
"Lita, kamu_" Rasanya pria itu ingin menyudahi semuanya saat mengetahui wanita di bawahnya belum pernah tersentuh pria manapun.
Walaupun kepala sang adik kini sudah tepat berada pada permukaan lembah yang begitu sulit di tembus itu.
"Kita tidak bisa meneruskan ini, aku minta maaf, aku tidak ingin merusak kamu." Ucap pria itu lagi, ia ingin segera beranjak dari sana. Namun Lita menahan.
" T_olong aku, aku benar-benar membutuhkan bantuan." Ucap Lita memohon. "Aku mohon jangan berhenti. Aku tidak akan menuntut apa." Lita kembali menarik tubuh pria itu lalu melu-mat bibir Arga dengan tidak begitu berpengalaman. Namun mampu membuat Arga tergoda hingga melupakan kenyataan yang ada.
Keduanya saling bercumbu dengan begitu liarnya untuk memicu gairah satu sama lain."Ini mungkin akan sedikit sakit, tapi itu hanya sebentar." Bisik Arga menenangkan Lita, sembari memposisikan kepala sang adik kembali pada permukaan lembah milik Lita dengan perasaan deg-degan, Karena ini pertama kalinya untuk dia membobol gawang yang masih bersegel.
Ya walaupun dia sering melakukan hal ini dengan Lisa istrinya, tapi Arga bukanlah pria pertama untuk Lisa, entah dengan siapa wanita itu melakukannya pertama kali, Arga tidak pernah mempermasalahkan hal itu karena yang dia mencintai Lisa dan menerima wanita itu apa adanya terlepas di bekas siapa Arga tidak peduli dan entahlah, apa setelah malam ini semuanya masih akan sama atau tidak hanya tuhan yang tahu.
Arga mendorong sang adik dengan perlahan namun pasti, hal itu dapat meruntuhkan pertahanan Lita, merenggut apa yang dia jaga Selama ini.
__ADS_1
Sementara Lita sendiri meringis kesakitan di bawah sana dan tanpa sadar menancapkan kuku-kuku cantik pada kulit punggung pria di atasnya di ikuti cairan bening yang lolos dari kedua sudut matanya.
Wanita itu menangis dalam diam, bukan menangis karena rasa sakit di bawah sana, tapi tangisan itu adalah sebuah penyesalan sebab ia tidak dapat menjaga apa yang seharusnya ia jaga.
"Maaf." Ucap Arga seakan tahu arti dari air mata Lita.
Namun wanita itu hanya tersenyum kecil lalu mengangguk kepalanya.
Waktu semakin malam kedua anak manusia yang tidak memiliki hubungan apa-apa itu masih larut dalam pergulatan panas mereka. Suara erangan dan desa-han terdengar memenuhi ruangan itu.
Sebab sejak awal mereka tidak begitu menyukai Arga menikah dengan Lisa namun Arga yang terlalu bucin kepada wanita itu tidak dapat dilarang dan beginilah akibatnya.
Sedangkan Nahla yang diharapkan dapat membantunya pun sudah hilang entah kemana.
__ADS_1
"Anda baik-baik saja." Tanya pelayan yang ditugaskan Nahla untuk memberikan minuman kepada Lisa dan Lita sekalipun mencampurkan obat kedalam minuman itu.
"Tolong antara-kan saya ke kamar." Jawab wanita itu dan sang pelayan pun dengan senang hati melakukannya.
Lisa di antara menuju kamar yang telah di sediakan Arga untuk malam pertama mereka.
Setelah mengantar Lisa pergi, pelayan itu tidak langsung meninggalkannya ia masih menunggu wanita itu sampai Lisa yang tidak tahan melepaskan gaun pengantinnya di bantu pelayan laki-laki itu.
Lisa yang sudah di kuasai efek obat itu tidak perduli siapa yang membantunya, bahkan ketika pelayan itu mengusap punggungnya dan menyentuh gundukan kembarnya, Lisa hanya membiarkan saja ia justru dengan tidak tahu malunya mende-sah, membuat pelayan itu semakin berani.
Bahkan ia tidak peduli jika ia harus di pecat setelah ini yang terpenting adalah menikmati hidangan lezat yang sayang untuk dilewatkan. Sungguh miris sekali nasib Lisa ini.
Mungkin ini karma untuknya, andai dia tidak mengusik Lita, mungkin hal ini tidak akan terjadi tapi mau bagaimana mana lagi nasi sudah menjadi bubur, suka tidak suka dia harus memakannya.
__ADS_1
Untuk itu sebagai manusia pandai-pandailah bersyukur, agar tidak berakhir seperti Lisa.