepada wanita ini tapi kenyataannya wanita sudah sangat banyak mempengaruhi hatinya.
"Maaf akh_" Arga tidak dapat meneruskan kata-katanya saat Lita tiba-tiba melingkarkan kedua tangannya di lehernya dengan tangisan yang semakin menjadi, membuat Arga semakin merasa bersalah.