
Setibanya Arga di hotel tempat Lita bekerja, pria itu langsung menghampiri resepsionis untuk bertanya di mana ruangan kerja istrinya itu.
"Selamat malam pak, selamat datang ada yang bisa kami bantu?" Ucap sang resepsionis dengan begitu lamanya saat menyambut Arga.
" Malam. Saya ingin bertemu dengan Thalita kalau boleh tahu ruangannya di mana ya?" Sahur Arga. Sebenarnya Arga bisa saja langsung pergi ke kamar Lita tanpa harus bertanya kepada resepsionis namun pria itu saat ini tidak ingin sendiri dan dia membutuhkan Lita untuk menemaninya.
Mengingat tadi Lita terlihat sangat terburu-buru karena pekerjaannya, Arga pun tidak ingin egois dengan meminta wanita itu untuk menemaninya di kamar, sehingga dia memutuskan untuk menemani wanita itu bekerja saja.
"Maaf mbak Thalita yang mana ya! Dia berkerja di bagian apa?" Tanya sang resepsionis mengkonfirmasi kembali orang yang di maksud Arga.
Karena nama Talita yang bekerja di hotel itu lebih dari satu bukan hanya istrinya saja.
Arga mende-sah pendek.lalu kembali bertanya tanpa menjawab pertanyaan dari resepsionis itu. " Apa semua pekerjaan pegawai hotel tinggal di hotel ini?"
Sang resepsionis dengan cepat mengeleng kepalanya. " Tidak pak, kecuali pemilik hotel, pak Dino sama mbak Lita, sayangnya pemilik hotel ini dan pak Dino jarang datang hanya mbak Lita saja." Jawab sang resepsionis, menjelaskan.
" Dan Thalita yang saya maksud adalah orang yang kamu panggil mbak Lita, dia yang tinggal di hotel inikan." Ujar Arga.
" Oh, apa bapak sudah membuat janji dengan mbak Lita?" Tanya sang resepsionis lagi.
" Hmmm." Jawab Arga malas, pria itu merasa seakan tengah disulitkan untuk bertemu dengan istrinya, padahal sang resepsionis hanya berkerja dengan sebagai mana mestinya.
__ADS_1
"Tunggu sebentar ya pak! Saya akan mengkonfirmasi terlebih dulu kepada asisten mbak Lita." Ucap sang resepsionis meminta Arga menunggu, tapi bukannya menunggu pria itu langsung pergi dari hadapan resepsionis itu, ia melangkah masuk kedalam lift menuju lantai atas dimana kamar istrinya berada.
Beberapa saat kemudian Pintu Lift terbuka keluarlah Lita bersama seseorang dari dalam lift itu.
Lita sempat melihat kearah Arga, namun ia bersikap layaknya tidak mengenali pria itu dan terus berbicara dengan orang yang bersamanya. Salah satu kliennya yang akan mengadakan resepsi pernikahan untuk anaknya.
Ke-dua terus berjalan sembari membicarakan pesta seperti apa yang harus mereka siapkan, sedangkan dibelakang sana, Arga memilih mengikuti mereka berdua, sembari mencuri dengar pembicaraan istrinya dengan orang itu.
Sampai di luar lobby, orang itu langsung pamit kepada Lita dan segera masuk kedalam mobilnya, dimana sang supir sudah menunggunya.
Setelah memastikan mobil orang itu
menjauh dan perlahan hilang dari pandangannya, Lita langsung menghampiri suaminya itu.
Entah apa maunya, sehingga ia terus mendatangi Lita. Tidak peduli berapa kali Lita mengusirnya, ia tetap datang.
" Mau ketemu kamu." Jawab Arga membuat Lita memutar bola matanya malas.
"Ngapain ketemu aku, bukannya siang tadi udah ketemu." Ucap Lita terdengar seperti orang yang sedang marah.
Namun sekali lagi Arga tidak peduli dengan kemarahan Lita, ia justru menarik tangan istrinya itu untuk segera masuk kedalam lift.
__ADS_1
Dan begitu keduanya sudah berada didalam lift itu, Arga langsung memeluk Lita, memanfaatkan keadaan lift yang hanya di isi mereka berdua.
"Aku besok sudah harus kembali, tolong izinkan aku tetap disini ya! Kan besok kita sudah tidak bertemu lagi?" Bujuk Arga, berharap wanita itu mengasihaninya dan mengiyakan permintaannya.
" Terus Lisa-nya bagaimana! Kamu tinggal lagi."
"Stthhh." Arga meletakkan jari telunjuknya pada belahan bibir Lita, sengaja meminta wanita itu untuk berhenti berbicara." Disaat kita sedang berdua seperti ini jangan membahas tentangnya." Ucap Arga, berharap sang istri mengerti dan tidak akan membahas tentang Lisa lagi.
Dia masih sangat marah kepada istri tuanya itu, yang sudah berani bermain api, tapi masih saja mencari pembenaran dengan terus berbohong.
Ting
Pintu lift kembali terbuka. Arga dengan terpaksa melepaskan pelukan mereka lalu Keduanya melangkah untuk keluar dari lift itu, menuju kamar Lita, setibanya mereka di dalam kamar, Lita langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sedikit gerah, sementara Arga memilih menunggunya di sofa sambil bertukar pesan dengan Kevin dan sahabat-sahabatnya yang lain.
Setengah jam menunggu, akhirnya Lita keluar dengan penampilan yang jauh lebih segar. " Tha, temani aku makan malam di luar ya!" Pinta Arga.
"Kamu belum makan?" Tanya Lita.
" Iya. Mau-kan temani aku makan malam?" Tanya Arga lagi.
" Hmmm, tapi dekat-dekat sini aja. Aku malas jalan jauh-jauh. Aku capek pengen istirahat." Jawab Lita. Membuat Arga tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Terima kasih."